
Flashback On
Semua orang saat ini telah berada di mobil mereka masing-masing, mengintai dengan seksama area sekitarnya. Mata Bryan dan Antoni yang juga ada di sana kini meneliti melihat suasana area parkir yang terletak tak jauh dari gedung firma milik Albert saat ini.
Tampak dari kejauhan bahwa ada mobil Van hitam yang juga terparkir yang juga mengintai satu mobil yang baru datang di area parkir tersebut.
Satu orang laki laki mudah kini turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk sang bos yang saat ini juga sama turun dari mobil.
" Kau masih menyuruh orang-orang itu mengikuti Albert?" Tanyanya ketika dia menatap mobil yang juga ada di mobil nya. Dia tahu mobil itu ada orang-orang suruhan nya.
" Sebenarnya saya sudah mengatakan untuk tidak lagi mengikutinya Tuan…" Jawabnya dengan juga menatap ke arah mobil hitam yang juga terparkir di sana.
" Katakan suruh pergi dari sini. Aku tak ingin Albert tahu bahwa dia sedang diikuti, aku takut dia malah tak jadi membantu kita."
" Baik Tuan…" Jawabnya dengan menunduk.
" Usir dulu mereka lalu ikuti aku ke dalam…" Perintahnya. " Satu lagi perlihatkan barang kita dan katakan pada mereka untuk segera menawarkan ke orang-orang yang dipercaya."
Aaron masuk dengan segera sedangkan sang asisten kini menghampiri mobil yang terparkir di sana. Sang asisten dengan gerakan cepat dan waspada dia malah takut bahwa ada salah satu orang dari Albert melihatnya.
Tok!! Tok!!
Dia mengetuk kaca mobil dengan perlahan dia juga mengamati situasi sekelilingnya, sedangkan orang yang di dalam membuka nya dengan pelan.
" Sudah ku katakan segera pergi dari sini jangan ikuti Tuan Albert lagi kenapa kalian masih terparkir di sini?" Katanya dengan pelan menekan kata kata nya dengan nada sedikit marah.
Dia marah karena bos nya juga memarahinya, dia sudah berkata dari tadi pagi bahwa untuk menghentikan mengikuti Albert tapi sepertinya orang-orang itu masih berada di sana dengan mengamati mobil Albert yang terparkir juga.
" Kami-"
" Sudahlah jangan banyak bicara sebaiknya kalian periksa barang-barang yang sudah aku bawah. Kalian bisa mengambil fotonya sekarang lalu tawarkan atau segera edarkan sendiri…" Perintahnya dengan memotong cepat apa yang ingin dikatakan oleh orang-orangnya.
Sedangkan orang yang di dalam kini tak bisa mengatakan apapun hanya mampu mencerna apa yang dikatakan oleh orang yang berdiri di luar mobil mereka.
" Ayo turun kalian menunggu apalagi?" Perintahnya dengan sedikit membentak.
Kedua orang itu kini dengan cepat turun mengikuti asisten dari Aaron yang menyuruh mereka melihat barang-barang miliknya. Kedua orang itu saling bertatapan dengan sedikit menyunggingkan senyumnya.
" Tunggu dulu!" Kedua orang yang mengikutinya kini segera berhenti dengan jantung berdebar. " Wajah kalian kenapa asing?"
Deg!! Deg!! Deg!!
Sial…
" Tapi ya sudahlah mungkin hanya aku yang memang tak terlalu dekat dengan kalian…" Katanya dengan berbalik lalu membuka pintu mobil yang ada di depannya. Kedua orang itu kini sedikit bernafas lega karena akhirnya.
" Cepat ambil fotonya segera sebelum ada yang melihatnya…" Perintahnya dengan cepat.
Mata sang Asisten dari Aaron kini mengawasi area sekitar dia juga was-was karena dia takut ada yang melihat mereka yang membawa barang-barang sebanyak itu. Mata mereka berdua yang ada di dalam mobil kini dengan sedikit terkejut melihat barang-barang yang sebanyak itu di depan mereka.
