Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Kabur 4



Suara yang berbeda membuat Nicolas terasa tersengat listrik dia tak menyangka dan dia takut salah mendengar suara yang berbeda itu. Tangannya kini di hempaskan oleh orang itu dengan cepat. Nicolas dan beberapa orangnya kini dengan segera menoleh kebelakang dengan cepat.


Orang itu bersandar di dinding dengan dia melepaskan topi hitam yang menutupi wajahnya dari tadi, semua orang yang ada di sana kini terbalak kaget setengah mati bahwa orang yang mereka tarik tadi bukanlah Alexander sang kakak dari Nicolas.


Orang itu tersenyum senang melihat mereka terkejut bahkan mereka langsung mundur karena terkejutnya mereka hampir limbung jatuh ke tanah. Tapi mereka pandai mengimbangi tubuh mereka hingga mereka hanya saling mundur dengan rasa terkejut di hatinya.


" Kalian terkejut?" Orang itu tertawa keras dengan berjalan maju menghampiri mereka semua, tapi kali ini fokusnya kepada Nicolas yang tepat berada di depannya bukan orang orang nya yang juga berada di sana.


" Siapa kamu? Kenapa bukan-"


" Kakakmu? Kau mengharapkan kakakmu yang berdiri di sini bukan aku?" 


" Di mana kakak ku?" Bentaknya dengan nada tinggi. Nicolas merasa heran karena tak ada satu orangpun wajah sang kakak di sana.


" Sstt… jangan berteriak…" Katanya dengan lembut.


Bug!! Orang itu kini tak sabar dia langsung menendang Nicolas tepat di dadanya membuat Nicolas terjatuh. Dia tak dapat menghindar karena serangan itu begitu cepat menyasar ke dirinya. Para Sipir segera berlari mengamankan beberapa orang yang ada di sana.


" Lepaskan kami…" Mereka memberontak ketika mereka di tarik paksa untuk menjauh.


Bukan mereka yang di cari tapi dalang dari pembunuhan ini semua. Mereka memang penting untuk melengkapi nya nanti tapi saat ini mereka fokus dengan salah satu orang yang saat ini terjatuh di tanah.


Orang itu ingin menginjak Nicolas tapi Nicolas yang dapat membaca pergerakan nya dengan cepat berguling ke samping hingga tidak mengenai tubuhnya. Nicolas yang ingin bangun kini terburu di tendang oleh orang itu hingga dia terpental jatuh ke tanah lagi.


Orang itu kembali berlari menendang punggung Nicolas untuk berulang kali, orang itu tak membiarkan Nicolas untuk bangun atau melawannya. Dia tak peduli dengan apa yang akan dia lakukan saat ini. Amarahnya yang sedari kemarin dia tahan kini terungkapkan ketika melihat wajah tak berdosa dari sosok Nicolas.


" Nicolas bisa saja mati jika di hajar seperti oleh Bryan!"


" Sepertinya dia memiliki masalah pribadi dengan Nicolas itu!" 


Laki laki itu adalah Bryan, sedari kemarin dia memang ingin menghajar laki laki yang bernama Nicolas itu dan malam ini semuanya terlaksana sudah, Bryan menyerang Nicolas tanpa ampun bahkan tak membiarkan Nicolas bangun atau membalasnya. 


Sial. Umpat sang supir yang saat ini langsung mundur dengan seketika melihat siapa orang yang berdiri di sana. Sopir itu kini mengenal siapa yang berdiri di sana dengan gaya nya angkuhnya. 


" Andre ada di sana berarti mereka adalah Dio Della Morte!" Sopir itu kini langsung keluar dari mobil dengan perlahan lari, dia tak ingin mati konyol di tangan para mafia itu.


Mafia yang terkenal dengan kekejaman mereka, setelah pimpinan dari Cosa Nostra tertangkap mafia itu seakan mati meskipun sekarang anak anak yang menggantikan kepemimpinan nya. Tapi semua dunia gelap tahu bahwa tak ada yang berani ikut campur jika Dio Della Morte turun tangan. Dio Della Morte terkenal karena kejamnya dan salah satu yang mereka kenal adalah Andre serta Abhi yang menjalankan kejahatan mereka dengan terang terangan.


