Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Hukuman Masih Berlanjut 2



" Kau…" Wanita itu terkejut melihat orang laki laki yang saat ini sedang dibopong tak berdaya oleh salah satu temannya.


Alex yang melihatnya pun juga sama hal yang terkejut dia tak menyangka bisa bertemu kembali dengan sosok wanita yang sempat ia pikirkan dari kemarin. Tapi semenjak masalah datang bertubi-tubi dia tak sempat memikirkan nya lagi. Bahkan dia hampir melupakannya.


" Kau mengenalnya?" Dokter yang sekaligus juga temannya itu berbisik pelan menanyakan kepada asisten atau perawatnya tersebut.



" Dia Mantan Komandan Kriminal yang sedang tertimpa masalah!" Jawabnya dengan datar. " Komandan dari mendiang Ayah ku…" Dia memejamkan matanya mengingat Ayah nya yang juga pernah jadi korban.


" Jadi dia yang sedang ramai dibicarakan dia beberapa media…" Wanita itu membuka matanya menatap Alex yang sedang berusaha untuk duduk di bed nya.


" Dokter tolong bantu teman saya!" 


" Anda boleh pergi…" Orang yang membawa Alex pun pergi. " Angel kau yang mengurusnya aku akan mengecek beberapa kesehatan yang lain."


Mau tak mau Angel mengangguk meskipun dia tak ingin melihatnya ataupun ingin mengobatinya tapi ini adalah kewajiban seorang tenaga medis yang tak boleh mencampur uruskan masalah pribadi dengan yang pekerjaannya.


Angel dengan cepat mengambil apa saja yang diperlukan. Alex hanya melihatnya dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Dia tahu wanita itu pasti terpaksa tapi setidaknya ada seorang yang akan membantunya untuk mengurangi rasa sakit ini.


Angel hanya diam tepatnya mereka berdua diam seribu bahasa, Alex menahan rasa sakit pada wajahnya ketika dia diobati oleh Angel. Alex hanya beberapa kali menatapnya dia malu harus melihatnya karena dia berada di sini dengan status sebagai tahanan.


" Kau sedang apa di sini?" Alex membuka suaranya agar tak ada kecanggungan yang membunuh nya.


" Sedang bekerja! Apa kau tak lihat aku membantu dokter tadi untuk berjaga di sini jika ada tahanan yang bertengkar dan babak belur seperti mu…" Sindirnya dengan sinis.


" Iya aku tahu! Apa sudah lama bekerja disini…" Tanyanya dengan lembut.


" Tidak! Semenjak Ayah pergi aku harus bekerja lebih giat lagi untuk menghidupi ku dan memenuhi kebutuhan ku sehari-hari…" Tak ada keramahan di setiap kata kata nya.


" Maaf jika masalah Ayahmu itu. Tapi kau tahu sendiri Ayahmu mati karena berada di medan perang dan malam itu kami sedang mengejar tahanan yang kabur. Bukan aku yang menyuruh Ayahmu melindungiku tapi Ayahmu sendiri yang-"


" Aku tahu Ayahku orang yang baik tapi sayangnya dia harus mati dengan melindungi orang yang arogan seperti anda…" Potongnya dengan cepat.


" Apa maksudmu?" 


Angel tersenyum sinis. " Jika anda tak arogan mungkin saat ini ada tak akan ada di sini mempertanggung jawabkan kematian bawahan anda. Saya tahu anda dituntut atas kematian mereka karena anda yang lalai. Tapi anda yang lalai atau memang anda sengaja karena anda sendiri yang hidup di tempat itu."


Alex menghela nafasnya dengan berat ketika wanita yang ada di depannya ini menganggap dia yang sengaja membunuh bawahannya.


Ada kesedihan di nada bicaranya tak dapat diragukan bahwa dia juga kehilangan dia juga tak menyangka bom bunuh diri waktu itu membuat beberapa bawahannya harus mati dengan cara yang sangat mengenaskan.


