
“ Apa yang terjadi?”
“ Dia kabur... argh....” Dia kembali berteriak cukup keras menahan rasa sakit.
“ Ayo kita kerumah sakit.”
“ Tidak! Kejar dia!”
“ Biarkan orang orang yang mengejarnya...” Rekan nya itu menghubungi orang orang nya yang masih berada di depan jalan masuk.
“ Tahanan kabar! Cari dia sampai dapat!” Perintah itu langsung menyebar ke semua orang yang sudah siap untuk berjaga jaga.
Orang itu dengan segera membawa rekan nya kerumah sakit dengan sesekali berteriak menahan rasa sakit pada matanya karena kaca tersebut yang masih ada di mata.
“ Kau harus hidup.”
“ Aku akan tetap hidup karena aku akan melakukan hal ini juga kepada bajinga*n itu. Aku terlalu baik membiarkan dia hidup…" Ucapnya dengan emosi.
“ Jangan pikirkan orang itu, saat ini orang orang kita sudah mencarinya. Dia tidak akan kabur dari sana.”
" Dia harus tertangkap lagi. Katakan pada mereka bahwa mereka harus berhasil membawanya lagi karena aku akan melakukan hal sama padanya… " Orang itu menekan kata kata nya dengan dia yang menahan rasa sakit pada matanya.
Sedangkan Nicolas kini yang keluar dari kabin itu menutup matanya karena silau matahari yang langsung mengenai dirinya. Sudah beberapa bulan dia tak keluar hingga membuat hawa panas seakan menolak ke tubuhnya.
“ Aku harus bisa keluar hidup hidup dari sini, dan aku tak boleh tertangkap...” Gumam nya dengan berjalan sempoyongan.
Rasa lemas pada dirinya serta kakinya membuat dia tak bisa berjalan cepat, dia berulang kali terjatuh ke tanah dengan mudah. Tapi Nicolas masih berusaha untuk bangun dengan sisa tenaga yang masih ia punya. Harapannya saat ini dia harus keluar dari sana.
Matanya melihat sekelilingnya yang dipenuhi dengan pohon pohon besar serta jalan yang semua hampir sama, dia mencoba melihat dan ingin mencari jalan keluar tapi semakin dia jalan maka jalan nya akan kembali ke tempat dia semula. Semakin dia masuk hutan maka semakin tak menemukan orang yang bisa membantunya saat ini.
“ Kau menemukan nya?” Suara yang tak jauh dari tempat Nicolas berdiri kini membuat Nicolas panik bukan main. Dengan langkah pelan dia berusaha untuk bersembunyi di balik pohon yang ada di depan nya.
“ Aku tak menemukan nya! cuaca berapa hari ini begitu panas hingga tanah pun mengering.”
“ Dan kita sulit menemukan jejak langkah kaki orang itu.”
“ Tapi seharusnya dia masih ada di sekitar sini, karena jalanan terlihat sama.”
“ Kau benar. Seharusnya dia masih berada di sekitar sini, jadi kita harus berusaha mencarinya hingga ketemu. Jika tidak, maka habislah kita.”
“ Kau benar. Alexander juga kabur dari tahanan dan sekarang adiknya juga kabur, maka kita akan mendapatkan amukan dari singa.”
Deg!!
Kakak kabur dari tahanan?
“ Ayo kita harus segera temukan Nicolas sebelum hari gelap...” Semua orang mengangguk dengan segera. Beberapa orang kini mulai berpencar mencari orang yang telah kabur dari tahanan mereka saat ini.
Nicolas berusaha untuk berdiri kembali dia harus keluar dari sana bagaimana pun cara nya. “ Aku harus keluar dari tempat ini, bagaimanapun cara nya...” Tekadnya sudah yakin bahwa dia harus keluar dari sana.
Orang orang itu terus menelusuri hutan tersebut, mencari Nicolas kedalam hutan. Pergerakan yang membuat dua orang itu terhenti.
“ Kau mendengarnya?” Bisik orang itu dan di angguki oleh teman nya.
