
Alex hanya membeku dengan menelan ludahnya dengan kasar ketika mendengar ucapan dari Abhi yang berdiri seakan menantang dirinya saat ini. Alex masih ingat dialah yang mengusir orang-orang itu ketika ingin bertanya siapa pelaku yang membunuh wanita itu dengan cara yang sangat keji.
Alex memejamkan matanya menormalkan degupan jantungnya yang serasa ingin lompat dari tubuhnya. “ Aku.. memang.. tidak tahu...” Elaknya dengan cepat. “ Aku masih menyelidiki ini semua...” Sambungnya dengan menatap ke arah orang-orang itu.
“ Cih!! Di saat seperti ini kau masih berbohong...” Bryan yang ada di sana kini berdecak tak percaya. Bryan yang masih belum kuat untuk berdiri tegak masih dibohongi oleh orang-orang nya tapi dia tak ingin melewatkan kejadian apapun di sana.
“ Johan kembalikan Nicolas cucu ku! aku akan melakukan apapun untuk Nicolas...” Ujarnya dengan memohon.
Tak ada pilihan lain selain ia menyerah saat ini. Arya tak mungkin maju dengan hanya sisa pasukan di belakangnya. Sedangkan musuhnya masih setia berdiri dengan banyak nya orang yang semua membawa senjata. Tak masuk akal jika dia mati di sana dengan merelakan nyawa nya begitu saja. Arya masih mempertimbangkan semuanya dengan keadaan yang tak memungkinkan.
“ Nicolas! Kau ingin bertemu dengan nya?”
“ Tentu. Aku sangat ingin melihatnya. Aku ingin melihat Nicolas...” Raut kebahagian kini menghiasi wajah laki laki tua yang sudah tak berdaya itu.
“ Kau tanda tangani surat itu?” Andre melemparkan sebuah dokumen tepat di bawah kaki Alex serta Erik.
Erik yang penasaran dengan mengerutkan keningnya dia mengambil dokumen tersebut. Dengan mata yang tak percaya dia membaca semua poin-poin yang ada di dalam nya. Alex yang juga membaca nya kini juga tak percaya dengan apa yang ia baca.
“ Kalian memang licik...” Umpat Erik dengan tatapan permusuhan.
“ Apa isi nya?”
Erik memberikan nya dengan tak rela. Arya dibuat melotot tak percaya membaca semua isi yang ada di dalam dokumen tersebut. Arya membolak-balikan kertas yang banyak tulisan dengan berulang kali menggelengkan kepalanya. “ Bagaimana kalian tahu aku memiliki bisnis di bawah tanah?”
Zac kini tertawa keras seakan pertanyaan laki laki tua itu adalah hal konyol untuk dirinya. “ Kau meragukan kelompok ku?”
“ Aku hanya bertanya. Tak ada satu orangpun yang tahu tentang bisnis dunia ku di bawah tanah. Bahkan tak ada yang tahu tentang laboratorium yang aku sembunyikan di dalam rumah ku tapi kalian-“ Arya tak bisa mengatakan apapun karena semua dia baca memang dialah pemiliknya.
“ Kau tak perlu tahu bagaimana kamu mengetahui nya...” Tegasnya. “ Tanda tangani atau kau melihat semuanya mati di sini? Perintahnya dengan tegas serta dingin.
Arya hanya diam ketika ia mendapatkan bisikan dari Erik yang tak terima dengan semua poin-poin yang tertera di atas kertas putih tersebut. “ Jangan membuang waktu kami dengan akal licik kalian...” zac sepertinya bisa membaca apa yang akan mereka lakukan.
Tapi sayangnya Erik dan Arya masih membahas hal dengan suara nya yang sangat pelan. Sedangkan Alex hanya diam karena ini bukan keputusan nya yang berhak memutuskan semuanya hanyalah sang kakek karena semua bisnis di bawah tanah adalah miliknya sendiri.
Dor!!
