Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pertengkaran 5



Flashback On


Antoni menatap semua orang yang saat ini duduk di lantai dengan menunduk mereka seperti anak ayam yang tak memiliki induknya. Tubuh mereka gemetar tak karuan saat ini, tak ada yang bisa mereka lakukan selain menunduk.


" Maafkan kami, kami hanya di perintahkan oleh Baron."


" Kami sungguh minta maaf! Ampuni kami semua."


" Jangan bunuh kami! Kami masih ingin hidup di sini."


" Kami bisa melakukan apapun asal anda mengampuni nyawa kami."


Semua orang kini mengucapkan permohonan maafnya, tak ada jalan lain selain memohon maaf kepadanya. Mereka saat ini hanya bisa melipatkan tangannya untuk nyawa mereka semua.


Antoni hanya tenang dia hanya memandang semua orang yang ada di sana dengan senyum tipisnya. Antoni yang tadi keluar dari kamar mandi kini melempar handuknya ke arah mereka yang duduk di lantai.


" Jadi sekarang kalian memohon ampun setelah melihat teman kalain mati…" Antoni berbicara pelan dengan duduk di kursi yang biasa diduduki oleh Baron.


" Kami tak memiliki pilihan selain menurut apa yang dikatakan oleh Baron! Jika kami tak menuruti nya kami akan dibunuh olehnya."


" Apa yang dikatakan oleh nya benar Tuan! Jika kami tak menuruti apa yang dikatakan olehnya dia akan membunuh kami semua." 


" Kami tak punya pilihan saat itu! Kami mohon ampuni kami Tuan."


Mereka semua kini berlutut dengan memohon ampun untuk nyawa mereka semua, sedangkan Antoni malah bersikap santai dengan mereka yang saat ini sedang ketakutan.


" Baiklah aku akan memaafkan kalian tapi dengan syarat!" Semua orang yang ada di sana kini saling bertatapan dengan tak mengerti apa yang akan menjadi syaratnya.


" Terserah alasan apa yang kalian gunakan asal jangan membawa aku dalam matinya Baron. Kematian Baron hanya kalian yang terlibat."


Semua orang yang ada di sana kini saling terkejut dengan apa yang mereka dengar.


" Terserah kalian mau beralasan apa yang penting jangan membawa nama ku di antara mati nya Baron. Apa kalian sanggup?"


" Kami sanggup! Kami sanggup!" Semua orang berkata dengan segera. Mereka menyanggupi apa yang dikatakan oleh Antoni.


" Satu lagi! Katakan siapa yang menyuruh Baron membunuhku?" 


" Maaf jika masalah itu kami tak tahu! Kami hanya diperintahkan untuk menyerang anda pada malam hari."


Jalan buntu kuncinya ada di Baron tapi sayangnya laki laki itu kini meninggal dengan membawa satu nama yang menyuruh mereka untuk menyerang.


" Sial…" Gumamnya dengan rasa kesalnya. " Katakan sekarang pada petugas jika Baron mati…" Perintahnya.


Semua orang tak ada pilihan lain kecuali menurutinya dan segera melakukan apa yang dia katakan. Tapi sebelum mengatakan kepada petugas mereka harus merencanakan sesuatu untuk mengatakan gimana kepada para petugas.


Flashback Off


" Kenapa bisa hal ini terjadi ketika kau menjadi pimpinan di sini?" Jenderal itu langsung meninggikan suara nya ketika dia berada bersama komandan di dalam kantornya.


" Maafkan saya Jenderal tapi saya tak tahu, saya baru mendengarnya pagi ini…" Jawabnya dengan menatap kedepan dengan lurus.


" Lalu apa saja yang kau kerjakan dari semalam ha?" Bentaknya lagi.


" Maafkan saya Sir tapi banyak tahanan lain yang juga saya pantau tak hanya satu tahanan yang saya pantau…" Elaknya dengan cepat.


