
" Kita berbeda Bry! Apa kau tak sadar kita memang berbeda. Jalan pemikiran kita pun berbeda…" Sarah merasakan hatinya terluka dia yang berusaha keras untuk sedikit demi sedikit membuang rasa cinta kepada Bryan.
Tapi nyatanya semakin hari rasa itu tumbuh, melihat pengorbanan laki laki itu membuat hatinya bertambah hancur. Cinta memang tak harus memiliki tapi ketika kedua insan saling mencintainya kenapa seakan Takdir tak ada yang mencoba membantunya melangkah.
Sarah yang pergi kini di halangi oleh Bryan dengan dia yang menatap ke arahnya lagi. Sarah memalingkan wajahnya dia tak tahan ketika tatapan itu harus meneliti ke wajahnya.
" Apa nya yang berbeda Sarah? Kau dan aku sama sama saling mencintai! Kenapa kau selalu berkata bahwa kita berbeda? Tak ada perbedaan di antara kita berdua."
" Status kita berbeda apa kurang jelas bagimu? Kau dan aku memiliki status yang berbeda, kau memiliki kejayaan kedudukan sedangkan aku? Aku hanya orang yang tak memiliki apapun jika dibanding denganmu aku hanya kerikil kecil yang akan mudah kau singkirkan."
" Status.. status.. status! Hanya itu yang kau pikirkan. Kenapa dengan status kita yang berbeda? Kenapa kau memikirkan status kita tak memikirkan cinta kita."
" Karena aku tak ingin kau menyesal suatu saat nanti. Aku adalah orang miskin yang memiliki cerita buruk di belakangku, adikku adalah wanita malam yang kau jual sedangkan kamu! Kamu adalah orang yang terpandang segalanya kau memiliki, harta kedudukan semuanya kau miliki, kau bisa mendapatkan apa yang kau inginkan. Aku berdiri di sini bukan untuk cinta Bry aku disini untuk balas dendam. Aku berterima kasih kepada mu bahkan kepada keluargamu karena mereka aku masih bisa hidup sampai saat ini, aku tak ingin merusak apa yang sudah mereka berikan, aku tak ingin di anggap wanita tidak tau diri karena mencintai pangerannya."
" Sudah ku katakan berapa kali bahwa keluargaku tidak seperti itu Sarah…" Bryan tau keluarga mereka tidak akan membandingkan status orang lain dengannya.
" Biarkan semuanya menjadi lebih mudah Bryan, biarkan semuanya berjalan semestinya jangan membuat kesulitan untuk ku berdiri di sini…" Sarah kini benar benar tak ingin membiarkan pangeran tampan itu menjadi miliknya meskipun hatinya memiliki rasa yang lebih saat ini.
Sarah yang ingin pergi keluar dari kamar itu kini lagi lagi di cekal oleh Bryan hingga dia berbalik menatapnya kembali.
" Katakan jika kau tak mencintai ku!" Katanya dengan menatap tulus ke arah Sarah.
Sarah mundur dengan jantung yang berdetak tak karuan saat ini. " Katakan bahwa kau tak memiliki rasa sedikitpun untukku…" Bryan mengejar kata kata itu hingga dia yang maju dan Sarah yang berjalan mundur.
" Apa yang ingin kau dengar lagi Bry, sudah ku katakan status kita berbeda, aku tak mungkin mencintai sosok pangeran yang tak bisa aku raih…" Sarah gugup bukan main. Dia tak pandai berbohong.
" Aku hanya ingin mendengar dari mulutmu jika kau memang tak mencintaiku. Aku ingin mendengarnya sendiri. Jika kau memang tak mencintaiku maka aku tak akan mengganggumu dan membuang rasa cinta itu. Katakan bahwa kau tak mencintaiku."
Deg!! Deg!! Deg!!
" Aku tak mencintaimu, aku memang tak mencintaimu…" Ucapnya dengan gemetar.
Sarah berhenti ketika punggungnya menatap sebuah pintu yang tertutup, Bryan kini berhenti dengan jarak yang begitu dekat, mata mereka beradu dengan arti yang berbeda. " Aku tak mencintaimu Bryan, aku tak mencintaimu…" Tegasnya lagi agar Bryan yakin dengan apa yang dikatakan barusan adalah kebenaran.
Bryan tersenyum getir saat ini. " Mulutmu mengatakan tidak mencintaiku tapi matamu tak bisa berbohong bahwa kau juga mencintaiku."
