
Malam ini begitu mencengkam kedua saudara yang ingin saling melindungi kini tak berdaya di depan para orang orang yang berkuasa, mereka berdua kini hanya saling bertatapan dengan pasrah apa yang akan terjadi setelah ini."
" Bagaimana kalian suka dengan kejutan ku malam ini?" Bryan tersenyum sinis di antara kedua orang yang saat ini hanya bisa memandang satu sama lain.
Mata mereka seakan mengisyaratkan permintaan tolong tapi mereka tak bisa berkata apa apa dan tak bisa berbuat apa apa selain hanya saling berpandangan.
" Apa yang kau lakukan kepada adikku ha?" Alexander berteriak keras dia tak terima melihat adiknya yang diikat seperti seekor anjing saat ini. " Kau hanya memiliki masalah denganku tapi tidak dengan adikku! Lepaskan dia atau-"
" Atau apa? Kau masih bisa mengancam aku? Nyalimu masih besar Alexander…" Potongnya dengan cepat.
Nafas Alex memburu dia tak tega melihat adiknya yang tergeletak di tanah dengan tengkurap, dia yang ingin menolong adiknya nyatanya tak bisa ketika cekalan pada kedua tangan nya begitu erat dan sangat kasar.
" Lepaskan aku! Lepaskan aku!" Dia memberontak sekuat tenaga tapi nyata nya mereka lebih memiliki kekuatan yang besar untuk menahan sisa tenaga dari Alexander.
" Lepaskan aku brengse* kalian semua akan mati di tangan ku, jangan pernah menyentuh adikku sedikitpun. Seujung rambut nya saja aku akan membalasnya dengan ribuan luka di tubuh kalian…" Ancamnya.
Alexander begitu menyayangi Nicolas siapa saja tak ada yang bisa menyentuh atau melukainya, darahnya mendidik ketika melihat adiknya seperti orang sekarat di depan matanya.
Antoni berjalan mendekati Alexander yang menatapnya seperti ingin memangsa semua orang yang ada di sana. Antoni tak kalah tajam menatap Alexander mata mereka beradu pandang dengan mereka yang ingin menyerang satu sama lain.
Plak!!
Satu tamparan yang keras mengenai pipi Alexander tapi dia tak mengalihkan pandangan nya dia tetap kuat menahan kerasnya tamparan Antoni saat ini.
" Aku rasa dia sangat menyayangi adiknya yang bernama Nicolas ini!" Bryan kini berbicara dengan dia yang berjalan mendekat ke arah Nicolas. Dia berjongkok di depan Nicolas. " Tapi sayangnya rasa sayangmu buta hingga kau menutupi kesalahan adikmu yang tega membunuh wanita yang tak bersalah…" Bentaknya dengan dingin.
Nicolas hanya memejamkan matanya menahan rasa sakit pada rambutnya yang ditarik ke belakang oleh Bryan saat ini. Dia memejamkan matanya begitu erat seakan menahan rasa sakit yang begitu teramat terasa.
" Kau salah orang! Bukan Nicolas yang membunuh wanita itu, tapi Alvero yang membunuhnya…" Alex masih berusaha untuk menutupi kesalahan adiknya dia masih ingin melindungi adiknya dari para orang orang yang saat ini membutuhkan siapa pelaku pembunuhan ini.
" Kau masih ingin melindungi adikmu yang bersalah ini? Dasar."
Bug!!
Hmm!! Hmm!!!
Bryan tidak memiliki rasa yang begitu sabar dia yang masih terus mendengar bahwa bukan Nicolas yang salah kini malah membuat emosinya memuncak, dia dengan keras membenturkan kepala Nicolas ke tanah dengan keras hingga membuat dia berteriak tapi tertahan karena bekapan di mulutnya.
" Akan ku bunuh kau bajinga*."
Plak!!
Bug!! Alexander membenturkan kepalanya kepada kepala Antoni hingga dia mundur seketika merasakan sakit pada kepalanya.
Arrggh…!! Dia berteriak menendang salah satu orang yang menahan tangannya hingga cekalan tangan itu terlepas begitu saja.
