
“ Aku.. sungguh tak bermaksud membunuh Amel.. itu semua kecelakaan yang tak sengaja kami lakukan...” Ucapnya gugup ketika ia mulai menjelaskan apa yang sudah terjadi saat itu.
“ Kau memang pantas mati dengan cara yang kejam Nic. Kau yang sudah membunuh Amel tapi kau tak mau mengakui nya...” Bryan merasa geram pada laki laki yang ada di depan nya bagaimana bisa dia tak mau mengakui kesalahan nya.
Andaikan dia lebih memilih hukum negara yang berbicara mungkin dia tak mungkin mengotori tangan nya dengan membalas dendam orang orang ini.
“ Aku hanya ingin menyakiti Sarah agar dia kembali pada ku. Bukan sengaja untuk membunuh nya. aku tahu Amel adalah adik kesayangan Sarah...” Ucapnya penuh dengan penyesalan.
“ Aku sungguh tak berniat untuk membunuhnya. Aku hanya ingin Sarah kembali hanya itu. Aku berani bersumpah bahwa aku hanya ingin cinta ku kembali...” Sambungnya lagi dengan nada sedih nya.
Bugh!!
“ Sekali lagi kau menyebut nama Sarah ku. aku pastikan kau mati disini dengan tubuhmu yang terbela...” Bryan menggeram dia tak ingin musuh nya dengan mudah menyebut nama kekasihnya begitu saja.
“ Sebenarnya kalian siapa? Aku tak percaya jika kalian hanya sekedar balas dendam pada kami...”Aaron mencurigai sesuatu yang tak diketahui.
Laki laki gondrong yang tak lain adalah Zac Kozan kini di buat tertawa pelan. “ kau sangat penasaran dengan kami rupa nya.”
“ Suaramu tak asing bagi ku...” Timpal Erik yang juga memberanikan diri untuk bertanya.
“ Kau ingin tahu kami?”
Bugh!!
Johan yang ada di sana kini kembali melayangkan kepalan tangan yang cukup keras ke arah Aaron yang tak bisa melawan sama sekali. Aaron tak membalas nya dia malah takut untuk melawan karena cucu nya dalam bahaya saat ini.
Zac memberikan kode pada orang nya dan beberapa orang nya kini maju dengan membawa beberapa suntikan yang sengaja mereka suntikan kepada sang melawan saat ini.
“ Apa yang ingin kalian lakukan? Aku tak ingin menerima nya...” Teriakan Alex dan Aaron memberontak ketika jarum suntik itu ingin masuk menembus kulit mereka.
“ Lepaskan! Aku ga mau. Apa yang kalian lakukan?” Mereka tak peduli dengan mereka yang memberontak. Tak ada aba-aba yang penting jarum itu kini dengan terpaksa masuk ke dalam kulit mereka dengan cara yang sangat kasar.
“ Apalagi ini? Jangan macam-macam dengan kami. lepaskan aku...” Tak hanya satu suntikan yang mereka terima tapi kini ada dua suntikan yang sengaja mereka berikan hingga membuat ketiga orang itu lemas tak berdaya dengan sisa tenaga nya mereka.
“ Apa yang kalian lakukan?” Ujarnya sebelum mereka semua kehilangan kesadaran karena jarum suntik yang berisi dengan obat bius.
Obat itu kini bekerja dengan cepat hingga membuat mereka tak sadarkan diri dengan cepat. Nicolas hanya mampu mengepalkan tangan nya ketika melihat keluarga nya kini sudah pingsan tak berdaya tapi dia juga tak bisa membantu atau berkutik karena dia sendiri juga dalam bahaya. Jika dia melawan maka mereka tak akan segan untuk menekan tombol peledak itu dengan senang.
“ Bawah mereka...” Perintah nya dengan cepat orang-orang berpakain serba hitam langsung menyeret mereka dengan paksa membawa nya keluar dan memasukkannya ke dalam mobil dengan kasar.