" Hanya Tuhan yang tahu perasaanmu dan pikiranmu…" Lirih nya lagi dengan sinis.


" Kau Angel bukan?, Saya Alexander kau bisa memanggil ku Alex…" Dia memperkenalkan dirinya secara langsung.


Angel juga tak lupa memberikan obat untuk ia minim sekarang di sana, Alex menerimanya dengan segera meminumnya di depan Angel. Bahkan Angel tak ingin melihat ke arahnya meskipun dia yang memberikan minum kepada laki laki yang dulu berstatus komandan Ayah nya.


" Ayah ku sudah pernah menyebut namamu jadi kau tak perlu memperkenalkan dirimu lagi…" Jawabnya dengan segera. " Sudah selesai kau bisa pergi…" Usirnya.


" Terima kasih!" Alex turun dari bed nya dia berjalan pelan keluar dari ruangan medis tersebut. 


Angel bahkan hanya melirik kepergian nya, dia sebenarnya merasa kasihan. Orang yang kemarin sepertinya memiliki segalanya sekarang hancur tak memiliki apapun bahkan dia berada di tahanan dengan dia yang saat ini menjadi seperti hewan yang selalu di hajar.


Orang yang memiliki kekuasan atau segalanya tapi jika Tuhan mengambilnya mereka bukanlah siapa-siapa. Bahkan dia seperti rendahan yang tak memiliki apapun saat ini.


Angel sadar bahwa apa yang terjadi kepada Alex saat ini juga rencana Tuhan yang tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, hanya saja dia yang dulu memiliki kedudukan harus hilang sekejap karena kesalahan satu.


Alex keluar dengan sedikit tersenyum setidaknya di sini di tempat yang seperti neraka ini ada sosok yang bisa membuatnya bertahan untuk hidup agar dia bisa mengambil hatinya. Semenjak pertemuan tak sengaja dengan Angel waktu itu dia memiliki perasaan yang berbeda, getaran kecil itu semakin nyata dirasakan. Meskipun dari tadi dia hanya berkata sinis bahkan dengan sengaja menyindirnya dia hanya menerimanya.


Di tempat ini ada seorang yang bisa membuatku untuk semangat hidup lagi. Aku harus segera memulihkan diriku agar aku bisa menyusun setiap rencana untuk keluar dan mencari Nicolas.


Saat ini Alex bersemangat untuk segera pulih banyak rencana yang sudah disusun di kepalanya dia harus segera kabur dari sana dia harus pergi dengan cara apapun. Dia juga harus segera menghubungi kakeknya untuk meminta tolong tapi sepertinya dia harus belajar dari pengalamannya karena setiap gerak-geriknya telah diawasi dari pertama ia masuk.


" Sekali lagi terima kasih sudah membawa aku ke ruangan medis tadi…" Dia bertemu dengan orang yang membawanya datang kesana. Dan orang itu menunggunya agak jauh dari ruangan medis.


" Tak masalah! Sebaiknya kau hati hati, jangan membuat ulah kau menghindar saja ketika mereka datang ingin mencari masalah karena kau tak akan menang melawan mereka…" Orang itu memberikan nasihat kepada Alex yang saat ini mereka berdua berjalan meninggalkan tempat medis.


" Aku tahu! Tapi aku juga tak bisa selamanya diam. Mereka juga harus tahu bahwa aku sebenarnya juga bisa melawan mereka hanya saja tenagaku belum pulih sepenuhnya…" Alex jelas tahu kemampuannya dimana, dia bisa saja melawan mereka tapi kekuatannya hilang karena luka.


" Baiklah lain kali hati-hati jaga dirimu…" Orang itu pergi karena mereka berdua beda kamar.


Alex menatap punggung orang itu dia juga berjalan masuk ke dalam dengan berbeda. Alex menghela nafasnya ketika melihat Kepala Sipir telah menunggunya dengan  tongkat di tangannya.


Dia pikir dia bisa hidup tenang di sini.


Bersambung besok lagi ya