Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Balas Dendam 9



" Keluarga dari mana Paman? Kita sudah selidiki berulang kali bahwa mereka hanya tinggal berdua. Alex dan Nicolas tak ada lagi. Bahkan kedua orang tua mereka juga meninggal karena kecelakaan…" Bryan masih tak percaya jika kedua orang itu memiliki saudara ataupun keluarga.


" Aku tahu Bry tapi kita tahu sendiri bahwa Alex adalah orang yang licik dia bisa saja menyembunyikan semua keluarganya untuk kepentingan keluarganya."


" Lalu apa yang Paman katakan kepada mereka?" Tanyanya dengan kembali duduk di depannya.


" Aku menerima tawaran itu! Dasar bodoh! Jelas aku menolak tawaran itu, jika aku menerimanya aku tak mungkin di sini dan bisa bisa aku bisa digantung di kota oleh Daddy mu!" Ucapnya dengan kesal.


Bryan langsung bersandar di sofa tersebut jantung yang tadi seakan berhenti kini langsung berdetak dia lega karena dia masih memiliki pengacara yang tak akan membela hanya karena uang yang lebih banyak.


" Dua hari lagi mungkin mereka akan datang dan mereka ingin bertemu denganku!"


" Untuk apa mereka ingin bertemu denganmu Paman?"


" Sepertinya mereka masih penasaran kenapa aku menolaknya. Aku tak ingin menemuinya karena aku malas berdebat dengan orang yang bersalah."


" Tapi sebaiknya Paman temui mereka karena kita harus tahu siapa keluarga Alex dan Nicolas. Di dengar dari ucapanan Paman tadi jika dia mampu membayar berapapun tarif Paman berarti dia orang kaya raya, dia tak akan tanggung membiayai Alex untuk keluar dari sana. Sebaiknya Paman temui mereka kita harus tau seberapa kuat musuh kita. Aku yakin orang ini berpengaruh…" Katanya dengan menatap lurus kedepan.


Albert mengangguk. " Kau benar sebaiknya Paman temui mereka agar kita tahu seberapa tanggung musuh kita saat ini. Aku juga berpikir bahwa sepertinya keluarga Alex yang saat ini orang yang begitu pengaruh di kotanya."


" Apa mereka tak ada disini?" 


" Tidak! Mereka berada di Negara lain dengan kita…" Bryan mengangguk.


" Lalu apa yang harus aku lakukan saat ini?" Bryan hanya tersenyum licik dengan pemikiran yang penuh dengan apa yang ada di otak kecilnya.



***


" Air.. air.. air.. aku butuh air.. aku begitu haus.. tolong…" Suaranya pelan dengan dia yang tak tahan dengan kondisi tubuhnya saat ini.


" Haus.. aku sangat haus.. tolong.. beri aku minum…" Sambungnya lagi.


Bug!!


Dia terjatuh ketika dia bergerak pelan malah membuatnya terjatuh dari kursi nya saat ini. Dia tak bisa berdiri bahkan membuka matanya hanya sayu dia tak mampu untuk membuka mata. Kedua mata itu begitu susah dibuka.


Kedua orang masuk ketika mendengar benda jatuh begitu besar, kedua orang yang melihat nya hanya tersenyum seakan mereka senang ketika orang yang mereka ikat terjatuh disana. 


Tap!! Tap!! 


Langkah kaki yang begitu dekat membuat laki laki itu berusaha untuk membuka matanya dia ingin sekali meminta tolong bahkan berteriak tapi seakan seluruh tubuhnya saat ini tak memiliki tenaga sama sekali. 


" Hei…" Salah satu dari mereka kini menendang kakinya.


" Air.. aku haus.. aku butuh air…" Gumam nya pelan.


" Kau mengatakan apa?" Orang itu jongkok.


" Air.. air…" Gumamnya lagi dengan membuka matanya. Dia yang berusaha kuat untuk membuka mata akhirnya bisa meskipun pandangannya kabur saat ini tapi dia masih bisa melihat bahwa ada dua laki laki yang ada di depannya.


" Kau butuh minum?" Laki laki itu mengangguk saat ini dia hanya butuh cairan untuk memulihkan setengah tenaganya.


" Aku akan mengambilkan minuman untuknya!" Orang yang berdiri tadi langsung mengambil air yang dibutuhkan oleh tawanan nya.