Bug!! Sedangkan yang satunya di tinju tepat di matanya hingga dia merasa sakit pada mata bagian kanan hingga cekalan itu lagi lagi terlepas begitu saja.
Bug!!! Alexander menendang perut Antoni hingga dia yang belum siap menerima pukulan itu tersungkur ke tanah dengan segera. Dia berlari menghampiri adiknya yang saat ini sedang menahan rasa sakit pada kepalanya.
" Nicolas bangun! Buka mata mu!" Katanya dengan panik ketika dia sudah terduduk lemas di sebelah adiknya.
Nicolas kini hampir pingsan tapi dia yang mendengar sang kakak berbicara dia membuka matanya dengan dia yang tersenyum sebentar sebelum akhirnya dia benar benar pingsan tak sadarkan diri.
" Nic bangun! Nic…" Teriaknya di sana begitu menyeramkan semua orang.
Matanya menatap tajam, tubuhnya bergetar jantungnya berdegup tak karuan saat ini. Dia melihat Bryan yang berdiri dengan tawa yang keras di sana.
" Akan ku habisi kau Bryan! Kau membangunkan orang yang salah…" Gumamnya dengan meletakkan kepala adiknya di atas tanah.
Dia yang berdiri kini ingin di cekal kembali oleh para Sipir yang tadi terkena pukulan itu. Tapi tangan Bryan memberikan isyarat untuk membiarkan dia maju melawan dirinya.
" Lawan aku! Jika kau menang akan ku bebaskan adikmu ini dan kau harus mengakui bahwa kau pembunuh wanita ku, tapi jika aku kalah maka kau dan adikmu akan tersiksa seperti di neraka…" Tawarannya yang begitu menarik bagi Alexander.
" Ku pastikan adikku yang bebas dari sini."
Arrg!! Dia berlari berteriak dia yang ingin memukul Bryan kini dengan cepat mudah dihindari oleh Bryan. Semua gerakan Alex mudah dibaca oleh Bryan. Sejak kecil laki laki itu sudah dilatih ala militer oleh Suhu cantik, tak dapat diragukan bahwa gerakan dari Bryan sangat sulit di tebak.
Bryan dapat menghindar beberapa kali tapi pukulan Bryan tak dapat dihindari oleh Alex saat ini, dia yang terkena pukulan kini tetap berusaha untuk menjatuhkan Bryan untuk kebebasan adiknya saat ini.
Bug!! Bug!! Bug!! Bug!!
Baku hantam disana tak dapat di hindari lagi, mereka berdua saling menyerang satu sama lain, mereka berdua saling ingin menjatuhkan sama lain. Alex yang sudah berulang kali mendapatkan pukulan masih berusaha keras untuk berdiri.
Bug!! Kini giliran Bryan yang terkena pukulan tepat di wajah tampannya tapi dia masih bisa berdiri dengan tersenyum sinis di sana. Pukulan Alex tak ada sebanding dengan dia yang ingin mengungkap kematian dari orangnya.
Bryan menarik tangan Alex memelintir ke belakang dengan keras hingga terdengar suara yang begitu mengerikan di malam hari ini. Alex kini di dorong cukup kencang hingga dia terjatuh tengkurap di tanah. Dia tak bisa bangun ketika merasakan tangannya yang sangat sakit. Tak hanya di sana Bryan juga kembali menarik satu kaki Alex hingga semua orang juga mendengar suara yang mengerikan itu kembali.
Argh!!!! Teriaknya dengan memukul tanah itu. Semua orang hanya menatap tak ada yang memisahkannya. Bug!! Dia menendang Alex berulang kali hingga dia berbalik dengan rasa sakit pada sekujur tubuhnya.
" Kalian berdua harus merasakan rasa sakit yang dialami oleh wanita itu dan laki laki tua yang kalian bunuh dengan cara mengerikan. Mata dibalas mata dan nyawa dibalas nyawa…" Suaranya kini dingin dia mengatakan hukum rimba yang akan dia lakukan.