
" Apa maksudmu dengan kata itu? Aku hanya ingin hidup tenang bersama mu. Kenapa setiap yang aku katakan yang ada kaitannya dengan Nicolas kau selalu berpikir bahwa aku masih memiliki rasa dengannya. Jika aku masih rasa dengannya apa mungkin saat ini aku bersamamu?" Sarah juga berteriak dia merasa kesal karena setiap ada kaitanya dengan Nicolas Bryan langsung menuduhnya.
" Jika kamu tak memiliki rasa dengannya maka jangan katakan aku untuk mundur dengan alasan kau ingin hidup tenang. Bukan kami yang mengganggunya tapi mereka yang mengganggunya kami. Ini bukan hanya masalahmu tapi Amel adalah orang ku…" Katanya dengan dingin.
" Aku sebagai atasan Amel pun juga tak bisa diam saja jika orang ku di bunuh seperti itu. Aku bisa saja menghukumnya secara langsung membunuhnya secara langsung saat ini, tapi aku tak lakukan karena aku ingin mereka mati perlahan aku ingin menyiksanya…" Sambungnya lagi.
" Tapi sampai kapan Bryan, sekarang kakeknya ada di sini mereka juga tidak akan tinggal diam jika tahu kalian yang berada di belakang ini semua. Dan balas dendam ini akan terus berlanjut sampai kapan? Aku hanya ingin tenang hidup bahagia bersamamu hanya itu…" Ucapnya dengan memohon.
" Aku tahu tak akan ada balas dendam yang tak berujung, aku tak peduli balas dendam ini akan berakhir kapan yang jelas aku bisa membunuh mereka dengan perlahan. Jika kau tak tega dengan ini semua maka jangan lihat dan jangan ikuti lagi perkembangan ini. Kau diam saja di sini dan lihat saja apa yang akan kami lakukan…" Bryan langsung masuk ke dalam kamar mandi dengan rasa kesal.
" Bry kita belum selesai bicara… Bryan… Argh…" Sarah kesal tentu saja dia tak ingin meneruskan ini semua.
Dia hanya ingin hidup tenang seperti dulu, kehilangan orang-orang yang dicintai membuatnya terpuruk berbulan bulan. Siapa yang ingin kehilangan orang yang dicintai tak ada yang pernah mau. Sekarang semenjak bersama dengan Bryan pelangi itu muncul lagi, hari-harinya bahagia kembali. Hatinya yang rapuh mulai tertata indah. Dan dia berpikir untuk tak sanggup jika harus ada kematian kembali yang akan mengambil orang yang dicintai nya.
Kehilangan Amel membuatnya mendung, matahari yang menyinarinya tenggelam tapi semenjak ada cinta matahari itu kini kembali bersinar indah. Sarah hanya tak ingin mataharinya kembali tenggelam kembali atas kepergian orang-orang yang berada di sampingnya saat ini.
Sarah menghapus air mata dia merasa kecewa, apa yang ia inginkan malah di anggap ada rasa cinta dengan laki laki yang saat ini membunuh adiknya. Dia kecewa berulang kali dia mengatakan bahwa tak ada cinta lagi untuknya tapi seakan semuanya sia-sia.
" Argh.. dia pikir aku tak ingin hidup tenang bersama nya. Tapi balas dendam ini tetap berlanjut aku tak peduli siapa lawan nya saat ini…" Bryan berdiri di bawah air shower dengan berulang kali memejamkannya mencoba mengontrol emosinya.
\=\=\=
" Tuan Al selamat pagi!" Kedua laki laki yang berada di ambang pintu kini di sambut dengan senyuman oleh Albert yang saat ini duduk di kursi nya.
" Selamat pagi Tuan Aaron.. silahkan masuk Tuan…" Albert segera bangkit dari duduknya. " Silahkan duduk."
Mereka kini duduk dengan saling berhadapan, senyum mereka sama-sama mengembang tapi dengan arti yang berbeda saat ini. Tak ada yang tahu apa arti dari senyuman mereka.
" Emril kau bawah berkas yang aku minta tadi?"
" Ini Tuan Al!" Emril langsung menyerahkan berkas yang diminta oleh Albert saat ini. Dia juga pergi setelah itu.
