Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Membantu 1



Angel menatap dengan tatapan  datarnya, seorang Dokter yang tadi merawat Alex kini telah pergi meninggalkan mereka berdua di sana dengan beberapa penjagaan yang ketat serta bersenjata lengkap. 


Angel tak membuka suaranya sama sekali dia sibuk dengan operasi kecil yang ada di depannya. Angel sedikit bergidik ngeri ketika tadi dia melihat bahwa operasi kecil itu tak memakai apapun bahkan obat bius pun tak ada di sana.


Sedangkan Alex merasakan jantungnya tak karuan, tubuhnya gemetar dan dia merasakan apa yang telah dilakukan oleh dirinya kepada wanita yang saat ini telah merawatnya begitu merasa sangat bersalah. Dia memejamkan matanya terasa sakit hatinya ketika dia ingat apa yang barusan terjadi. Bukan karena sakit operasi kecil itu tapi melihat goresan yang ada di lehernya sedikit besar.


Alex menghela nafasnya dengan kasar membuka matanya. " Maaf!" Satu kata yang mampu membuat Angel menatap ke arah Alex seketika. 


Mata mereka beradu tapi Angel tak mengatakan apapun. " Maafkan aku! Sekali lagi maafkan aku! Aku terpaksa melakukannya…" Angel membuang nafasnya dengan kasar lalu memutuskan tatapan itu dia fokus kembali kepada operasinya yang sedikit lagi selesai.


" Nona apa dia mengganggumu lagi?"  Seorang penjaga yang dari tadi memperhatikan mereka kini melihat ada pergerakan bibir dari tahanannya.


Angel menatap ke arah mereka yang berdiri tak jauh dari mereka. " Tidak! Dia hanya bertanya apa sudah selesai…" Elaknya dengan cepat. Penjaga itu hanya mengangguk dengan kemudian dia mundur lagi sedikit menjauh.


" Angel kenapa kau masih saja membela ku?" Pertanyaan yang tak dihiraukan oleh wanita itu. " Angel ku mohon katakan sesuatu?" 


Angel menatap ke arah Alex dengan tatapan sinisnya. " Kenapa kau banyak bicara! Semakin kau banyak bicara semakin darah akan banyak keluar nantinya. Bisakah kau diam saja?" Katanya dengan sinis.


" Aku hanya ingin meminta maaf hanya itu tak lebih dari kata maaf!" Alex tau saat ini meminta maaf sepertinya tak ada artinya lagi. Mungkin wanita yang ada di depannya akan semakin membencinya saat ini. Akan sangat membencinya.


Angel tak menjawabnya dia malas jika harus membahasnya saat ini. Operasi kecil itu kini membuat mata Alex tak bisa untuk mengalihkan pandangannya dia hanya menatap Angel dengan penuh arti yang hanya dia yang tau.


" Akhirnya selesai…" Angel bernafas lega karena operasi itu berhasil. Meskipun operasi kecil seorang Dokter harus berhati-hati agar tak terjadi yang tak diinginkan.


" Terima kasih…" Ucapnya dengan menatap ke arah Angel yang tampak begitu lega wajahnya. 


" Aku juga minta maaf! Jika saja tadi aku mau membantumu mungkin ini tak akan terjadi kau juga tak mungkin tertembak seperti sekarang…" Angel yang berkata seperti itu membuat Alex sedikit tertegun dia tak menyangka dengan apa yang didengar.


" Kau meminta maaf padaku? Tidak! Tidak! Bukan kamu yang harusnya minta maaf. Aku yang salah di sini. Jika saja aku tadi bisa berpikir resiko nya mungkin ini tak akan pernah terjadi. Jadi di sini aku yang salah, maafkan aku…" Alex menunduk sebagai permintaan maafnya. Angel tahu suara itu benar benar tulus meminta maaf.