Nicolas hanya memejamkan matanya menahan amarah yang sudah memuncak dari tadi tapi dia juga tak bisa melawan dia lebih baik mengalah dan diam dari pada harus melawan. Dia tak ingin mati sia-sia karena kecerobohan nya melawan semua orang tegap dengan seorang diri.
Mereka kini melajukan mobilnya dengan cepat membawa musuh nya ke markas nya mereka akan menyakitinya hingga dia sendiri meminta nya mati di tangan orang Zac saat itu.
“ Dad aku pikir kalian akan menyerahkan Nicolas begitu saja tanpa mempertimbangkan semua yang sudah kita lakukan untuk menangkap mereka...” Bryan yang juga tak menyangka bahwa orang-orang itu memberikan kejutan yang sangat menyenangkan.
Bryan hanya mengangguk dengan perasaan yang cukup lega bahwa sang Daddy mengerti apa yang ingin ia lakukan. “ Dad apa kita akan membunuh mereka saat ini?”
“ Itu urusan mu. Mereka mati atau tidak ada di tangan mu. Daddy cukup sampai di sini membantu kalian. Setelah ini Daddy tidak mau ikut campur lagi. Amel adalah orang mu kau yang harus membalasnya.”
“ Paman akan ada membantumu. Ini bukan hanya masalah Bryan tapi juga dendam ku kepada Aaron...” Timpal Johan dengan rahang mengeras tampak jelas di mata laki laki tua itu bahwa dia memiliki dendam yang membara yang ia bawah untuk Aaron, laki laki yang hampir membunuh nya.
“ Aaron sepertinya masih memiliki kekuasaan di negara nya Paman. Apa Paman sudah mencari tahu tentang itu?” Bryan yang yakin bahwa laki laki tua yang bernama Aaron itu tak akan mudah menyerah begitu saja. “ Apalagi Paman adalah musuhnya dari masa lalu aku rasa dia tak akan mudah menyerah dan membiarkan kita menyiksa mereka.”
“ Kau benar Bryan. Tapi tenang saja dia tidak akan bisa berkutik selagi kita menekan kedua cucu mereka. Kunci nya pada Nicolas dan Alex.”
Bryan kembali mengangguk. “ Jadi sekarang kau mau mengakui bahwa Sarah adalah wanita mu...” Sindir sang Daddy yang dari tadi pikiran nya berkelana tentang putra nya yang seakan tak terima jika Nicolas menyebut nama Sarah berulang kali.
Bryan hanya diam dengan cukup datar dia tak ingin menjawab apapun karena sang Daddy pasti yakin bahwa dia sudah mengetahui dari hanya melihat tingkah nya. “ Tak ku sangka kau malah terjebak cinta dengan orang yang ingin kau tolong...” Cibirnya dengan menatap ke depan.
“ Jika Sarah memang wanita mu dan incaran pertama adalah Sarah bukan Amel sebaiknya kau memberikan wanita itu pengawal khusus karena bisa saja semua lawan kita tahu rencana Nicholas yang ingin wanita mu bersama dirinya.”
“ Sebenarnya apa maksud paman?”
Johan menghela nafasnya ketika Bryan malah tak tahu apa yang dikatakan oleh dirinya. “ Kau sendiri yang mengatakan bahwa Aaron masih memiliki kekuasaan di luar sana. Jika incaran nya dari awal Sarah seharusnya kau lebih ketat menjaga nya. aku malah takut Sarah yang di culik lalu mereka ingin menukarnya dengan mereka yang ada di tangan kita.”
“ Jika Sarah yang mereka culik kita tak akan bisa berkutik selain hanya bisa menuruti apa yang ingin mereka minta. Meskipun kita harus melepaskan Nicolas sekalipun.”
“ Daddy benar...” Bryan berpikir bahwa apa yang dikatakan oleh mereka adalah kebenaran.
Bersambung besok lagi ya,
Selamat hari senin semuanya masuk hari ini ya,
jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan,
Like 👍
komen ....
Beri ulasan 😍
Jadikan favorit juga boleh kok ya 😍
Share juga bisa kok 😌
Makasih banyak sayang dan Satnight untuk kalian semua 🥰😍