Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pengejaran 5



Antoni yang membiarkan Aneth masuk kini memilih untuk duduk di kursi yang tak jauh dari tempat dia berdiri saat ini. Dia menyandarkan punggungnya dengan menatap langit langit rumah sederhana itu. 


" Bos Bryan apa sudah tiba di markas?" Dia ingat bahwa bosnya juga belum ada kabar sama sekali saat ini. 


Antoni menghela nafasnya dengan berat dia mencoba berpikir positih bahwa bosnya pasti selamat tiba di markas besarnya. Dia memejamkan matanya mencoba untuk bersembunyi di sana untuk sebentar. 


Ahli-ahli  untuk bersembunyi sebentar Antoni kini malah terlelap dalam tidurnya. Antoni yang merasa lelah begitu mudah untuk tertidur saat ini. 


***


" Apa yang terjadi di sini?" Albert dan Abhi yang datang ke tempat itu kini terkejut melihat tempat itu tak ada sisa sama sekali.


Halaman yang biasa di lewati oleh Albert kini tak tersisa apapun, hanya ada sedikit kepulan asap. Rumah yang berdiri kokoh itu kini tak tersisa, dinding serta kaca kaca yang ada di sana roboh dan pecahan kaca pun berserakan di tanah.


" Ini ada yang tak beres Al, aku yakin sesuatu telah terjadi!" 


" Apa ada penyerangan?" 


" Aku rasa tidak! Jika di lihat disini ada sebuah bom yang terpasang!" 


Kedua laki laki itu saling menatap dengan yakin apa yang ada di pikirannya saat ini, mereka sama sama yakin bahwa ada yang tidak beres. 


" Kau juga memikirkan apa yang aku pikirkan?" Albert mengangguk.


" Aku akan mencoba menghubungi Erik atau James atau jika perlu aku menghubungi Aaron…" Albert dengan cepat mengambil ponselnya.


Sedangkan Abhi kini berjalan menelusuri rumah yang sudah tak ada siapa pun di sana, dia yang gelisah mencoba untuk tenang karena semuanya belum jelas. 


" Tak ada jawaban!" Albert masih berusaha untuk terus menghubungi orang orang itu. " Jika Bryan dan Antoni terbongkar aku takut mereka tertangkap, jumlah mereka hanya dua sedangkan orang orang disini sangat banyak."


Abhi kini tambah panik mendengar apa yang dikatakan oleh Albert saat ini. " Kita tak bisa menunggu jawaban dari mereka, kita harus bergerak cepat. Hubungi yang lain katakan untuk bergerak cepat."


Kedua orang itu kini dengan cepat berlari masuk ke dalam mobil untuk segera mencari keberadaan kedua orang yang menjalankan misinya untuk membalas dendam. Semua pasukan kini bergerak dan tersebar untuk mencari bos mudahnya dan asisten nya saat ini. 


Malam yang dingin tak membuat semua orang untuk mundur semua nya kini berpencar mencari ke semua tempat yang biasa didatangi oleh bos mudahnya.


" Apa kita perlu menghubungi Tuan Zac, kita tak tau apa yang terjadi kepada kedua nya."


" Tapi aku yakin mereka bisa lolos!" Andre yakin putranya serta bosnya mudanya bisa menangani masalah ini dengan muda, meskipun harus ada pertengkaran bahkan harus ada korban di antara mereka berdua nanti.


" Aku tak bisa untuk tak menghubungi Zac, jika ada apa apa kita yang akan mampus di tangan nya jika kita tak mengabarinya."


Abhi segera menghubungi Zac dan menceritakan apa yang terjadi meskipun dia juga belum yakin apa yang terjadi saat ini tapi apa yang dia lihat tadi sudah menjadi bukti bahwa ada sesuatu yang tidak beres saat ini.


Drt!! Drt!! Drt!!


" Kau yakin?"


