Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Rencana Awal 2



Erik dengan dada naik turunnya dia merasa kesal dengan laki laki yang berkulit hitam tersebut. " Dia pikir dia siapa bisa menuduh ku seperti itu? Apa dia pikir aku akan bermain-main dengan kelompok ku sendiri…" Dia mengusap kasar wajahnya dengan nada yang emosi.


" Lihat saja jika aku sudah menemukan siapa orang yang ada di balik ini semua kau akan malu karena menuduh aku! Tapi tunggu dulu, atau jangan-jangan dia sendiri yang ada di balik ini semua!" Erik kini menuduh balik ke arah James yang saat ini sudah pergi dari depannya.


" James kau lihat saja aku akan membongkar nya di depan Tuan Aaron!" Sambungnya dengan mengepalkan tangannya.


Erik yang sekarang malah menuduh balik ke James kini berputar otaknya saat dia yakin bahwa ini ada campur tangan dari laki laki tersebut. Tapi kemudian dia ingat sesuatu, dengan langkah cepat dia menuju ke tempat orang yang menjadi saksi sesuatu.


" Tuan Erik ada apa anda kesini?" Di dalam rumah belakang itu hanya ada Bryan yang saat ini sedang berusaha bangun dari ranjangnya.


" Kau tak perlu bangun! Berbaringlah aku yakin seluruh tubuhmu masih terasa sangat sakit…" Erik yang saat ini sengaja menemui Bryan segera duduk di kursi kecil yang ada di samping ranjang tersebut.


Aku yakin James sudah mengatakan yang ada di pikirannya, dan tak ku sangka kau lebih cepat datang dari perkiraan ku saat ini. Batin Bryan dengan dia yang tersenyum menang di hatinya.


" Di mana temanmu yang satunya lagi?" Erik menatap sekelilingnya dan tak ada siapapun di sana.


" Saudara ku sedang berjalan-jalan Tuan, dia merasa bosan sedangkan yang lain aku rasa sedang bersama  Tuan James!" Erik hanya mengangguk.


" Saudaramu tak terlalu terluka?" 


" Untungnya tidak Tuan, kalau saya terluka parah karena saya sendiri yang melawan pimpinan FBI tersebut…" Tentu saja Bryan berbohong padahal aslinya dia tidak terlalu merasakan sakit hanya saja saat ini dia sedang berusaha agar rencananya berhasil.


" Ada hal yang ingin saya tanyakan kepada kalian sebenarnya tapi sepertinya saudaramu itu tak ada…" Erik merasa kecewa karena hanya ada Bryan yang saat ini terbaring menahan rasa kesakitan pada tubuhnya.


" Tanyakan kepada saya jika saya bisa menjawab maka saya akan menjawab nya Tuan Erik."


Erik hanya diam dia tak mengatakan apapun saat ini dia sedang berpikir dari mana dia harus bertanya. 


" Tuan Erik apa ada yang mengganggu pikiran anda?" 


" Sebenarnya banyak yang mengganggu pikiran ku hanya saja aku ingin bertanya tidak tau dari mana aku harus bertanya. Masalah dari kemarin membuat ku pusing…" Memang terlihat jelas bahwa wajah Erik saat ini begitu frustasi dia tak dapat menyembunyikan rasa cemasnya saat ini.


" Apa ini masalah tentang pengkhianat yang ada di sekitar kita…" Tebaknya dengan tepat.


Erik kembali mengusap wajahnya dengan kasar lagi lagi dia hanya mengangguk. Memang benar bahwa saat ini pikirannya sedang berusaha keras untuk mendapatkan nama satu orang yang sedang ingin bermian main di sana dengan mereka.


" Apa ada hal yang lain kau dengar saat kemarin kalian di sergap oleh para FBI?, Aku hanya ingin satu nama yang ada di balik ini semua…" Tanyanya dengan penuh harapan.


