
" Keluar! Kalian semua kami keluarkan dari sini…" Suara para sipir itu membuat orang orang yang ada di tahanan tikus itu merasa heran.
" Apa masa hukuman kami selesai?" Salah satu dari mereka bertanya dengan heran.
" Jangan banyak tanya!" Bentaknya.
Bryan yang juga di suruh keluar kini hanya mengikuti apa yang mereka katakan tapi langkah mereka semua terhenti ketika orang yang ada di sel satu itu masih berada di sana tak ada yang melepaskannya.
" Tunggu! Kenapa dia tak ikut kami juga keluar dari sini…" Bryan langsung bertanya ketika semuanya keluar tapi hanya satu orang yang masih bertahan di sana.
" Dia belum menyelesaikan masa hukumannya, sedangkan kalian sudah selesai dengan masa hukumannya. Kalian boleh bergabung dengan para tahanan yang lain."
" Bagaimana mungkin dia belum selesai! Saya datang dia sudah ada di sini."
" Ya betul! Aku juga datang dia juga ada di sini."
" Dan saya juga datang mereka berdua juga sudah ada di sini. Berarti harusnya dia juga keluar bersama kami…" Bryan menatap kearah sipir dengan penuh tanda tanya.
" Jangan banyak tanya! Ayo keluar!" Mereka di dorong paksa oleh para sipir itu.
Laki laki yang berada di dalam sel itu kini tertawa keras. " Mereka tak akan mengeluarkan ku sebelum aku mengakui kesalahan yang tak aku lakukan…" Suara gemetar dari sosok laki laki yang saat ini sudah tak berdaya membuat semua orang menatapnya.
Bryan kini langsung mendorong salah satu sipir dengan cukup keras membuatnya hingga terpental jauh dari sana. Bryan berlari ke arah orang yang ada di sel dengan menatapnya langsung.
" Katakan bahwa kau tahu sesuatu tentang kasus pembunuhan masalah perampokan dan penculik gadis itu?"
Orang itu melotot mendengar apa yang di katakan oleh anak muda itu. " Katakan sesuatu!"
" Banyak hal yang aku ketahui."
" Aku Bryan aku akan mencari cara membawa mu kabur dari sini…" Ujarnya dengan pelan.
" Ayo keluar! Jangan macam macam kau di sini…" Bryan kini akhirnya di tarik paksa oleh para sipir itu.
Bryan menatap orang itu dengan mengangguk pelan yang dibalas dengan anggukan juga. Bryan kini merasa lega setidaknya dia menemukan orang yang dia cari, tak percuma perjuangannya masuk ke sini pikirnya.
Sedangkan di ruangan yang awal nya dingin kini menjadi panas, ucapan yang di katakan oleh komandan itu nyatanya malah menjebak dirinya sendiri.
" Apa maksud ucapanmu?" Tanyanya dengan menekan kata kata nya lagi.
" Maafkan saya Jenderal tapi saya tak bermaksud apa apa! Hanya saja saya yakin bahwa apa saya katakan benar. Mereka tak akan berani macam macam karena kasus ini sudah sampai ke pihak polisi…" Elaknya dengan cepat.
Tetapi Jenderal kali ini tak percaya dengan apa yang dia katakan, dia masih ragu dengan apa yang di katakannya. Jenderal yakin ada sesuatu yang harus dia selidiki sendiri saat ini.
" Dengar Komandan kau adalah orang yang aku percaya di sini dan kau juga orang yang paling disegani! Jika kau terlibat yang menyalahi aturan maka kau akan di pecat tidak hormat…" Ancamnya dengan tegas.
Tetapi ketegasan yang dikatakan oleh komandan itu nyatanya tak membuat dirinya percaya begitu saja. Hati kecilnya saat ini berkata sebaliknya bahwa ada sosok yang melindungi para pelaku dengan kekuasaan yang cukup bagi mereka menyembunyikannya.
" Jika begitu aku akan pergi, beri info apapun kepada ku…" Jenderal itu harus segera pergi dia ingin menyelidiki masalah ini sendiri.
