Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Balas Dendam 3



" Jangan sentuh adik ku!" Kata nya dengan penuh penekanan.


" Kau bicara dengan kami?" Orang itu menusuk perut Alex berulang kali menggunakan tongkat nya.


" Jangan sentuh adikku, aku akan mengakui semuanya aku akan melakukan apa yang kalian perintahkan, asal kalian melepaskan adikku!" Ucapnya dengan penuh memohon. Dia tak ingin melihat adiknya seperti itu.


Dapat terlihat jelas dari mata nya bahwa Alex begitu mengkhawatirkan adiknya, dia panik bukan main ketika dia melihat adiknya saat itu terbaring di lantai dengan terikat bersama kursi. Dia tak berdaya.


" Aku hanya ingin satu nama! Siapa pelaku yang membunuh-"


" Aku!" Alex dengan cepat memotong apa yang ingin dikatakan oleh algojo itu. " Aku yang membunuhnya, hukum saja aku. Aku akan melakukan apapun untuk menebus kesalahan ini semua."


Semua orang yang ada di sana tertawa keras mereka tak ada yang memiliki belas kasihan sedikit saja kepada Alex. Melihat Alex yang memohon seperti itu membuat kebahagian tersendiri bagi mereka.


Bug! Bug! Algojo itu kembali menghajar Alex dengan cepat dan keras, dia tak peduli bahwa Alex meringis kesakitan bahkan dia berputar di sana ketika tongkat menghantam berulang kali. 


Bug!! Bug!! Setelah puas dengan tubuhnya kini algojo itu menyasar wajah Alex yang sudah mengeluarkan darah segar dari hidung bahkan dari dahi nya. Dia tak peduli Alex yang sudah lemas tak berdaya tak memiliki tenaga sama sekali. Rasa sakit seakan tak akan mudah hilang dari tubuhnya. 


" Aku tak butuh namamu untuk mengakui kesalahan adikmu yang bajinga* itu. Jadi percuma kau membela dia…" Dia melepaskan cengkraman itu dengan kasar hingga membuat kepala Alex sedikit terhempas ke kanan. 


Dia lemas bahkan tubuhnya sudah tak berdaya, tangan nya yang terangkat membuat dia tetap berdiri andaikan tangan nya tak terikat dapat dipastikan bahwa dia sudah terjatuh ke lantai.


" Lepaskan adikku! Aku yang akan menanggung semuanya…" Ujarnya dengan lemas dan dia pingsan seketika. 


Layar itu secara otomatis mati sendiri, membiarkan Alex yang pingsan karena siksaan yang mereka lakukan. Hari ini mungkin cukup untuk menyiksa mantan komandan polisi itu. 


Algojo itu melihat wajah Alex menyentuh rahangnya lagi. " Nyawanya hampir melayang tapi dia tak ingin mengatakan bahwa adiknya yang bersalah dan dia ada di balik dalang ini semua."


" Dia sangat menyayangi adiknya…" Desis nya salah satu algojo yang ada di sana.


Algojo yang satunya kini mengangguk membenarkan apa yang dikatakan temannya adalah kebenaran. " Bereskan semuanya, kita akan pergi."


Kedua algojo itu langsung membuka topeng dan segera pergi dari sana. Dengan gaya angkuh dan dingin mereka keluar dari ruangan rahasia yang ada di dalam kantor khusus tahanan itu.


" Kenapa dengan mereka?" Orang itu bertanya ketika melihat beberapa orang yang saat ini tengah di cambuk oleh sipir.


" Mereka dihukum karena mereka membuat keributan di blok nya…" Jawab salah satu sipir yang mengantar laki laki dua itu pergi.


" Tapi apa perlu di cambuk?" 


" Jika cambuk yang berkata berarti mereka membawa senjata!"


" Ha? Senjata?"


" Ayolah Son jangan terkejut seperti itu."


" Tapi mereka adalah wanita Ayah bagaimana bisa mereka bertengkar dengan membawa senjata."


" Mereka mencari yang lebih kuat untuk menjadi ratu yang ada di sana Tuan! Anda tak perlu kaget melihat pertengkaran antara wanita bahkan wanita lebih menyeramkan jika sudah bertarung untuk mempertahankan posisi di sini…" Sipir itu juga menjelaskannya.


