Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Kabur 2



Flashback on


" Angel jangan berbuat hal yang tak mungkin!" 


" Apanya yang tak mungkin Alex! Ini sudah menjadi keputusanku!"


" Angel dengar! rencanamu itu akan membuat karier serta nama yang kau bangun dengan apik akan hancur dalam hitungan menit jadi jangan lakukan apapun untukku!" 


" Tapi ini semua salahku! Jika saja aku tak mengatakan apapun kamu tak mungkin seperti ini. Aku tak bisa melihatmu tersiksa di sini lagi, mereka tak memiliki hati, mereka menginginkan kamu mati!" 


" Aku tahu! Aku tahu! Maka biarkan mereka membunuhku! Biarkan! Tapi aku mohon pergi dari sini jangan membuat rencana apapun saat ini. Semuanya akan hancur jika kau tetap melakukan ini."


Kedua orang itu berdebat hebat, Angel yang bersikeras membawa kabur Alex yang saat ini tak berdaya untuk berdiri saja laki laki itu menahan rasa sakit pada kedua kakinya. 


" Jangan lakukan apapun! Jangan berpikir untuk membawa ku kabur!" Katanya dengan menyakinkan.


Angel hanya menatap Alex dengan geram dia yang sudah berpikir matang matang kini malah dimentahkan oleh laki laki yang kemarin ingin memintanya untuk membawa dirinya kabur. Angel tak menjawab apapun dia hanya berdiri dengan muka kesal lalu meninggalkan Alex yang menatapnya.


" Angel batalkan semua rencanamu itu! Jangan berbuat yang tidak mungkin!" Ucapnya dengan pelan.


Angel pergi begitu saja meninggalkan Alex yang hanya bisa berbicara pelan tanpa memperdulikan apa yang dikatakan Alex saat ini.


Bugh!!


Alex memukul lantai itu dengan geram dia sebenarnya takut apa yang dilakukan Angel saat ini tapi dia juga ingin kabur dari sini. Semuanya berputar putar di otaknya semuanya menjadi bimbang dan ketakutan yang tak bisa diungkapkan.


" Aku tak bisa egois! Aku tak mungkin mengiyakan ajakan Angel tadi meskipun aku menginginkan kabur dari sini…" Gumam nya dengan dia yang berusaha untuk bangun dari duduknya.


Alex meringis kesakitan dia yang sudah berdiri bertahan agar kedua kakinya bisa berdiri dan berjalan meskipun harus menahan rasa sakit akibat pukulan serta luka tembak yang ia dapatkan kemarin. Alex membuang nafasnya dengan kasar berharap wanita tadi tak memikirkan hal yang merugikan dirinya sendiri.


Sedangkan Angel saat ini berada di dalam ruangannya dia mondar mandir di sana, dia menahan rasa kesalnya karena rencana yang telah ia susun harus ditolak oleh Alex.


" Dia yang meminta nya sekarang giliran aku sudah membuat rencana dia yang tak ingin! Apa mau laki laki itu!" Dia menghempaskan panta* nya di kursi miliknya dia menahan rasa kesal.


Malam ini rencana besar akan terjadi, di mana semuanya telah disiapkan oleh Angel. Wanita cantik itu tak peduli dengan apa yang akan terjadi setelah ini, dia tak peduli namanya akan hancur dalam hitungan menit, tekad nya bulat meskipun sebenarnya dia juga merasakan ketakutan yang mendalam. 


Tengah malam ini dia mengamati situasi, dia melihat sekitar untuk merencanakan aksinya. Dia menatap ke kanan dan ke kiri, menatap ke belakang dengan jantung yang tak berdetak kencang. Ini hal yang pertama yang ia lakukan, hal gila yang pertama ia perbuat. 


Dia menutup matanya menarik nafasnya membuka matanya sebentar dan menatap sesuatu yang ada di atas, melihat sesuatu yang menjadi salah satu rencananya. Angel dengan cepat mengeluarkan benda kecil yang juga bagian dari rencananya. 


Kring!! Kring !! Kring!! 


Suara alarm kebakaran pun berbunyi dengan keras, Angel juga berlari dan melakukan hal itu lagi di beberapa titik hingga membuat semua para sipir berlari mencoba menyelamatkan para tahanan yang saat ini juga berteriak meminta keluar dari sel mereka masing masing. 


" Alex bangun! Ayo kita harus pergi dari sini!"


" Apa yang kamu lakukan di sini?"


" Jangan banyak bertanya, ayo kita harus segera pergi dari sini…" Ajaknya dengan dia membopong Alex dengan paksa. 


" Angel kita akan ketahuan! Tak cuma aku yang akan mereka siksa tapi kamu juga akan mereka siksa."


" Jika kamu tak ingin kita tertangkap maka ayo segera bangun dan kita harus segera pergi. Jangan pikirkan hal lain, kita harus pergi…" Tak ada pilihan lain selain Alex harus mengikuti apa yang dikatakan oleh Angel saat ini. 


Dengan kaki yang terasa sakit dia berusaha untuk jalan bersama Angel yang terus membopongnya. Mereka sedikit berlari menahan rasa takut menahan rasa sakit hanya doa yang ada di hati mereka saat ini. 


" Ayo ayo!" Suara sipir dari kejauhan membuat Angel dan Alex bersembunyi. Mereka tak boleh ketahuan mereka harus hati hati. 


" Blok C harus segera dieksekusi dengan cepat…" Perintahnya. 


Angel dan Alex yang bersembunyi di salah satu lorong kini melihat keadaan kembali dan keadaan aman. " Alex kita harus segera lari dari sini, sebelum mereka sadar bahwa ini hanya tipuan."


" Kau ingin kita lewat depan?" Angel mengangguk. " Kita akan tertangkap!"


Angel terdiam. " Tak ada jalan lain Alex, jika kita lewat belakang maka kita yang akan tertangkap. Jalan belakang pasti sudah dijaga pasukan bersenjata."


Alex juga terdiam dan berpikir. " Tak ada jalan lain kita harus mengikuti rombongan orang orang yang dikawal oleh sipir itu. Tapi kita harus menunggu orang orang blok D atau E karena blok kedua itu yang narapidana paling banyak, jika blok C hanya sedikit."


" Jadi kita harus menunggu blok D atau blok E lewat?" Alex mengangguk. " Tapi kita tak tahu mereka yang mana?"


" Aku tahu! Mereka yang membedakan hanya baju nya…" Kedua orang itu kini berusaha untuk menunggu meskipun keduanya begitu cemas. 


Suara sepatu serta suara teriakan membuat kedua orang itu saling menempel untuk bersembunyi. " Angel kita harus gabung mereka sepertinya Blok C sampai E jadi satu."


Sepertinya keadaan menguntungkan kedua orang yang saat ini berencana untuk kabur dari tahanan yang mengerikan. Alex dan Angel saat ini menunduk dan bergabung dengan mereka yang saat ini berlari. 


Mereka kini berlari dengan cepat para tahanan itu kini telah keluar dari, mereka telah diamankan. " Kita harus pergi secara diam diam dan hati hati…" Alex mengangguk. 


Tak ada yang memperhatikan kedua orang yang paling belakang saat ini, Alex dan Angel dengan mudah meloloskan dari para narapidana yang telah keluar dan diamankan. 


Flashback Of


" Jadi benar ini semua rencana Angel…" Nathan mengepalkan tangan nya melihat CCTV di depan nya. 


Angel dan Alex melupakan bahwa ada CCTV yang merekam semua yang mereka lakukan. Tapi sayangnya tak ada yang menyadari bahwa kedua orang itu lolos meskipun semuanya telah diawasi oleh CCTV.