
Bugh!!
Orang yang ada di sebelah Alex langsung menarik kembali Alex untuk duduk kembali.
" Kau pikir kau bisa pergi sebelum menyentuh makanan ini heh?" Bisiknya dengan tersenyum sinis.
" Aku tidak mau makan!" Tolaknya dengan tegas. Alex tentu saja tak akan menyentuh makanan itu di tambah lagi makanannya sudah dicampur oleh air yang begitu banyak oleh orang tersebut.
" Baiklah kami harus memaksa seperti nya!"
Bruak!!
Orang itu langsung meletakkan kepala Alex agar berada di makanan yang ada di depannya. Alex berusaha untuk melepaskan nya tapi sayangnya kekuatannya tak sebanding dengan mereka saat ini.
Orang itu menekan kepala Alex hingga mau tak mau semua makanan yang ada di piring itu kini menempel di wajah Alex dengan basah. Suara sorak yang berada di sana kini tambah ramai ketika Alex tak membalasnya.
Jlep!!
Alex meraih sesuatu yang ada di meja dan menusuk ke paha orang itu dengan segera. Orang itu berteriak kesakitan dia melepaskan kepala Alex yang berada di piring tadi. Alex segera berdiri dia menghindar ketika beberapa orang datang melihat apa yang terjadi.
Darah segar merembes keluar dengan deras ketika sebuah tancapan itu mengenai paha orang itu. Alex tak menyangka bahwa ada sebuah pisau kecil yang berada di sebelah piringnya tadi. Alex menatap ke semua orang yang saat ini menatap ke arahnya dengan tatapan garang.
" Sial! Kau membawa senjata kesini!" Orang itu mengumpat dengan menahan rasa sakit yang berada di kakinya.
" Tidak! Tidak! Aku tidak mungkin…" Dia membantahnya karena dia memang tak tau bahwa ada pisau di sana.
Bug!!
Salah satu dari mereka kini memukul kaki Alex hingga dia terjatuh dengan berlutut. Dia hanya menahan kesakitan.
Bug!!
Salah satu dari mereka juga memukul tengkuk Alex tapi sayangnya Alex masih bisa sadar dia belum pingsan sepenuhnya.
" Hmmm…."
Dia memberontak ketika dia merasakan ada sebuah tali yang tiba tiba ingin mencekik nya. Dia ingin menarik tali itu dengan mata yang melotot. Tapi sayangnya dia tak bisa menariknya karena kekuatan orang yang berada di belakang lebih kuat dari miliknya.
" Aku rasa semua orang yang berada di dalam sana memiliki dendam pribadi kepada Alex hingga mereka kompak untuk memberikan dia pelajaran…" Jenderal itu saat ini tengah duduk manis melihat semua yang terjadi di kantin.
" Aku rasa mereka memang sengaja menunggu kedatangan Alex di tengah tengah mereka Sir! Anda lihat saja wajah mereka satu persatu mereka sangat senang menyiksa Alex seperti itu…" Jawab kepala Sipir yang juga melihat kondisi kantin yang kacau saat ini.
" Tapi kau harus ingatkan mereka bahwa Alex tak boleh mati!" Tegasnya
" Saya tahu Sir!" Katanya dengan mengerti saat ini.
" Apa ada puas melihat ini semua Nona?" Sebuah pertanyaan kepada wanita yang saat ini juga duduk di sana melihat bahwa ada siksaan.
Ini memang tak adil dia juga tak tega tapi bagaimanapun dia harus melihatnya dengan rasa yang harus benar benar tega. Dia harus seperti tak memiliki hati dan perasaan saat ini.
" Saya belum puas sebelum kedua saudara ini mendapatkan hukuman yang setimpal atas kejahatannya. Aku yakin dia akan menutupi semua kesalahan adiknya karena aku tahu bagaimana dia sangat melindungi adiknya…" Jawabnya dengan sinis.