Mereka saling bertatapan dengan mereka yang tak percaya bahwa barang-barang itu ada di mobil seorang laki laki tua yang saat ini sedang mereka selidiki. Mereka dengan cepat mengambil foto yang ada di sana dengan cepat agar mereka tak menimbulkan curiga.
" Cepat pergi dari sini dan segera katakan jika ada penawar yang akan mengambil barang-barang itu…" Ujarnya dan mereka berdua hanya mengangguk. " Untuk kamu!" Dia menunjuk satu orang yang ada di depannya. " Kau terlalu tampan untuk menjadi pembunuh bayaran."
Orang itu hanya tersenyum dengan dia yang bingung menjawabnya. " Terkadang wajah bisa memanipulasi Tuan. Wajah tampan tak bisa menjamin bahwa hatinya juga tampan."
" Hmmm.. benar apa yang kau katakan."
" Baiklah kalau begitu kami permisi…" Asisten Aaron hanya mengangguk membiarkan kedua orang itu pergi meninggalkan area parkir.
Setelah mereka pergi sang asisten kini dengan cepat masuk ke dalam firma yang dimana mungkin bos nya sudah menunggu di dalam sana. Setelah kepergian dari sang asisten kedua orang yang lain juga turun dari mobil melihat situasi yang ada. Tapi itu adalah tempat mereka yang jelas mereka tahu mana yang aman dan mana yang tidak.
Tok!! Tok!!
" Apa yang kalian lihat tadi?" Seorang laki laki bertato segera menghampiri mobil yang ada di sana.
" Apa yang kalian ambil dari sana? Aku pikir kalian tertangkap?" Timpal yang satunya lagi.
" Lihatlah Paman!" Laki laki tampan itu memperlihatkan sebuah foto di mana dia mengambil foto yang ada di dalam mobil sana.
Kedua orang itu sama hal nya terkejut. " Ini gila!" Umpatnya dengan tak menyangka.
" Kami tadi juga sudah memasang alatnya Paman tinggal memasang GPS nya saja…" Timpal yang satunya lagi.
" Segera pasang sebelum mereka keluar."
" Ini bener-bener gila, aku tak menyangka bahwa mereka memiliki barang sebanyak ini. Aku sungguh tak menyangka. Ini kejutan yang bisa membuat mereka tertangkap dengan mudah sebenarnya."
" Tapi untuk sementara jangan dulu Paman, jika mereka tertangkap maka mereka akan bertemu dengan Alex di dalam sana. Mereka akan bersatu untuk menghancurkan kita nantinya…" Salah satu orang itu memberi saran.
Kedua orang laki laki itu berpikir sejenak apa yang dikatakan olehnya memang benar adanya, dia tahu saat ini tak mungkin untuk menangkap kedua orang itu.
" Apa yang dikatakan oleh Bryan benar. Apa yang harus kita lakukan sekarang?"
" Sebaiknya kita segera pergi karena ada yang melapor bahwa mereka sudah keluar dari ruangan Paman Albert…" Antoni yang sudah memasang alat GPS itu dengan segera masuk ke dalam mobil.
Mereka semua kini masuk ke dalam mobil dengan segera dan dengan cepat meninggalkan tempat parkir tersebut. Tak berselang lama kedua orang juga keluar dari sana.
" Mereka sudah pergi?" Tanyanya.
" Sudah Tuan. Mereka juga sudah mengambil beberapa foto untuk mereka kirimkan ke orang yang ingin mereka tawarkan. Aku juga sudah mengatakan bahwa mereka juga sudah tak perlu mengikuti Tuan Albert…" Jawabnya dengan mereka yang sudah duduk di dalam mobil.
" Untung saya Tuan Albert tidak menyinggung sedikitpun tentang dia yang diikuti oleh orang. Jika dia tahu habislah. Dia tak akan mau membantu kita."
" Saya rasa dia tak tahu apapun Tuan."
" Sepertinya Tuhan memihak ke arah kita saat ini dan seterusnya…" Katanya dengan tersenyum.
Flashback Of