
“ Kalian menemukan nya?” Zac serta orang orang nya kini berada di tengah kota mereka saat ini sedang menuju alamat yang diberikan putranya kemarin.
“ Alamat yang diberikan tak jelas bos!” Jawab mereka dengan tetap berusaha mencari nya.
“ Tak jelas?” Zac mengulangi dengan nada dingin nya.
“ Tapi sedang berusaha mencarinya bos! Beri kami waktu beberapa menit untuk mendapatkan alamat yang jelas.”
“ Waktu? Sudah dari semalam kalain meminta waktu tapi kalian masih tidak menemukan nya. apa kinerja kalian sekarang sudah menurun hingga mencari alamat yang diberikan saja kalian masih bingung? Sepertinya aku terlalu memanjakan kalian...” Kata Zac dengan dingin dan menatap tajam kearah orang orang.
Mereka tak ada yang menjawab melainkan hanya menelan ludahnya dengan kasar mereka tidak tahu harus berkata apa. Alamat yang diberikan oleh Bryan kemarin kurang jelas karena sinyal yang dia dapatkan tak sebagus mereka di kota.
“ Zac tenangkan dirimu. Mereka akan menemukan Bryan....” Johan yang saat ini ikut andil kini menenangkan laki laki yang sudah seperti orang yang akan siap memakan siapa saja saat ini.
Kepergian putranya yang tiba tiba tak ada kabar serta kabar yang ia dapatkan adalah sang putra meminta bantuan kini membuatnya kalang kabut, membuat dia cepat mengamuk karena masalah masalah sepele. Padahal dia juga tau bahwa mencari alamat dengan hanya sebuat suara yang putus asa juga tak semudah yang dibayangkan.
Orang orang yang satu mobil bersama Zac kini merasa kecewa pada dirinya sendiri karena saat ini mereka belum bisa menemukan alamat yang cocok yang akan mereka tuju. Orang orang itu marah pada diri mereka sendiri karena dari semalam mereka belum bisa menemukan apapun meskipun petunjuk yang sudah dikatakan oleh orang yang mereka cari.
“ Bagaimana aku bisa tenang Paman! Bryan menghilang dari kemarin dan sekali dia menghubungi, dia mengatakan bahwa dia dalam bahaya. Tak ada orang yang bersama nya tak ada yang bisa membantunya. Jika dia kenapa kenapa apa yang harus aku jelaskan kepada Valerie...” Suara nya sendu seakan dia menahan rasa sedihnya saat ini.
Orang tua mana yang tak cemas mendengar apa yang dikatakan oleh Putranya. Orang tua mana yang tak merasakan panik ketika mengetahui putranya dalam bahaya dan membutuhkan bantuan dengan segera. Saat ini tak ada yang bisa dilakukan oleh Zac kecuali hanya bisa pasrah menunggu orang orang nya menunggu jalan yang tepat yang akan mereka tuju dana menemukan putranya.
Zac memejamkan matanya mengepalkan tangan nya dengan begitu murka. Masih terdengar jelas apa yang dikatakan kemarin oleh putranya. Masih terekam di telinga nya bahwa mereka sedang dalam bahaya dengan keji mereka mencoba membunuh putranya dengan cara mencekik nya dengan rantai besar.
“ Dimana kamu Bry! Kenapa ponsel kemarin sudah tak aktif lagi...” Zac merasa bersalah jika saja ia lebih cepat menyelesaikan balas dendam ini dengan langsung membunuh musuhnya hal ini mungkin tak terjadi.
“ Jika saja aku tahu bahwa laki laki tua itu meminta pertukaran Gumam nya ketika dia sudah hampir putus asa karena dia tak menemukan jalan yang diberikan oleh putranya semalam.
“ Tenanglah aku yakin Bryan baik baik saja saat ini...” Johan menepuk pundak laki laki gondrong yang dari tadi hanya menatap ke luar jendela.