Zac dengan cepat pelatuk pistol yang mengarah ke arah Erik. Peluru itu kini menembus ke kaki kiri Erik dengan cepat yang membuat orang itu berteriak kesakitan bukan main.
“ Kami masih bicara...” Arya segera menjelaskan nya.
“ Kalian tak ada pilihan. Jika tak setuju dengan pilihan ku mak-“
“ Aku tak bisa memutuskan ini sendiri. Kami berdiri dengan banyak orang, banyak orang yang juga menanamkan saham nya di usaha ku. aku tak mungkin mengambil keputusan tanpa harus berdiskusi dengan yang lain...” Arya segera menjelaskan apa yang ia bisikan dengan Erik.
Dor!!
Argh....
Dia tak menyangka akan terseret masalah yang begitu besar dan mengerikan dia telah menyesal telah mengikuti hati nya bukan akal sehat nya. jika saja dia mengikuti akal sehatnya mungkin hal yang mengerikan ini tak mungkin ia lihat saat ini.
“ Tak apa! Bersembunyilah di balik punggungku...” Gumam nya dengan pelan.
Sedangkan Zac kini menatap tajam ke arah lawan nya. “ Kau masih berbohong di saat nyawamu sudah terancam. Bahkan seekor buaya akan memilih mundur ketika dikepung puluhan singa.”
“ Aku hanya ingin mempertahankan milikku.”
“ Jadi pilihanmu jelas bahwa kau ingin mempertahankan tempatmu dan melepaskan Nicolas untuk kami bunuh.”
“ Tidak! Jangan lakukan. Ku mohon. Aku mundur, aku kalah.”
“ Tidak Tuan! Mereka hanya menggertak kita...” Erik tak akan terima semua apa yang ia lakukan dengan susah payah bertahun-tahun kini harus di ambil ahli dengan cara paksa seperti ini. “ Kalian sama saja seperti pencuri...” Desis nya dengan sinis dan dingin.
Andre kini tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Erik. “ Kau benar kami memang pencuri tapi tepat nya kami perampok yang terkenal. Kau tak mengenalku?”
Semua lawan nya kini hanya diam tak tahu siapa laki laki yang berbadan kekar yang seluruh tubuhnya dipenuhi dengan tato.
“ Cih!! Kalian masih pemula rupa nya. Bisnis kotor mu tak ada apa-apa nya dengan bisnis kami.”
“ Katakan apa pilihanmu?” Zac bertanya lagi dengan nada serius tapi keseriusan itu tak terlihat karena dia berkata dengan dia yang meniup pistol nya dengan gaya santai nya.
“ Aku ingin melihat Nicolas.”
“ Katakan pilihanmu?”
“ Tuan bisakah kita akhiri permusuhan ini. Aku menyerah dan aku pastikan kami semua akan berada di dalam penjara karena perbuatan kita...” Timpal Angel dengan dia yang mencoba berbicara baik-baik dengan mereka.
“ Bodoh...” Umpat salah satu laki laki yang menatapnya penuh dengan iba.
“ Kau sendiri yang melarikan diri dan sekarang ingin menyerah. Kenapa? Apa karena dia tak sebaik yang kau kira. Aku kira kau wanita pintar tapi sayangnya kau wanita bodoh yang pernah aku temui...” Jawaban dari laki laki itu membuat Angel menelan ludahnya dengan kasar.
“ Aku memberikan jaminan hidup yang pantas kau dapatkan tapi kau memilih jalan yang mematikan. Dan sekarang kau bicara seolah-olah kamu adalah penjahat yang akan menyerah kepada hukum...” Laki laki itu berucap dengan ketus bahkan tatapan dingin nya.
“ Aku akan memaksa mereka untuk menyerah.”
“ Omong kosong.”
Angel tak bisa berkutik dia hanya diam dengan meremas tangan nya sendiri hingga membuat telapak tangan nya sedikit terluka karena mengenai kuku nya yang panjang.
Maaf.. tak ada kata lain yang mampu diucapkan dalam hatinya selain kata tersebut.
Bersambung besok lagi ya,