
" Kalian tahu kenapa kalian dikumpulkan oleh si bos disini?" Erik saat ini telah berdiri menatap satu persatu orang orang yang ada di sana.
Semua orang yang ada di sana kini menggeleng dengan pelan mereka semua bertanya tanya tapi tak ada yang berani bertanya. Sedangkan Aaron kini duduk di depan mereka dengan dia bergaya angkuh bahkan tangan nya memutar putar senjata api.
" Jangan basa basi!" Timpal James yang juga ada di sana.
James merasa geram karena dari tadi mata Erik seakan menatap ke arahnya dengan tatapan marah bahkan tatapan ingin membunuhnya saat ini. Hanya saja James bisa menahannya saat ini.
" Diantara kita ada orang yang sengaja ingin mengkhianati ku! Bahkan mereka dengan sombongnya merasa tak takut dengan kekuatanku!" Timpal Aaron yang ada di sana.
" Kami tidak tau siapa yang mengkhianati anda Tuan, kami tentu saja tidak berani melakukan hal bodoh seperti yang anda katakan!" Jawab James dengan bergetar karena orang dituduh berkhianat adalah dirinya.
Aaron berdiri berjalan mengelilingi James yang ada di sana, sedangkan James kini merasa dirinya ketakutan dia bergetar hebat karena Aaron berjalan mengelilingi dirinya. Jantungnya berdebar hebat saat ini.
" Kalian harus tau konsekuensi apa harus kalian terima jika kalian bermain main dengan kami…" Dia menekan kata kata nya.
" Erik…" Panggilnya dengan berjalan menjauh dan kembali duduk lagi.
Tap!! Tap!! Tap!!
Suara langkah sepatu yang berlari cepat menuju ke arah mereka yang berkumpul membuat semua mata langsung menatap ke arah samping dengan cepat. Sedangkan senjata api itu kini mengarah ke dua orang yang ada di sana.
Warna merah kini telah berkeliaran di tubuh kedua orang dengan cepat. Semua orang yang ada di sana kini tak percaya bahwa warna merah itu berkeliaran di tubuh kedua orang yang juga ada di sana.
Sedangkan kedua orang itu hanya diam mereka tak gentar bahkan tak memiliki rasa ketakutan sama sekali. Mereka tetap tenang meskipun cahaya merah telah mengitari kedua tubuh kedua orang tersebut.
" Kalian berdua adalah orang yang aku cari dari kemarin tapi kalain yang mengarang cerita agar aku dan James saling menuduh…" Erik yang begitu geram kini dengan cepat ingin menyerang mereka tapi sayangnya dia harus menahan emosinya.
" Jadi kau sudah tau bahwa kami yang mengkhianati kalian?" Jawabnya dengan santai bahkan tak ada kata kata gemetar di setiap nada bicaranya.
" Kami bukan orang bodoh yang tidak tau jika kalian berdua yang tidak bermain main dengan kami."
" Apa maksudnya ini? Aku tak mengerti!" James masih mencerah apa yang terjadi saat ini.
" James orang-orang mu inilah yang ingin melakukan pengkhianatan dan mereka ingin kau yang dikira mengkhianati kami semua."
" Jadi kalian berdua adalah orangnya?" James masih tak percaya dengan apa yang didengarnya saat ini. " Jawab jadi kalian berdua?"
" Mereka tidak akan pernah menjawab karena mereka takut dan berpikir untuk pergi dari sini…" Ujarnya dengan geram.
" Bryan, Antoni, tak ku sangka itu nama kalian berdua…" Timpal Aaron yang duduk santai dengan tenang tapi ketenangannya membuat semua orang takut.
Bryan dan Antoni hanya diam, Antoni kini melirik ke kanan dan kiri memperhatikan untuk lebih waspada, saat ini nyawa mereka begitu terancam hanya saja sang bos tetap tenang dengan wajah yang santai.
" Jadi penyamaranku terbongkar? Terlalu lama kalian menyadarinya!" Bryan tersenyum sinis. " Kalian terlalu bodoh tak sadar siapa lawan kalian!"