Sedangkan di mobil lain orang orang juga panik karena ia juga belum mendengar kabar bahwa mereka sudah menemukan jalan nya. mereka juga sama hal nya merasakan kecemasan tapi mereka juga tak bisa berkata apapun selain hanya bisa menunggu kabar dari bos nya.
“ Apa aku menghubungi Arya saja?” Albert memecahkan kesunyian yang ada di dalam mobil.
“ Apa dia belum tahu jika kau ada di belakang ini semua?”
“ Sepertinya belum.”
“ Nomornya sudah tidak aktif yang biasa menghubungi ku...” Jalan buntu tak ada jalan yang bisa mereka cari. “ Ponsel semuanya sudah tak bisa aku hubungi dari kemarin, aku rasa mereka sengaja mematikan ponsel nya. di tambah Alex sudah bersama mereka dan itu juga sudah menjadi kelegaan nya.”
“ Kau benar! Sekarang kita tak bisa berbuat banyak selain hanya bisa menunggu orang orang kita.”
“ Sepertinya orang orang kita belum menemukan jalan nya dari semalam. Kita masih saja berputar putar tanpa arah...” Timpal suhu cantik yang juga ikut serta dalam misi ini. “ Kau tahu aku sudah tak sabar menghadapi wanita yang di maksud oleh Nathan kemarin.”
“ Monic jangan terlalu keras pada putramu sendiri. Kau tahu bukan bahwa cinta bisa membuat orang bodoh.”
“ Aku tau. Tapi aku tak mau putraku malah mencintai orang yang mengkhianati kita. Kau pikir aku sudi memiliki menantu seperti dia? Jangan harap...” Terlihat suaranya yang geram.
Suhu cantik itu jelas terang-terangan akan melawan putranya jika dia masih saja bersikeras membela wanita yang telah berdiri menjadi lawan nya.
“ Tapi kau-“
“ Sudahlah Ndre jangan dibahas. Aku juga tak bakal mau jika putraku memiliki hubungan dengan orang yang menjadi lawan kita. Kau menjadi saksi kami bersatu bukan? Percintaan kami penuh dengan pengorbanan dan harus ada yang rela untuk melepaskan nya. aku rela melepaskan seragamku karena aku tak ingin menjadi pengkhianat di pihak polisi jadi aku lebih memilih keluar dan memilih cinta ku. mungkin yang dialami wanita itu seperti aku, hanya saja saat ini dia berdiri dengan lawan.”
“ Kalian berdua sama saja...” Andre hanya menggeleng ketika mendengar apa yang dikatakan oleh sepasang suami istri tersebut.
Sedangkan Tuan Arya kini mondar mandir dia merasa cemas karena mereka sampai hari ini belum menemukan kedua orang yang seharusnya ada disini. “ Kakek tenanglah aku yakin mereka akan menemukan Bryan dan kekasihnya.”
“ Ini sudah siang tapi mereka belum kembali dengan membawa mereka.”
“ Erik pasti akan kembali bersama mereka dan aku yakin rencana kita akan berhasil.”
“ Kenapa harus ada perkelahian lagi. Aku tak ingin ada korban...” Timpal Angel yang juga ada di sana.
Alex menghela nafasnya dengan kasar menatap wanita yang juga ikut berkomentar tentang kejadian ini. “ Kau kemarin sempat berbicara dengan Bryan aku yakin kau mengenal keluarga nya?”
“ Tidak!” Elaknya dengan cepat.
“ Jangan berbohong...” Arya yang setengah berteriak membuat semua orang yang ada di ruangan itu terkejut. “ Kau mengenal mereka dan aku yakin kau pasti tahu siapa keluarga mereka. Katakan dengan jujur siapa mereka sebenarnya.”
Angel yang di bentak kini merasa kesal dia menatap Arya dengan tatapan kesal. Alex tahu bahwa wanita itu tak terima mendapatkan bentakan tersebut. “ Kek mungkin-“
“ Jangan membelanya..." Nadanya bicaranya langsung naik.