Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pertengkaran 1



" Jangan suka menebak yang tak jelas! Aku hanya tak suka dengan orang baru yang sok jagoan seperti kalian…" Orang itu menatap Antoni dengan senyum yang tipis.


" Jagoan? Kau pikir aku tak tahu jika kalian menyerang ku karena kalian disuruh seorang! Kalian pikir kami bodoh?" Tangannya melipat di dada. Antoni bukan orang yang bodoh yang harus pura pura tak tahu apa maksud dari mereka.


Orang itu tertawa membuat Antoni semakin yakin dengan apa yang dia pikirkan dari tadi. 


" Ternyata kau cukup pintar membaca apa yang terjadi."


" Jangan basa basi dengan ku karena aku tak suka…" Katanya dengan sinis.


Antoni kini maju dia ingin menyerang orang yang ada di depannya. Tetapi orang itu malah bersikap tenang bahkan dia tetap berdiri di tempatnya.


Bug!! 


Antoni memukul wajah orang itu dengan kencang tapi orang itu tak mundur sedikit pun. 


Bug!! 


Antoni kembali memukul wajahnya tapi orang itu juga tak berkutik sedikit pun, dia hanya menyentuh wajahnya yang sedikit terasa panas. 


" Hanya seperti itu kemampuanmu?" Remehnya dengan memandang Antoni dengan sinis.


Sial dia cukup kuat ternyata. Batin Antoni.


Orang itu kini maju dengan pelan membuat Antoni mundur perlahan, orang itu berlaga mengeluarkan segara jurus bela dirinya tapi Antoni yang mundur menyaksikan dengan cepat gerak gerak musuhnya mencari titik kelemahannya dengan cepat.


Bug!! 


Antoni yang lengah kini mendapatkan sasaran pukulan di wajahnya, dia cukup terkejut karena gerakannya begitu cepat hingga dia tak bisa menghindar sedikit pun.


" Cukup kuat juga kau anak muda! Aku suka melawan orang yang sama  dengan ku…" Ujarnya dengan sombong.


" Tapi aku tak suka dengan gaya sombong mu orang tua…" Jawabnya dengan meneliti gerakan orang itu.


Orang itu kini berlari cepat menyerang Antoni dengan segera, dia yang menyasar perut Antoni kini memukulnya dengan cepat. Antoni yang terkena pukulan pada perutnya kini juga menyerang balik dengan memukul punggung orang itu dengan cepat.


Mereka berdua kini saling memberi pukulan, pukulan demi pukulan kini mereka rasakan. Rasa sakit kini mereka saling rasakan tapi belum ada yang terjatuh buat kalah.


Bug!! Bug!! 


Tendangan pada wajah orang itu membuat darah langsung keluar dari mulutnya, tendangan yang satunya kini menyasar leher orang itu hingga kepalanya sedikit terangkat hingga lagi lagi darah keluar dari mulutnya.


Wajah orang itu kini sudah hampir di penuh oleh darah tapi laki laki itu masih saja berdiri dengan kokoh dia masih saja belum jatuh. Antoni hanya menahan mengatur nafasnya karena dia tak menyangka orang ini masih bertahan.


Cukup kuat orang ini, kelemahannya tak bisa ku temukan. Batinnya dengan menatap orang itu.


Www" Ch!! Hanya kau yang bisa mengeluarkan darah dari tubuh ku. Selama ini yang aku lawan selalu mudah aku kalahkan…" Katanya dengan mengusap darah yang keluar dari mulutnya.


" Jangan banyak bicara…" Katanya lagi dengan nada geramnya.


Orang itu kini maju dengan Antoni yang juga maju mereka saling maju dan saling menyerang. Orang itu memeluk perut Antoni hingga Antoni mundur hingga punggungnya harus terbentur meja yang ada di sana.


Antoni kembali memberikan siku nya untuk menghajar punggung orang itu dengan kencang, tetapi orang itu masih bertahan ingin menyerang Antoni.


