Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pergerakan 34



Bryan yang dari tadi mengacak acak markas tersebut kini di halangi oleh dua orang yang siap menghadang Bryan tanpa membawa senjata di tangan mereka.


“ Dimana bos kalian...” Bryan menekan kata kata nya dengan mata yang menatap mereka dengan dingin.


“ Tidak ada!” Jawab mereka dengan kembali menantang Bryan.


Bug!! Bugh!! Bryan kini memukul wajah mereka berdua secara bergantian hingga mereka meringis kesakitan. “ Katakan dimana bos mu? Aku tak ingin membunuh kalian. Aku hanya ingin Arya dan Alex....” Bryan kembali bertanya dengan dia menodongkan pistol yang ia bawah.


Kedua orang yang tak membawa senjata kini hanya saling menoleh dengan tanda tanya. “ Katakan dimana mereka?” Sambungnya dengan penuh penekanan lagi.


“ Kami sudah katakan bahwa tak ada. Mereka berdua telah pergi dari tadi...” Elaknya dengan cepat.


Bugh!! Bugh!! Bryan kini kembali memukul satu orang itu dengan pistol yang ia bawah sedangkan yang satunya kini ditendang hingga membuat kedua orang itu saling terjatuh di lantai cukup keras.


Serang!!!


Teriakan dari arah dalam membuat Bryan menatapnya dengan mundur perlahan. Lawan nya kini bertambah banyak padahal seingat nya orang orang Arya tak sebanyak ini. Bryan yang perlahan mundur kini terpaksa melawan mereka yang menyerang Bryan dengan brutal dan tanpa ampun.


Bryan yang di serang dari segala arah sedikit kewalahan karena dia seorang diri. Kedua wanita yang saat ini hanya bisa melihat merasa cemas karena Bryan bisa saja kalah setiap saat. Orang-orang dari Arya memberikan perlawan hingga membuat Bryan sedikit mundur dengan nafas yang tak beraturan.


Bryan yang hanya seorang diri sedangkan mereka memiliki jumlah yang banyak membuat Bryan kalah dengan menerima banyak pukulan dari sembarang arah. Bryan yang terkena pukulan dari arah belakang sempat hampir tersungkur ke lantai.  Suasana disana sangat riuh, pukulan demi pukulan melayang begitu saja. 


Dor!! Tembakan yang pada akhirnya melesat kini hampir mengenai bahu Bryan. Tembakan yang meleset itu kini mengenai bahu salah satu orang dari Arya. Bryan menoleh belakang dia melihat Sarah yang mengarahkan pistol tersebut dengan tangan yang sedikit bergetar.


“ Bry awas...” Bryan yang lengah kini di pukul tepat mengenai kepalanya yang membuat dirinya mundur dengan jatuh ke lantai begitu saja.


“ Buang pistol mu atau ku tembak laki laki ini...” Seseorang yang telah menodongkan pistol ke arah Bryan kini mengancam Sarah yang juga membawa pistol siap menembak mereka.


“ Tembak mereka Sarah jangan hiraukan aku.”


“ Semua keputusan ada ditanganmu Nona.”


Tak ada pilihan lain selain membuang pistol tersebut dengan menyerah. Semua orang yang ada di sana kini tertawa senang karena bisa mengalahkan orang yang mereka cari dari tadi.


“ Bangun!” Orang tersebut kini menarik paksa dengan kasar agar Bryan berdiri dari ia tergeletak di lantai.


Bugh!! Orang itu memukul wajah Bryan begitu saja. “ Karena ulahmu kita semua harus bersusah payah mencarimu dan dengan bodohnya kau malah menyerahkan nyawamu dengan datang kemari seorang diri...” Ujarnya dengan nada sombong.


“ Jangan terlalu bangga dengan kemenangan sesaat mu...” Timpal Angel yang di sana juga telah di todongkan senjata oleh orang orang tadi.


“ Katakan pada si bos kita mengalahkan orang ini...” Perintahnya.


Orang orang Zac kini melaju cepat mereka menabrak semua yang menjadi penghalang mereka saat ini. Salah satu dari mereka kini melihat satu mobil yang menyala dari kejauhan.


“ Kita kesana.”