" Sudahlah semuanya sudah terjadi, tak ada yang perlu disesali. Kita semua salah. Kau dan aku salah, kita tak memikirkan resiko apa yang akan terjadi. Tapi ya sudahlah semuanya sudah terjadi jangan disesali…" Alex menatap ke arah Angel yang akhirnya tak ada kata-kata sinis di suara bicaranya. 


" Terima kasih karena sudah memaafkan aku dan terima kasih juga karena sudah menolongku dan membelaku tadi di depan Dokter rekanmu…" Alex mulai tersenyum dia berharap masalah ini membuat dia dekat dengan Angel.


" Tak perlu kau berterima kasih karena itu semua adalah tugasku dan ingat jangan kau pikir aku membela mu lalu kau berpikir bahwa aku akan mau berada di kubumu. Aku melakukan itu karena aku merasa bersalah karena aku kau juga tertembak jadi jangan berpikir aku membela mu, itu semua sudah menjadi tugasku mengingatkan rekan ku jika ada kesalahan…" Harapan yang tadi dipikirkan oleh Alex kini di banting ke dasar lantai lalu di injak-injak. Sebelum dia berkata apa yang ada di pikirannya ternyata wanita itu sudah mengatakan apa yang dipikirkan.


" Aku tahu. Apa luka di lehermu begitu besar hingga di perban seperti itu…" Angel meraba lehernya ketika Alex menanyakan tentang lehernya.


" Tak apa kau tak perlu tahu tentang luka ini. Kau fokus pada kaki mu saja jangan pikirkan hal lain…" Angel kini berdiri dia membereskan apa yang dipakai tadi. 


" Nona apa sudah selesai?" 


" Hem! Sudah. Apa kalian akan membawa nya lagi?" Tanyanya dengan penasaran.


" Tentu Nona, mungkin akan kami letakkan di ruangan khusus karena dia sudah berani mengancam orang medis yang bekerja di sini…" Angel melirik ke arah tangan Alex yang ternyata sudah di borgol oleh salah satu penjaga yang ada di sana.


" Tunggu dulu!" Para penjaga itu menatap ke arah Dokter yang ingin menghentikan mereka yang saat ini sedang bertugas. 


" Ada apa Nona?"


" Apa tak bisa dia di sini saja? Maksud ku beristirahat di sini karena bekas jahitannya aku rasa masih sangat basah…" Angel berkata dengan menatap ke arah mereka.


" Maaf Nona tidak bisa, ini ulah dia sendiri yang cari gara-gara. Ini hukuman karena kesalahannya agar dia tak berbuat ulah lagi…" Ucapnya dengan tegas.


" Saya tau tapi kondisi seperti ini tak memungkinkan aku hanya takut jahitannya yang basah malah bermasalah dan itu akan membuat infeksi baru di kakinya…" Angel menjelaskan keadaan yang ada saat ini.


Semua penjaga saling bertatapan mereka sebenarnya juga kasihan tapi mereka juga tak bisa menolak perintah dari atasannya.


" Nona maafkan kami tapi ini sudah menjadi tugas kami untuk membawa tahanan ini kembali setelah operasinya selesai. Jadi kami mohon jangan persulit kami dengan semua yang anda katakan."


" Baiklah tunggu sebentar! Jangan bawa dia pergi begitu saja. Jika saya harus meminta agar tahanan ini tetap di sini saya harus menemui siapa?" Tanyanya dengan menatap ke arah semua orang.


" Angel kau tak perlu melakukan itu, biarkan aku di bawah mereka. Jangan persulit dirimu…" Alex mencegah wanita itu yang ingin menemui seorang.


" Sebaiknya kau diam, aku tak ingin kaki mu infeksi dan itu akan membuatmu menyesal nanti di kemudian hari. Jadi tutup mulut mu!" Katanya dengan sinis.


" Anda bisa menemui Kepala Sipir Nona."


" Baiklah aku akan menemui nya tapi ingat jangan bawa dia dulu tunggu aku…" Angel segera keluar dari ruangan itu meskipun Alex berusaha untuk menghentikannya tapi wanita keras kepala itu masih saja berjalan dan tak memperdulikan Alex sama sekali.