Antoni hanya diam dengan mendengarkan mereka menjelaskannya, dia baru tau bahwa tak hanya laki laki yang ingin memiliki kekuasaan tapi seorang wanita juga ingin memiliki kekuasan di sini.


" Tuan Andre dan Tuan Antoni saya hanya bisa mengantar sampai disini, jika ada apa apa kabari saya."


" Baiklah! Ingat jangan sampai dia mati. Karena kami masih belum mendapatkan bukti bahwa adiknya adalah pelakunya dan dia ada di balik ini semua…" Sipir itu mengangguk mengerti dengan apa yang dikatakan oleh bos nya saat ini.


Andre dan Antoni adalah algojo yang tadi menyiksa Alex, mereka berdua yang saat ini ditugaskan untuk menyiksa Alex untuk mendapatkan bukti bahwa adiknya adalah pembunuh yang ditutupi selama ini.


" Ayo kita pergi…" Mereka berdua kini pergi meninggalkan tahanan itu dengan segera. Sedangkan Antoni masih memikirkan bahwa tak hanya laki laki yang bisa mempertahankan posisinya dengan cara kekerasan tetapi wanita juga bisa mempertahankannya.


" Apa yang kau pikirkan? Dari tadi kau hanya diam?" Saat ini Ayah dan anak nya tengah duduk di dalam mobil dengan mereka akan menuju ke sebuah markas besar untuk melihat tawanan satu nya.


" Tidak ada Yah! Tapi aku masih tak menyangka bahwa tak hanya laki laki yang bisa memakai kekerasan untuk mempertahankan posisinya tetapi ada juga pihak wanita yang mampu melakukan hal itu…" Dia mengatakan apa yang ada di pikirannya.


" Kau masih mudah Antoni kau belum tau apa yang bisa dilakukan semua orang untuk mempertahankan hidup mereka. Terkadang kau harus tahu bahwa mereka bisa melakukan berbagai cara untuk mempertahankan hidup mereka meskipun mereka harus menghilangkan nyawa seseorang."


" Apa Ayah pernah bertemu dengan wanita yang seperti itu?" Tanyanya dengan penasaran.


Andre hanya tersenyum tipis. " Mungkin kau nanti yang akan bertemu dengan wanita seperti itu! Jika kau bertemu dengannya kau akan kewalahan menaklukannya karena wanita seperti itu tak mudah ditaklukan."


Antoni terdiam dia berpikir sejenak sebelum dia akhirnya dia tersenyum dan menatap Ayah nya yang sedang mengemudi.


" Akan lebih tertantang mendapatkan wanita seperti itu Yah daripada wanita yang manja."


" Nanti mungkin kau akan bertemu dengan wanita yang tepat untukmu Son! Jadi jangan berpikir yang tak ada di depanmu."


" Ayah awas!" Antoni berteriak pelan ketika tiba tiba ada seorang yang berlari di depan mobilnya. Andre juga dengan cepat menghentikan mobilnya. " Dasar wanita gila."


Kedua laki laki itu turun dari mobil dengan rasa kesalnya mereka menatap seorang yang berjongkok di depan mobil mereka saat ini. " Dasar gila! Kau ingin bunuh diri!" Antoni berteriak.


" Hari ini adalah hari sial mu!" Kedua polisi yang berpakaian lengkap langsung menarik orang itu.


" Awas kau ya! Gara gara kalian aku tertangkap! Fu*k…" Orang itu malah balik marah kepada Antoni dan Andre yang berdiri di sebelah mobil.


" Dasar orang gila! Kau yang salah tapi menyalahkan orang lain! Dasar gila…" Antoni kembali berteriak keras karena dia kesal karena di maki.


" Sudahlah ayo masuk!" 


" Dia itu gila Yah! Untung saja Ayah cepat menghentikan mobilnya jika tidak dia bisa tertabrak dan kita yang akan mendapatkan masalah karena ulahnya."


" Jangan terlalu diambil hati! Dia salah satu orang yang terkadang bisa berbuat nekat untuk melindungi dirinya."


Bersambung besok ya mak Mince lagi repot karena saudara ada yang nikahan 🤭