" Tuan Aaron ini berkas-berkas tentang Tuan Alexander, saya belum sempat mempelajarinya tapi saya pastikan hari ini saya akan mempelajarinya dan saya asisten saya juga akan segera membuat janji temu dengannya."
" Tuan Al tapi saya tak bisa bertemu dengannya kemarin. Mereka melarang saya bertemu dengan banyak alasan…" Waktu itu memang Aaron tak dibiarkan bertemu dengan cucu nya.
" Sebelum sidang memang pihak keluarga tak boleh bertemu Tuan tapi jika saya pengacaranya saya pasti bisa bertemu dengannya…." jelasnya membuat Tuan Albert mengangguk mengerti. " Ini juga berkas yang harus anda tangani, ini hak kuasa dari pihak keluarga bahwa anda memang menunjuk saya sebagai kuasa hukum cucu anda."
" Saya tanda tangan di sini?" Albert mengangguk. Aaron tanpa membacanya dia segera menandatangani berkas-berkas yang ada di depannya.
" Anda tak ingin membacanya Tuan?"
Albert dengan segera pula menutup semua berkas-berkas yang telah selesai. Aaron memberikan kepercayaan penuh kepada Albert tentang hak kuasa tentang cucu nya.
" Tuan Al anda mengatakan bahwa saya juga harus bertemu dengan seseorang yang bisa membantu saya menemukan cucu saya."
" Ah iya Tuan Aaron saya hampir lupa. Saya memiliki orang kenalan di dalam bidang pencarian orang-orang hilang, mereka tak dapat diragukan lagi dalam pekerjaan nya. Saya selalu bekerja sama jika dalam kasus saya ada orang yang sengaja menculik klien saya. Anda bisa saling mengobrol dengannya mungkin sebentar lagi mereka akan datang."
Tok!! Tok!!
" Itu pasti mereka."
Ceklek!! Beberapa orang masuk dengan pakaian yang serba hitam.
" Selamat datang Tuan Christopher dan Tuan Kozan…" Albert menyambutnya dengan segera. Kedua laki laki itu tak menjawabnya mereka berdua hanya tersenyum dengan gaya angkuh dan dinginnya. " Tuan ini klien yang saya maksud, dia sedang mencari cucu nya yang hilang."
Jonathan dan Zac kini sama sama membuka kacamatanya menatap dengan pandangan serius. " Tuan tolong temukan cucu saya. Saya bisa membayar anda beberapa pun asal kalian bisa menemukan cucu saya."
Zac menarik senyum dengan sinis. " Ini bukan masalah uang tapi masalah kami mencari orang yang tiba-tiba hilang karena kita tak tau dengan alasan yang jelas. Kita juga tak tahu siapa di balik hilangnya cucu anda."
" Kami juga tak tahu masalah apa yang saat ini sedang cucu anda alami jadi saya butuh kronologinya dengan jelas jika anda mengetahui semuanya…" Timpal Jonathan.
" Saya memang tak tahu persis apa masalahnya hingga cucu saya tiba-tiba hilang tapi mungkin tertangkapnya cucu saya yang satunya juga salah satu penyebab cucu saya hilang."
" Cucu Tuan Aaron adalah Alexander, Komandan Polisi Kriminal yang saat ini sedang ditahan karena kasus lalai dalam bertugas…" Jawab Albert yang pura-pura menjelaskannya.
" Jadi ini masalah ada kaitannya dengan Sir Alexander. Jika begitu kita akan mulai menelusuri siapa saja yang menjadi musuh dari Sir Alex mungkin salah satu dari mereka yang telah menculik cucu anda yang satunya."
" Tolong temukan nya dengan keadaan apapun! Saya merasa sedih karena tak bisa bertemu dengannya…" Mintanya dengan penuh permohonan.
" Kami akan menemukan nya dengan cara apapun."
Jangan lupa mampir cerita Mince yang baru ya yang berjudul dengan Cinta Bernoda Darah
Sudah ada 10 bab pertama yang meluncur dari kemarin malam, jangan lupa tinggalkan jejak kalian semua ya 😍 vote nya masuk di sini ya sayang 🙏 karena sudah masuk hari senin🤗