Jenderal itu kini melangkah tapi dia berhenti kembali dengan menatap kearah bawahannya dengan pemikiran yang tak bisa di tebak oleh siapapun.
" Dengar jika kamu terbukti satu kejahatan yang memberatkan orang yang tak bersalah maka ku pastikan kau akan mendapatkan hukuman yang setimpal. Tapi jika kau tak ingin mendapatkannya maka segera urus surat pengunduran dirimu sebelum aku mendapatkan bukti bukti nya."
Komandan itu kini langsung pergi meninggalkan komandan yang hanya diam dengan rasa takutnya. Dia juga merasa takut jika jabatannya dan seragamnya dilepas oleh negara secara tidak hormat.
Tapi dia juga tak memiliki pilihan lain kecuali melindungi adiknya yang terlibat dalam kasus. Jika adiknya tertangkap tak hanya adiknya yang mendapatkan malu tapi dia yang sebagai kakak juga akan sangat malu, tapi harusnya dia juga mengerti bahwa apapun yang saat ini terjadi tidak pandang siapa yang bersalah.
Sial, jika Jenderal mendapatkan bukti yang aku tutupi maka habislah aku. Batinnya dengan keluar dari ruangan itu.
Di lapangan tahanan tersebut semua para tahanan telah berkumpul semuanya telah membaur menjadi satu. Antoni yang duduk di salah satu kursi menatap satu persatu orang dia juga mencari orang yang di maksud bosnya tapi sayangnya dia tak menemukannya.
Antoni merasa lega ketika melihat bosnya yang juga ada di sana. Antoni segera menghampiri bosnya saat ini.
" Bos anda tak apa?" Tanyanya dengan pelan.
" Tak apa! Kenapa dengan wajahmu?" Tanyanya balik ketika dia menatap wajah asistennya itu.
" Anda benar mereka semalam menyerang ku…" Antoni kini menceritakan kejadian semalam hingga ada yang meninggal saat itu. " Tapi aku tak mendapatkan siapa nama yang menyuruh mereka menyerang ku."
Bryan menghela nafasnya dengan kasar dia juga menceritakan kepada Antoni bahwa dia telah menemukan orang yang dicari di tahanan tikus. Dia juga menceritakan apa yang terjadi kepadanya di sana.
" Aku yakin bahwa komandan sial itu ada di balik ini semua!" Ucapnya dengan geram.
" Anda benar bos! Saya rasa dia juga merencanakan sesuatu untuk kita berdua."
" Sekarang kita harus pikirkan bagaimana caranya membawa kabur dia agar dia tetap hidup. Dia adalah saksi hidup kita sekarang, aku yakin dia mengetahui semuanya yang tak kita ketahui dia kunci kita sekarang."
" Aku tadi mendapatkan informasi bahwa nanti aku akan kedatangan pengacara yang ingin bertemu. Aku rasa itu Tuan Albert, dan aku akan mengatakan kepadanya agar dia bisa menyusun rencana untuk kita."
Bryan mengangguk dengan setuju. " Kita harus bergerak cepat sebelum dia yang bertindak membunuhnya. Katakan malam ini kita harus bergerak. Aku memiliki firasat yang tidak tidak…" Antoni juga mengangguk mengerti dengan apa yang di katakan oleh bosnya saat ini.
" Kau lihat saja Komandan nyawa mu sekarang ada di tangan ku. Aku tak akan main main dengan mu kali ini…" Gumamnya dengan pelan.
" Bersikaplah sok tegas sekarang tapi ku pastikan kau tak akan memiliki wibawa jika aku menemukan kau ada di balik ini semua. Kau akan mati dengan cara lebih mengenaskan…" Sambungnya dengan menatap kedepan.
Hai selamat malam semuanya 🤭 untuk hari ini up satu bab dulu ya karena rewang 🤣buat ke uwuan nya abang Bryan dan Neng Sarah sabar ya ini masih otw kabur untuk abangnya 😁