" Kalian memang bodoh!"
" Di saat nyawa kalian terancam seperti ini kalian masih saja bisa mengatakan kami bodoh? Sepertinya kau merasa nyawamu terlalu banyak!" Ujar James dengan dia yang menahan emosinya karena dia yang disini yang dijadikan Bryan untuk dicurigai.
Bryan kini tertawa keras dia tak peduli dengan lampu merah kecil yang mengitari tubuhnya saat ini. Sekali tembak saja mungkin nyawa Bryan bisa melayang saat ini tapi Bryan dan Antoni tak memiliki rasa gemetar sedikit pun mereka tetap tenang meskipun hanya mereka berdua di tengah-tengah bahaya saat ini.
" Kalian yang bodoh! Kalian tak melihat dan tak bisa merasakan siapa penyusup di sini, dan untukmu tua bangka, kau tak pantas menjadi bos di sini, harusnya kau sekarang mati di tangan kami tapi karena kami yang masih berpikir membiarkanmu hidup sampai detik ini…" Bryan menekan kata katanya dengan menatap ke arah Aaron.
Kini Aaron bukannya marah tapi dia malah membalas perkataan Bryan dengan tertawa keras dia mengira kedua laki laki mudah yang di depannya saat ini memiliki jiwa pemberani yang tak perlu diragukan lagi saat ini.
" Keberanian kalian perlu aku akui, tapi sayangnya kalain masuk di kandang yang salah. Seharusnya kalian mencari tau siapa musuh kalian sebelum kalian masuk ke dalam sini."
" Kami tak perlu mencari tau siapa kalian? Siapa yang berani mengusik kami maka itu adalah lawan kami…" Timpal Antoni yang juga ada di sana.
" Katakan pada bosmu bahwa kalian tak akan bisa keluar dengan nyawa yang masih utuh, ku pastikan nyawa kalian akan berakhir di sini…" Ancam Aaron yang memutar pistol di tangan nya.
Bryan dan Antoni kini sama sama tertawa yang membuat semua orang yang ada di sana kini saling menatap seakan kata kata dari bosnya adalah hal lucu bagi mereka berdua.
" Asal kalian tau aku adalah bosnya di sini, aku sendiri yang akan menghadapi kalian. Kita lihat siapa yang akan mati disini, kami berdua atau kalian semua."
Aaron terdiam bahkan Erik serta James juga sama terkejutnya ketika mendengar bahwa laki laki mudah yang ada di depannya ini adalah bos yang ingin menghancurkan mereka saat ini.
" Siapa kalian sebenarnya?" Erik kini penasaran siapa kedua orang yang ada di depannya saat ini. " Kami tak memiliki musuh dengan anak mudah seperti kalian!"
" Kalian mungkin tak memiliki musuh disini atau tak memiliki musuh anak mudah seperti kami, tapi cucumu yang memiliki masalah dengan kami."
Aaron langsung berdiri ketika mendengar kata kata cucu. " Apa yang kau maksud? Di mana Nicolas?" Dia yang maju langsung mencengkram kaos yang digunakan oleh Bryan.
" Nicolas? Siapa Nicolas?" Bryan kini pura-pura tidak tahu. " Antoni siapa Nicolas?" Kini dia melempar pertanyaan ke arah Antoni.
" Nicolas?" Antoni kini pura-pura untuk berpikir sebentar. " Ah Nicolas bukankah dia laki laki yang kita sekap karena dia yang sudah membunuh orang kita bos?"
" Sekap? Jadi kalian yang menyekapnya?"
Bryan kini mendorong tubuh Aaron dengan keras hingga membuat dia mundur dan hampir jatuh. Aaron terlihat begitu terkejut.
" Kalian ingin menembak kami? Maka tembak kami!" Tantang Bryan dengan merentangkan tangan nya untuk siap peluru itu menembusnya.
" Kami mati maka Nicolas dan Alexander akan mati juga!"
" Katakan apa yang kalian maksu-"
Duar!!!!