Arya dan Alex serta Erik kini tersenyum senang karena orang orang nya mampu mengalahkan Bryan. “ Selamat datang kembali...” Erik yang saat ini bersuara dengan senyum kemenangan.


“ Akhirnya kita bertemu lagi. Aku rasa Tuhan memang ingin segera mempertemukan kita.”


“ Tuhan memang ingin mempertemukan kita dengan aku yang mengambil nyawa kalian semua.”


Bug!!


Alex dengan cepat menyasar perut Bryan hingga membuatnya meringis kesakitan. “ Kau masih sombong rupanya.”


“ Jangankan sombong membunuh pun aku mampu saat ini.”


“ Alex apa yang kau lakukan?” Suara teriakan dari seorang wanita yang menghentikan tangan nya yang dari tadi sudah mengepal.


Alex yang dari tadi tak menyadari ada seseorang yang ia cari kini sedikit tersenyum di ujung bibirnya. “ Sayang! Kau ada di sini juga. Ku kira kau sudah lari jauh dari tadi, tapi kau masih tetap kembali ke sini.”


“ Jaga bicaramu aku bukan Sayangmu atau wanitamu...” Ucapnya dengan ketus.


“ Ssstt... turunkan senjatamu dia wanita ku kenapa kau bisa menodongkan senjata pada nya heh?” 


“ Aku lebih baik mati di sini daripada hidup dengan seorang monster seperti mu...” Katanya penuh dengan penekanan.


Alex yang maju kini terhalangi oleh Sarah yang berdiri di depan Angel. Sarah seakan siap menjadi tameng untuk wanita yang saat ini sudah sangat kacau, bahkan luka luka di wajahnya terlihat jelas serta darah nya juga sudah mulai mengering.


“ Jangan ikut campur Nona! Ini urusan ku dengan nya.”


“ Jangan jadi banci yang hanya berani dengan wanita. Jika kau berani hadapi aku...” Bryan kini berteriak agar Alex tidak menyentuh wanitanya saat ini.


“ Dia tak ingin bersama mu kenapa kau yang terus memaksa nya.”


Plak!!


“ Hei...” Bryan berteriak dia memberontak ketika melihat kekasih nya di tampar oleh Alex di depan matanya.


“ Alex kau sungguh-“


“ Ini karena mu yang tak mau mendengarkan aku. Aku bisa melakukan lebih dari ini jika kau tak ingin kembali bersama ku di sini.”


“ Jangan Angel! Kau berhak menentukan pilihanmu...” Timpal Sarah yang tak ingin melihat Angel yang tersiksa di sana.


“ Jangan menjadi-“


“ Lepaskan dia Alex.. lepaskan.”


“ Aku bersumpah aku akan membunuhmu Alex. Lepaskan dia...” Bryan juga tak terima karena kekasihnya saat ini di cekik oleh musuhnya.


“ Lepaskan Alex ku mohon...” Angel memohon. “ Aku akan di sini bersama mu kau puas...” Tak ada pilihan lain selain menyerah karena takdirnya yang memang harus bersama orang yang mengerikan.


“ Bagus kau memilih yang tepat Sayang. Aku akan melepaskan orang orang ini asal kau bersama ku.”


Angel meneteskan air matanya tak ada pilihan lain. Percuma ia memberontak ataupun lari dari sana, pada akhirnya mereka akan tetap dipertemukan karena takdir sepertinya memang mempertemukan dan Angel sendirilah yang memilih jalan yang salah.


“ Angel.”


“ Sarah diam...” Angel memperingati dirinya untuk diam dan jangan banyak berkomentar.


“ Aku akan membunuhmu Alex aku bersumpah aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri.”


Alex yang ada di sana hanya bisa tertawa ketika mendengar ancaman yang dilayangkan oleh Bryan. “ Kau ingin membunuhku? Bagaimana caranya? Buktinya kau sekarang ada di tangan ku. seharusnya kau yang harus berhati hati karena aku siap membunuh kalian kapan aku mau.”


“ Kau ingin membunuhku? Maka lakukan. Orang orang ku juga akan membunuh Nicolas.”


Deg!!


Sepertinya Alex melupakan Nicolas karena cinta nya kepada Angel yang dari tadi yang ia sibuk kejar.