
" Sarah kenapa kamu hanya diam? Apa yang aku tanyakan adalah benar? Kamu dan Bryan-"
" Tentu saja tidak Mom, aku dan Bryan hanya teman tak lebih dari teman. Lagian mana mungkin Bryan mau dengan aku wanita yang tak memiliki apapun…" Sarah dengan cepat memotong apa yang ingin dikatakan oleh Ibu dari kekasihnya. Tentu saja Sarah tak akan berkata jujur tentang perasaannya dia pasti akan berbohong dan akan selalu berbohong.
" Maksud dengan perkataan tak memiliki apapun apa?" Val menyipitkan matanya dia tak tau apa yang dikatakan oleh wanita yang ada di depannya saat ini.
Sarah yang hampir keceplosan kini menelan ludahnya dengan kasar. " Tidak ada yang perlu dibahas Mom, aku dan Bryan hanya seorang teman. Bryan tak mungkin menyukai aku yang sederhana ini…" Elaknya dengan cepat.
" Aku lebih suka orang yang sederhana seperti mu dari pada wanita yang glamor yang memperlihatkan harta orang tuanya…" Desis nya dengan dia mengatakan apa yang ada di pikirannya.
Val memang sering kali mendapatkan hadiah dari wanita yang ingin dekat dengan putranya meskipun dia menerima nya dia tak terlalu menyukai semua wanita yang ada di dekat putranya. Semua wanita yang mendekati putranya 99% Val yakin hanya akan mengincar harta nya.
" Mom tak semua wanita yang dekat dengan Bryan akan mengincar hartanya, terkadang ada wanita yang benar-benar menyukai Bryan…" Sarah tau apa yang saat ini di pikirkan oleh Ibu dari kekasihnya itu. Inilah yang dia takutkan jika semua orang tau bahwa dia memiliki hubungan dengan Bryan maka semua orang akan berpikir bahwa dia memiliki rencana khusus untuk harta-harta nya.
Val menghela nafasnya. " Aku tau tak semua wanita yang dekat dengan putra ku tak mengincar hartanya tapi aku tak yakin ada yang mau jika putraku orang miskin. Terkecuali?" Val menghentikan ucapannya menatap wanita mudah yang ada di sampingnya.
" Terkecuali?" Sarah mengulangi apa yang dikatakan oleh wanita itu.
" Terkecuali wanita yang memang awal nya sederhana seperti mu, mungkin dia tak akan memikirkan harta nya Bryan. Mereka bisa hidup sederhana lalu masalah harta seperti itu tak mereka utamakan hanya masalah cinta dan kasih sayang yang tulus yang akan mereka cari."
" Tapi wanita sederhana seperti ku tak mungkin pantas bersanding dengan seorang pangeran seperti Bryan Mom!" Sarah tersenyum getir dia sadar bahwa dia tak mungkin bisa bersanding.
" Jangan bilang seperti itu, yang menilai pantas atau tidaknya siapa?, Jika kalian saling mencintai kenapa tidak…" Val yakin bahwa ada sesuatu di antara putranya dan wanita yang ada di sampingnya hanya saja mereka berdua terlalu pandai untuk menutupinya.
Sarah kini tertawa pelan. " Ayolah Mom kenapa sekarang malah ingin membahas aku dengan Bryan seakan aku dengannya memang memiliki hubungan. Aku dan Bryan hanya seorang teman tidak lebih dari sekedar teman Mom…" Sarah sedikit memperjelas kata katanya dengan menekannya sedikit.
" Iya baiklah…" Val mengangguk menyetujui apa yang dikatakan oleh wanita itu. " Tapi aku tak pernah percaya dengan Term teman wanita dan laki-laki. Jika tidak ada perasaan itu sungguh mustahil…" Sindirnya dengan melirik ke arah wanita itu.
Sarah yang merasa tersindiri kini tampak gugup dia tak bisa menutupi bahwa dirinya saat ini seakan terpojok. " Tak ada kata teman yang tulus antara laki laki dan perempun Sarah. Kalau tidak laki laki nya yang cinta ya wanitanya, kalau tidak mereka berdua yang sama sama jatuh cinta hanya saja terkadang tak ada yang mau mengakuinya atau mereka yang tak sadar dalam percintaan itu."
" Tapi aku rasa aku dan Bryan tak mungkin jatuh cinta Mom…" Sarah dengan cepat menguasai dirinya sendiri.
" Benarkah?" Val menyipitkan matanya. " Tapi sebaiknya jangan cepat mengambil kesimpulan seperti itu karena tak baik."
" Buk-"
" Mom aku sudah katakan aku dan Bryan memang tak akan memiliki hubungan apapun, aku dan dia murni akan menjadi teman yang akan saling membantu…" Sarah gugup dan itu pasti terlihat jelas dari mata Valarie, wanita yang tak bisa di bohongi.
" Baiklah aku percaya kalian hanya teman untuk saat ini tapi tidak untuk masa depan, aku tak akan tau apa yang akan terjadi setelah ini."
" Sepertinya Mom mendorong ku untuk dekat dengan Bryan?"
" Bukan mendorongmu Sayang hanya saja wanita tua ini tak percaya dengan term teman antara wanita dan laki laki murni sebagai sosok teman yang baik."
Sarah hanya diam dia tak tau harus berkata apalagi saat ini apa yang dikatakan oleh Ibu dari kekasihnya itu benar semua. Dia sendiri juga tak percaya dengan term teman antara wanita dan laki laki hanya saja saat ini dia harus menggunakan kata 'teman' agar semuanya menjadi lebih mudah.
" Sepertinya dari tadi aku mendengar kalian membahas Bryan…" Sosok laki laki gondrong yang tiba-tiba muncul membuat kedua wanita itu langsung menoleh ke arah belakang.
" Hubby kau sudah pulang?" Zac memeluk sebentar istrinya yang sangat dirindukan.
" Kalian belum ada yang tidur ini sudah larut malam."
" Aku menemank tamu kita, Hubby bagaimana keadaan Bryan apa dia sudah memberi kabar?"
" Dia baik saat ini dia sedang menjalankan rencana A, dan sebentar lagi akan ada ledakan yang akan sangat menyenangkan…" Senyum licik dari Zac tak bisa pudar.
" Kau tak menempatkan Bryan dalam bahaya bukan Hubby?"
" Tentu saja tidak Honey, di sana ada Antoni dan Albert kamu tenang saja semuanya akan baik-baik saja. Setelah semuanya ada di tangan kita maka aku akan menarik mereka kembali dan menghancurkan mereka dengan terang-terangan."
Setidaknya saat ini Sarah sedikit lega karena mendengar kabar bahwa kekasihnya saat ini baik-baik saja tapi di sisi lain di juga cemas karena pada akhirnya suatu saat nanti mereka akan tahu siapa musuh dari mereka. Sarah menghela nafasnya dengan berat meskipun dia yakin semuanya akan bai-baik saja.
" Ayo kita ke kamar aku lelah…" Ajak Zac kepada istrinya yang hanya di angguki oleh wanita cantik itu.
" Sarah sebaiknya kamu tidur…" Sarah hanya mengangguk pelan. " Aku sudah tanyakan bukan bawah Bryan baik jadi sekarang kamu bisa tidur jangan memikirkan hal yang tidak-tidak…" Bisiknya sebelum dia pergi meninggalkan Sarah yang malah tertegun mendengar apa yang dikatakan Val saat ini.
Val menoleh ke belakang dengan dia yang tersenyum sebelum dia melambaikan tangan nya sebagai untuk mengakhiri percakapan malam ini.