Tangan nya memberi kode agar mendekat ke arah sumber suara tersebut, kedua orang itu sedikit mengembangkan senyuman nya ketika melihat satu orang yang berjalan pelan dengan dia yang berpegangan ke pohon pohon yang lain.
“ Angkat tangan mu atau ku tembak kepalamu sekarang juga...” Teriakan dari orang yang ada di belakang membuat Nicolas menghentikan langkahnya dengan mengumpat di dalam hatinya.
“ Jongkok...” Perintahnya dengan segera Nicolas menuruti kata kata orang yang sudah berjalan mendekat dengan mengarahkan pistol itu ke arah dirinya.
“ Sial...” Umpatnya dengan dia yang berpikir keras harus mencari cara untuk keluar dari lari dari mereka semua.
Kedua orang itu kini berjalan pelan menghampiri Nicolas yang sudah terjongkok dengan tangan di atas kepalanya. Kedua orang itu berjalan mendekat dengan kedua nya mengarahkan senjata tepat ke arahnya.
Bug!!
Lagi lagi Nicolas melemparkan kerikil kecil yang ada di bawah dirinya, dengan sengaja melemparkan ke arah mereka berdua tepat mengenai mata mereka hingga membuat mereka mundur dengan mata yang kemasukan debu serta batu kecil yang sengaja dilakukan oleh Nicolas.
Sedangkan Nicolas kini berdiri dan segera berlari dengan cepat, dengan kaki yang lemas berulang kali dia berhenti dan bersandar di pohon berharap mengembalikan tenaganya yang seakan tersedot oleh obat obatan yang selalu diberikan untuk dirinya.
Dor!! Dor!!
Dua tembakan yang cukup keras membuat beberapa orang yang berpencar kini segera tau bahwa orang yang mereka cari telah ditemukan dan saat ini mungkin saat ini sedang pelarian. Beberapa orang kini berlari menuju sumber suara tembakan yang ada di atas. Burung burung yang hinggap di pohon langsung berterbangan karena suara tembakan yang cukup keras.
Tap!! Tap!! Tap!!
Suara lari itu membuat Nicolas panik, suara itu semakin dekat hingga membuat dirinya juga ikut lari. Dia berlari menyusuri jalanan yang dia lihat, semak semak serta pohon yang begitu lebat. Semakin masuk semakin gelap, seakan tak ada siapapun orang yang ada di sana.
Bugh!!
Nicolas terjatuh karena dia benar benar lemas, kakinya tak berdaya saat ini. Kakinya terasa lemas, bergerak saja dia tak mampu, bergerak untuk berdiri saja tak bisa membuat dirinya berdiri. Obat yang telah dicampur ke minuman tadi telah beraksi, otot otot nya kini tak berfungsi hingga membuatnya kaku tak bergerak.
“ Sial.. kenapa harus sekarang untuk tak bisa jalan...” Dia mengutuk dirinya sendiri yang tak bisa diajak kompromi sebentar saja. Dia tak bisa bergerak, tubuhnya lemas, keringat besar besar seakan memenuhi dahinya.
“ Cari dia ke arah sana dan sini....” Teriakan tersebut membuat Nicolas melihat kesamping dan kebelakang.
“ Aku tak boleh tertangkap lagi, tidak boleh...” Nicolas kini berusaha untuk melangkah dia merangkak mencari tempat persembunyian agar orang orang itu tak bisa menemukan nya dan menangkapnya lagi.
“ Cepat! Sebentar lagi malam...” Semua orang berusaha payah menelusuri hutan tersebut.
Nicolas masih berusaha untuk melangkah dia harus menemukan persembunyian sebelum hari mulai gelap. Nicolas yang mulai ingin pingsan kini menggelengkan kepalanya agar dia tetap sadar. Tapi sayangnya mata itu berkunang kunang sangat parah hingga membuat dia memijat keningnya.
“ Sadar Nic jangan kalah dengan obat itu, bangun, buka mata mu...” Dia menyemangati dirinya sendiri agar dia tak kehilangan kesadarannya saat ini. Obat itu bereaksi begitu cepat.