Sang supir mundur dia berlari sejauh mungkin dia tak ingin tertangkap dengan mereka yang akan menghabisi dirinya saat ini, dia tak ingin menjadi korban yang bukan kelompok mereka yang melakukan kesalahan.


Sedangkan Nicolas kini terguling ketika tadi dia hajar oleh Bryan berulang kali, Nicolas lemas ketika hidung dan bibirnya saat ini sudah mengeluarkan darah segar karena ulah Bryan. Nicolas terkapar tak berdaya Bryan menghampirinya dengan dia yang menginjak dadanya dengan kencang.


" Kau hanya berani dengan wanita! Kekuatanmu tak ada apa apanya…" Bryan mengejek dengan tetap dia menginjak.


" Kamu siapa? Aku tak mengenalmu, jika aku memiliki kesalahan aku minta maaf tapi biarkan aku dan kakak ku pergi dari sini…" Ucapnya dengan terbata bata.


Bryan tertawa keras mendengar permintaan maaf dari sosok orang yang dengan tega membunuh wanita dan satu orang laki laki dengan begitu keji. 


Bug!!


Bryan lagi lagi memberikan tendangan tepat di pipinya membuat dia benar benar hanya meringis kesakitan. Dia tak bisa melawannya kali ini dia benar benar terkapar tak berdaya saat ini.


" Salahku apa?" Dia masih begitu penasaran dengan siapa orang yang saat ini tiba tiba menghajarnya dengan membabi buta seperti ini.


" Kau tak bersalah hanya saja aku yang ingin membuatmu menderita di tangan ku."


" Siapa kamu sebenarnya?"


" Kau mungkin tak mengenalku tapi kau pasti mengenal kedua orang yang akan ku tunjukan kepadamu." 


" Bos waktunya tiba…" Teriakan dari Antoni harus membuat hukuman ini berakhir.


Mereka dengan segera membawa Nicolas dengan kasar, menyeretnya dengan tangan mereka yang berada di rambut miliknya. Orang orang Nicolas yang menyaksikan itu merasakan kesakitan juga membayangkan rambut itu di jambak serta diseret dengan kasar. Sedangkan mereka saat ini juga harus masuk ke dalam mobil dengan mata mereka ditutup oleh kain.


Mereka dengan segera mengikat Nicolas dan beberapa orangnya yang juga tertangkap di sana, mereka kini kembali ke tempat mereka masing masing untuk melakukan kejutan selanjutnya kepada orang yang saat ini berada di balik dinding itu. 


" Kau menghajarnya seperti memiliki dendam pribadi kepada Nicolas?" Bisik William yang berada di sana.


Bryan tak menjawabnya dia hanya diam seribu bahasa dengan kedua mata nya mengamati depan, dia ingin menyaksikan apa yang dilakukan oleh Mantan Komandan Kriminal yang saat ini berencana untuk kabur.


Flashback Of 


" Kau penasaran? Baiklah karena aku baik hati aku akan memberitahumu siapa nama yang aku punya."


Bryan menyuruh satu orang untuk mengeluarkan sesuatu yang ada di dalam mobil yang terparkir tak jauh dari sana. 


Bug!!


Orang itu melempar salah satu orang yang saat ini sudah terikat tepat di depan Alexander yang juga ditahan. Mata mereka saling melihat dan mereka tahu siapa itu. Alexander terkejut bukan main dia tak bisa membayangkan apa yang dilihat saat ini adalah kenyataan. 


Nicolas! 


Lagi lagi Alex tertegun melihat siapa yang saat ini tengah di lempar di bawah kakinya adalah adiknya yang sudah tak berdaya dengan darah yang keluar dari hidungnya. Mungkin darah itu saat ini sudah mengering. 


Kakak tamatlah riwayat kita berdua.


Seakan kedua batin mereka saling bersahutan ketika mereka hanya saling memandang satu sama lain.


" Bagaimana dengan kejutan yang aku berikan malam ini? Kalian berdua menyukainya?" Bryan yang ada di sana kini merasa senang melihat kedua saudara itu sekarang hancur di tangan nya.


Malam yang harus membawa mereka untuk kabur nyatanya harus terkubur dengan penangkapan mereka berdua saat ini. Kejutan ini begitu membuat kedua saudara itu benar benar terkejut dan tak bisa berbuat apa apa.


Sambung besok lagi ya 🤭