" Aku tidak! Aku tidak-"
" Ssttt… kenapa kau berusaha keras untuk menyakinkan ku bahwa kau tak mencintaiku? Apa aku harus tunjukan bahwa mata mu mengatakan bahwa sangat mencintai ku."
Sarah terdiam dia tau bahwa pancaran mata tak mungkin berbohong, dia juga tau bahwa Bryan bisa melihat pancaran itu. Sebenarnya percuma dia berusaha berbohong kepada laki laki tampan ini. Sekarang tak ada jalan lain selain dia mengakui perasaannya.
" Bry aku memang memiliki rasa yang sama denganmu tapi kita tak mungkin bersama, bukan hanya status yang menjadi pertimbangannya tapi juga karena aku yang tak ingin dianggap memanfaatkanmu. Aku tau aku salah karena sudah menutupinya dan menolakmu tapi aku mohon mengertilah saat ini, aku tak mungkin menerima cintamu kita berbeda dan aku tak bisa melihatmu lebih terluka karena suatu saat nanti hubungan kita akan ditentang oleh keluarga besar mu…" Sarah menunduk tak ada jalan lagi selain mengatakan apa yang ia rasakan saat ini.
" Kau hanya fokus dengan kata kata itu? Kau menyebalkan Bryan!" Dia memukul lengan kekar Bryan dengan kesal.
" Aku hanya ingin mendengar kata kata itu tidak ingin mendengar kata kata lain."
" Aku membencimu!"
" Aku mencintaimu…" Bryan menariknya agar masuk ke dalam dekapan nya.
Sarah tak membalas pelukan itu, dia masih takut dengan keadaan mereka yang tak bisa diungkapkan dengan kata kata. Dia hanya bisa terdiam dengan dia yang bingung harus berbuat apa.
" Jangan pikirkan apapun tentang keluarga ataupun tentang perbedaan status kita persetan dengan itu semua. Yang jelas kita saling mencintai nanti aku akan bicara dengan keluarga tentang kita berdua."
Sarah melepaskan pelukan itu. " Tidak jangan katakan apapun kepada mereka!"
" Apa yang sebenarnya kamu takutkan? Keluarga ku tak akan membunuh mu."
" Tidak Bry jangan katakan apapun, bukan maksud ku untuk tak mengakui perasaan ku kepadamu tapi aku belum siap menerima tatapan ataupun amukan mereka nanti. Jika aku meminta kita seperti ini dulu apa kamu keberatan?"
Bryan mengerutkan keningnya. " Maksudmu dengan hanya seperti ini?"
" Hanya kita yang tau jika kita dekat."
Bryan terdiam dengan permintaan yang dikatakan oleh wanita itu. " Please aku belum sanggup untuk mengungkap ini semua. Aku belum siap semua orang dan keluargamu tahu tentang hubungan kita berdua."
" Baiklah jika itu mau dan itu membuatmu nyaman maka aku akan lakukan tapi dengan satu syarat."
" Syarat?"
" Jangan berada di dekat Cristian atau laki laki lain, kau harus menjaga jarak tak kurang dari dua meter kau ingat itu…" Sarah tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh laki laki itu.
" he kau melarangku dekat dengan laki laki lain? Emang kau siapa?"
" Mulai sekarang aku kekasihmu jadi jangan macam macam dengan ku Sarah, aku bisa mematahkan kepala dan seluruh tubuh mereka jika kamu berada di dekatnya dan aku akan mengurungmu di bawah kungkungan ku hingga kau meminta ampun kepadaku…" Ancamnya.
" Benarkah? Kenapa aku malah tak takut dengan ancaman mu barusan…" Godanya dengan tangan Sarah berada di dada bidang Bryan.
" Benarkah kau tak takut? Aku akan menghukummu karena kau tadi berdekatan dengan Cristian…" Sarah malah tertawa ketika sebuah ciuman lehernya yang diterima oleh kekasihnya tersebut.
Kesalahpahaman itu akhirnya berakhir dengan mereka yang saling mengakui rasa cinta mereka yang telah bersemi di hati mereka berdua. Cinta dan Balas Dendam nyata nya datang bersamaan dengan mereka yang saling berkata jujur.
Sambung besok ya 🤗 besok menuju keromantisan dulu sebelum pada ketegangan yang akan di suguhkan 😂