Erik berharap bahwa ada petunjuk tentang pengkhianat yang saat ini. Dia tak suka dengan ini semua, gara gara dia harus disudutkan oleh dua orang sekaligus. Padahal semua orang tau seperti apa setianya laki laki tegap yang bernama Erik tersebut.


" Tuan maafkan saya hanya saja saat ini aku dan saudara ku adalah saksi hidup dari pembicaraan kemarin, jika aku berkata semuanya maka saya takut keselamatan saya dan saudara saya."


" Jadi sebenarnya kamu tau siapa dalang semua ini?" Erik begitu sangat penasaran ketika Bryan seakan ketakutan untuk berkata. " Aku janji akan melindungi kalian berdua!" 


" Tapi aku janji untuk melindungimu dan saudaramu itu! Aku dan Tuan Aaron masih bisa melindungi kalian meskipun kita bukan orang asal sini…" Erik menyakinkan Bryan saat ini. Dia begitu menyakinkan agar saksi nya untuk mengatakan semuanya.


" Tuan saya sebenarnya takut tapi saya juga merasa orang yang berkhianat perlu diberi hukuman agar dia bisa untuk merasakan sakitnya ketika orang-orang tadi mati di depan ku…" Bryan menatap ke arah Erik dengan tajam.


" Kita akan bersatu untuk menangkap orang yang berkhianat. Maka katakan siapa?"


" Tuan Erik saya sebenarnya juga tidak tau jelas dan tidak yakin siapa di balik ini semua  hanya saja saya sempat mendengar pimpinan FBI itu berkata."


" Kamu tak perlu datang kesini mereka mengira kau adalah orangnya jadi nyawamu akan terancam jika kau datang. Tapi jika kau datang bersama orang-orang dari bosmu maka datanglah. Aku akan membunuh mereka semua."


" Entah apa yang mereka bahas aku juga tidak terlalu yakin Tuan tapi."


" Jadi kau tidak berhasil membawa mereka datang kemari, baiklah kau tak perlu datang kemari, karena aku juga tidak butuh kau datang. Yang aku butuhkan orang-orang bos mu. Aku pergi sekarang "


Tangan Erik mengepal kuat dengan apa yang didengar. Dia sekarang yakin dengan pembicaran yang dimaksud oleh Bryan saat ini. Matanya melotot tajam saat ini. Bryan hanya tersenyum sinis dengan dia yang  hampir berhasil saat ini.


" Tuan apa anda tau sesuatu tentang yang saya maksud?" 


" Saya tau siapa pelakunya tapi saya tidak ingin gegabah untuk menangkapnya, saya akan mencari bukti yang kuat untuk mencari bukti yang menyeret dia…" Katanya dengan penuh penekanan. 


" Saya akan membantu anda untuk mencari nya Tuan, anda tenang saja kami berada di pihak anda."


" Baiklah terima kasih! Aku pergi sekarang…" Erik langsung pergi meninggalkan Bryan yang saat ini penuh dengan kemenangan. 


Flashback On


" Bos saya mulai percakapan mereka!" Seseorang yang menggunakan earphone mulai mendengar percakapan antara Erik dan James yang saat ini sedang bersitegang. 


Tak ada yang tau bahwa rumah besar itu kini penuh dengan alat-alat penyadap yang langsung mengarah ke arah orang-orangnya.


" Perkataan mereka akan kita gunakan untuk mengadu mereka berdua. Kita akan menghancurkan mereka saat ini."


" Dan Bryan sebentar lagi akan ada bom yang meledak dan ingat ada kejutan untuk mereka."


" Aku tak sabar melihat wajah mereka yang akan menerima kejutan yang sangat indah untuk mereka semua."


Flashback Of 


Bryan mengingat kenapa dia bisa tau semua apa yang mereka katakan pada waktu itu. Bryan tersenyum miring dengan dia yang penuh dengan kemenangan saat ini. 


Perlahan kalian akan hancur, kalian tunggu saja waktunya.