Ser!!!


" Argh…" Dia berteriak tertahan ketika air yang dibutuhkan bukannya di berikan tapi malah di tumpahkan ke wajahnya hingga airnya jatuh ke wajahnya bukan masuk ke dalam mulutnya.


" Aku haus…" Katanya lagi.


" Jadi masih kurang minuman itu? Baiklah!" Salah satu dari mereka langsung mengambil minuman lagi yang dibutuhkan oleh orang itu.


Orang yang jongkok tadi kini langsung berdiri dengan tersenyum sinis.


Ser!!! Air itu kembali disiramkan ke wajah orang itu sehingga membuat orang itu benar benar tak bisa berkutik bahkan hampir tak bisa bernafas. 


Byuar!! Air itu pun disiramkan ke seluruh tubuhnya. Bruak!! Bahkan wadah itu langsung dilemparkan.


" Kau pikir kau siapa ha bisa menyuruh kami? Kau pikir kau bos kami yang bisa seenaknya memerintah kita?" Katanya dengan nada sinis.


" Aku hanya butuh air.. aku benar benar haus…" Katanya dengan penuh memohon. " Aku mohon beri aku air…" Sambungnya lagi.


" Kami tak peduli bahkan jika kau mati disini pun kami juga tak peduli…" Kedua orang itu tertawa keras membuat laki laki yang berada di lantai itu hanya merasa semakin sakit.


" Aku mohon beri aku air…" Dia masih berharap bahwa mereka berdua memiliki hati untuk memberikan minuman kepadanya.


Bug!! Bug!! Bug!! Bug!!


Kedua orang itu berulang kali menghajar karena laki laki itu banyak bicara. Mereka yang mendapatkan perintah bahwa mereka memang harus menyiksanya.


" Ada apa?" Seorang masuk ketika mendengar keributan.


" Tuan dia butuh air untuk minum dan kami tak memberikannya!" Salah satu dari mereka menjawab pertanyaan dari salah satu orang yang masuk saat ini.


" Jadi dia sudah sadar?" Tanyanya dengan melangkah masuk ke dalam dan melihat orang yang berada di lantai itu.


" Tolong beri aku minum.. aku haus.. sangat haus…" Gumam nya dengan pelan. Matanya begitu pudar dia tak bisa melihat jelas siapa orang yang saat ini ada didepannya.


" Jadi dia ingin minum?" 


" Aku haus…" Orang itu tertawa ketika melihat dan mendengar orang yang mereka sekap tak memiliki tenaga sama sekali. 


" Kau pikir di sini hotel yang menyiapkan minuman untukmu atau kau pikir kami adalah pembantumu?" 


" Saya mohon saya hanya butuh minum!" Laki laki itu benar benar membutuhkan minuman tenggorokannya seakan kering dia butuh minum saat ini.


" Kami tak peduli!" Orang itu meminta satu alat kepada orang nya. Salah satu dari mereka kini dengan segera mengambil alat yang dibutuhkan. " Kau butuh minum bukan? Maka aku akan memberikannya."


Jlep!!


Argh!!!? 


Dia berteriak pelan ketika sebuah alat kecil menusuk kulitnya dengan kasar dan dengan cepat pula orang itu menarik alat kecil itu. 


" Kau harus berterima kasih karena aku sudah memberikan minuman itu kepada tubuhmu!" 


" Dingin…dingin…" Orang itu berkata pelan ketika sebuah cairan yang tadi di tusuknya langsung dengan cepat beraksi di tubuh laki laki itu.


" Kau akan mati perlahan setelah ini!" Ujarnya dengan sini.


Ketiga orang itu langsung keluar dari ruangan tersebut mereka tak peduli orang itu bergumam kedinginan bahkan tubuhnya menggigil dengan cepat. Mereka tak peduli dengan kondisi orang yang mereka sekap saat ini.


" Nicolas kau harus kuat kau tak boleh mati sebelum tahu siapa mereka semua!" Katanya dengan menyemangati dirinya sendiri agar dia tak boleh menyerah saat ini.


Boleh minta dukungannya dengan memberikan ulusan dulu ya mak atau jangan lupa kasih Vote dan Hadiah ya sayang makasih 🥰😙😙😙