" Maaf Sir tetapi selama bertahun tahun saya menjadi komandan, saya juga baru kali ini mendapatkan kasus pembunuhan dalam satu sel Sir. Semenjak ada dua orang tahanan yang baru tiba semuanya menjadi kacau, yang satu kemarin bertengkar dan membuatnya semuanya menjadi kacau dan sekarang temannya membunuh teman satu sel nya."


" Kau memiliki bukti bahwa dia yang membunuh orang itu?" 


" Tidak Sir! Tapi saya yakin dia yang mel-"


Bruak!!!


" Sejak kapan seorang polisi menuduh tanpa bukti sepertimu heh? Kau sadar apa yang kau ucapkan itu juga tindakan yang bisa membuatmu dicopot dari jabatan mu?"


Komandan itu hanya diam dia yang benar tak memiliki bukti apapun menyadari kesalahannya saat ini. Seharusnya dia tak berkata seperti itu.


" Maafkan saya Sir! Saya memang belum memiliki bukti tapi saya masih sangat yakin jika Baron di bunuh-"


" Tak ku sangka komandan yang aku pilih memiliki pikiran serendah ini…" Potongnya dengan cepat 


" Jika kamu tak mampu menjadi komandan di sini aku bisa mengirimmu sekarang ke tempat lain!"


" Tidak Sir saya ingin disini…" Tolaknya.


" Jika kau tetap ingin disini maka jaga bicara mu dan jaga sikapmu. Semua yang kau tunjukan padaku saat ini bukan seperti sosok komandan. Harusnya aku memang memindahkan mu dari sini."


" Saya ingin di sini Sir! Setidaknya sampai dua kasus yang saat ini saya selidiki terbongkar. Jika dua kasus yang saya selidiki telah terbongkar maka saya siap di pindahkan…" Katanya dengan tegas.


" Kasus? Kau sudah menemukan siapa kepala orang yang membunuh wanita itu?" 


" Kami belum menemukan apapun Sir!"


" Aku tidak yakin kau tak menemukan satu bukti sedikit pun Komandan. Aku tahu siapa kamu! Aku memilihmu karena kau cekatan dalam memecahkan kasus, tapi nampaknya kasus sekarang kau sulit sekali memecahkannya. Ada apa denganmu?" Tanyanya dengan serius.


" Tim saya memang belum bisa menemukan satu bukti atau satu orang yang menjadi otak pembunuhan wanita itu Sir. Korban nya sudah meninggal dan itu membuat saya tak bisa mencari tahu ciri ciri dari para perampok."


" Saya mendengar bahwa kakak dari wanita itu menyerahkan rekaman CCTV, apa di sana kau tak menemukan ciri ciri dari mereka?" 


Komandan itu menelan ludahnya dengan kasar bahwa Jenderal nya telah mendengar berita dari hal itu.


" Maafkan saya Sir tapi saya sangat ceroboh saya menghilangkan rekaman itu dan ketika saya datang lagi ke tempat itu, rekaman yang asli sudah di hapus oleh seorang yang tak kami ketahui."


" APA?" katanya dengan terkejut. 


" Maafkan saya Sir ini ceroboh saya."


" Jika kau tak becus maka siapkan surat pengunduran dirimu! Aku tak butuh orang yang menghilangkan berkas penting seperti itu. Kau pikir keluarga korban tak tersiksa mengetahui orang yang membunuh adiknya masih berkeliaran. Apa kau tak memiliki otak jika orang itu mengancam wanita lain atau nyawa orang lain…" Amarahnya langsung naik tiga kali lipat saat ini


" Saya jamin dia tak akan berani Sir."


Jenderal itu menatap sipit ke arah bawahannya. " Kenapa kau bisa seyakin itu? Atau jangan jangan kau ada di pihak orang yang salah?" 


Komandan itu kini nyatanya malah salah bicara, dia yang ingin menyakinkan atasannya malah terjebak sendiri dengan ucapannya.


Vote nya sudah masuk hari ini ya 😁 selamat hari senin 🤗