" Erik mengirimkan pesan menyebarkan foto Bryan dan Antoni memerintahkan untuk menangkap nya hidup ataupun mati."


" Kita harus segera mencarinya!" 


Kini mereka segera bergerak dengan cepat mencari kedua orang yang saat ini tengah dalam masalah besar. Meskipun mereka tidak mengetahui pasti di mana kedua orang itu tapi mereka dengan cepat berpencar untuk menemukan nya.


Sedangkan Bryan yang masuk terjebak di dalam sebuah kamar kini pelan pelan keluar, mengamati situasi yang ada di sana dengan hati hati. Bryan menatap sekelilingnya dan tak melihat satu orang yang tengah mencarinya tadi. Perasaan lega kini sedikit timbul di hatinya.


Dia dengan cepat meninggalkan tempat itu, dengan berlari dia keluar dari tempat tersebut. Dia berjalan cepat menelusuri malam yang dingin seorang diri. Dengan penuh hati hati dia terus melewati jalan jalan gelap tersebut.


" He itu dia yang kita cari! Tangkap!" Suara teriakan dari arah belakang membuatnya memejamkan matanya sebentar.


Bryan dengan cepat berlari dengan dua orang yang ikut mengejarnya, jalanan yang sepi serta gelap membuatnya muda tak terlihat.


" Oh shit…" Bryan terhenti ketika dua orang lagi telah berdiri di depannya dengan mereka yang sudah menunggu kedatangan Bryan.


" Kau tak akan bisa lari lagi setelah ini…" Salah satu dari mereka kini berucap dari arah belakang, kini Bryan telah dikepung oleh empat orang yang siap membawa nya untuk menghadap kepada bosnya.


Bryan memejamkan matanya sebentar lalu menatap keempat orang tersebut dengan datar. " Maju!" Tangan nya bergerak menyuruh para orang orang itu maju.


Satu orang dengan memandang remeh Bryan kini maju menyerang nya dengan cepat, Bryan dengan cepat pula menghindar. Adu jotos di sana kini tak terelakan lagi, mereka kini saling menyerang saling ingin menjatuhkan meskipun satu lawan satu.


Bug!! 


Satu orang kini jatuh dengan cepat, tapi satu orang lagi kini kembali menyerang Bryan dengan brutal, Bryan dengan cepat menangkis nya dia dengan cepat menghindar menendangnya dengan keras membuat orang itu mundur dengan tersungkur.


Bug!!


Satu orang dari belakang kini menendang punggung Bryan hingga membuatnya hampir jatuh ke tanah. Bryan yang hilang keseimbangan kini mudah ditangkap oleh satu orang yang ada di depannya. Bryan memberontak dengan dengan keras membuat satu orang itu sedikit kewalahan.


Kedua orang yang jatuh tadi kini cepat berdiri, berjalan ke arah Bryan yang telah ditangkap oleh kawannya. Bug!! Bug!! Bug!! Kini Bryan telah di hajar oleh mereka secara bergantian, wajah serta perutnya kini menjadi sasaran ketiga orang itu. Mereka dengan keras memberikan bogem mentah kepada Bryan tapi Bryan bukan orang yang menyerah begitu saja.


Bug!! 


Bryan dengan keras menghantamkan kepalanya kepada kepala orang yang ada di belakangnya dan tepat mengenai hidungnya hingga membuat orang itu kesakitan mengeluarkan darah segar. Bryan yang terlepas kini dengan segera melawan ketiga orang yang tersisa tersebut.


Kini Bryan kembali di serang ketiga orang yang ingin membawa nya tapi mereka bukanlah tandingan nya saat ini. 


Dor!! Dor!! Dor!!


Tembakan yang brutal kembali terdengar di sunyinya malam ini, suara yang begitu keras membuat semua orang berhenti dan saling terdiam. Bryan diam tak bergerak menyentuh sesuatu yang juga mengeluarkan darah segar dari arah tubuhnya saat ini.