" Nona Sarah untuk membuat dia mati disini memang sangatlah mudah, tapi untuk mengungkap kesalahan Nicolas kita harus memiliki cara lain karena benar yang dikatakan anda bahwa Alex tidak akan mudah mengatakan semua kesalahan Nicolas…" Jenderal itu membenarkan apa yang dikatakan oleh Sarah saat ini.
Sarah sebenarnya merinding melihat para tahanan itu menghajar Alex yang sudah terjatuh di lantai tak berdaya tapi saat ini sepertinya tak ada cara lain untuk membuat Alex membuka mulutnya mengatakan siapa pembunuh tersebut.
" Nona anda masih ingin melihat dia di siksa?"
" Tidak! Kau bisa mematikan kameranya…" Sarah akhirnya tak tega melihat Alex disiksa seperti hewan saat ini.
***
" Permisi saya ingin bertemu dengan Tuan Albert!"
" Maaf apa anda sudah membuat janji temu?"
" Saya sudah membuat janji temu dua hari yang lalu!"
" Apa anda datang dari Negara A?" Tanyanya lagi.
Sang asisten itu mengangguk. " Tapi maaf Tuan Tuan! Tuan Albert tak ingin bertemu dengan kalian…" Mereka di tolak mentah mentah saat ini.
" Anda belum mengatakan kepada bosmu tapi kau sudah mengatakan bahwa Tuan Albert tak ingin bertemu dengan kami…" Ujarnya dengan nada tinggi.
" Sebelum kalian datang Tuan Al sudah mengatakan bahwa tidak ingin menemui kalian apapun alasannya…" Tolaknya dengan tegas.
Sedangkan di ruangan besar Al dan Bryan melihat beberapa orang telah masuk dan satu orang berdebat di sana. Mereka memang merencanakan untuk menolak awalnya mereka ingin lihat mereka memaksa masuk saat ini.
" Paman aku rasa laki laki tua yang duduk itu adalah bos nya mereka!" Bryan menunjuk satu orang yang saat ini duduk dengan tenang dan dikelilingi oleh orang orang berbaju hitam.
" Kau benar! Aku juga rasa mereka bukan orang yang sembarangan!"
Bruak!!
" Katakan pada Tuan Albert bahwa kami tetap ingin bertemu dengannya…" Emosinya dengan nada tinggi.
Dia merasa kesal karena orang yang di ingin ditemui menolaknya untuk bertemu saat ini. " Katakan pada bosmu bahwa kami ingin bertemu atau kami-"
" Atau apa?" Bariton dari dalam membuat semua orang yang ada di sana langsung menatap ke arah suara tersebut.
Seorang yang memiliki wajah dingin dan kaku itu berjalan mendekat ke arah mereka yang tengah ribut di depan lobby kantornya.
" Tuan maaf mereka memaksa untuk bertemu dengan anda!"
" Tuan Al kami jauh jauh datang kemari untuk bertemu dengan anda, tapi kenapa anda tak ingin bertemu dengan kami sebentar saja…" Dia mengatur nafasnya yang memburu dari tadi karena amarahnya.
" Jadi seperti ini kelakuan orang yang ingin datang untuk meminta bantuan kepada saya?" Cibirnya. " Apa satu keluarga memang memiliki sifat arogan?" Sambungnya dengan sinis.
" Kami minta maaf jika kami membuat keributan disini!" Seorang laki laki tua yang diri tadi menjadi perhatian nya kini berdiri dengan segera.
Albert menatap orang itu dengan meneliti wajah orang itu yang mendekat, wajah yang begitu asing wajah yang tak pernah di lihat sama sekali.
" Tuan Albert sekali lagi saya minta maaf jika orang orang saya membuat keributan disini!" Ulanginya.
" Apa orang orang anda tak memiliki sifat baik kepada orang?"
" Anda bisa memanggil saya Tuan Aaron…" Laki laki itu langsung memperkenalkan dirinya secara langsung.
Sambung besok lagi ya 🥰 Jangan lupa kasih vote dan hadiah 😚