Antoni yang tak habis akalnya kini dia dengan cepat menghantamkan lututnya kearah perut orang itu agar orang itu bisa melepaskannya. Sedangkan orang itu berpikir akan membanting Antoni dengan memeluknya dan mengangkatnya tapi sepertinya Antoni bisa membaca gerakan orang itu hingga dia bisa mencegah hal itu tak terjadi.


Bug!! Bug!! Pukulan pada punggung orang itu yang membuat orang itu akhirnya melemah, Antoni sadar orang itu kini sedikit melemah. Antoni kembali menyerangnya dengan maju dan dia tetap berada di posisi yang tadi.


Antoni kini melirik ke arah samping dia menatap sekelilingnya, orang itu kini dihantamkan ke tiang kasur tepat di kepalanya. 


Bug!! 


Orang itu kini melepaskan nya dengan rasa pusing yang menyerang kepala nya. Darah segar langsung keluar dari kepala orang itu. Orang itu kini lemas tak berdaya dan jatuh ke lantai dengan darah yang mengucur keluar dari kepala dan mulutnya.


" Sekarang kau tahu siapa yang jagoan di sini?" Antoni berjongkok di depan orang itu dengan mengejek orang itu dengan dia yang menyentuh kepalanya yang terasa pusing.


 " Kau-" Katanya dengan menahan rasa sakit pada kepalanya.


" Sekarang katakan siapa yang ingin menyerang ku?" Tanyanya sekali lagi.


" Tidak ada!" Jawabnya dengan terbata bata.


Orang itu berusaha bangkit dan Antoni juga bangkit, tapi orang itu masih duduk di lantai. " Jadi kau masih tak mau mengaku? Siapa yang menyuruh kalian?" 


" Tidak ada yang menyuruh ka-"


Bug!! 


Antoni lagi lagi menendang dada orang itu hingga orang itu kembali terkapar di lantai. Antoni dengan rasa kesalnya kini malah menginjak dada orang itu dengan kencang.


" Katakan siapa yang menyuruhmu menyerang kami atau kau akan mati disini!" Katanya dengan menekan kata kata nya.


Uhuk!! Uhuk!! 


Orang itu terbatuk batuk menahan rasa sakit pada dada nya ketika kaki Antoni menginjaknya dengan menekan dada nya dengan kencang. 


" Jadi kau tak mau mengaku? Kau lebih sayang mereka dibanding nyawa mu! Baiklah maka jangan salahkan aku untuk membunuhmu di sini…" Ancamnya.


" Jika kau berani membunuhku maka lakukan, apa kau pikir hukuman kamu tidak akan bertambah, kau bisa dihukum seumur hidup…" Senyumnya dengan sinis. Bahkan senyumnya di penuh dengan darah, mulutnya yang keluar darah kini memenuhi mulut nya.


" Kau pikir aku takut dengan hukuman mati? Apa kau rasa hukum tak bisa aku beli?" 


Argh!!!! 


Orang itu berteriak pelan ketika Antoni semakin menginjaknya dengan menekan dada nya dengan kencang. Antoni tak peduli dengan suara orang itu yang berteriak dia tak peduli.


" Siapa kau sebenarnya? Kenapa kalian tak memiliki ketakutan sama sekali!" Ucapnya dengan terbata bata.


Antoni tersenyum sinis ketika orang itu sadar bahwa Antoni dan Bryan tak memiliki ketakutan sama sekali.


" Kalian bukan orang sembarangan! Siapa kalian? Aku rasa kalian bukan orang bodoh yang masuk ke dalam sini."


Antoni kini yang berbalik tertawa mendengar pertanyaan tersebut.


" Kau ingin tahu siapa kami? Sungguh? Siapkan jantungmu?" 


" Siapa kalian?" Tanyanya lagi dengan berbatuk.


" Kami adalah Dio Della Morte! Mafia yang paling ditakuti di sini!" 


Orang itu langsung terbatuk dengan langsung mengeluarkan darah dari mulutnya. Antoni hanya tersenyum melihat orang itu terkejut dengan langsung kondisinya tak bernyawa.