Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Tak Akan Bisa Lolos 4



“ Nona Sarah.”


“ Apa? Siapa?”


“ Tuan Nona Sarah ada disini.”


“ Jangan mengarang.”


Erik kini tersenyum melihat bosnya yang juga tersenyum bahagia. “ Nona maafkan orangku yang sudah meletakkanmu di bagasi mobil ku.”


Sarah yang kini di bungkam serta kedua tangan nya terikat hanya bisa menggeleng ketika tangan keriput dari Arya ingin menyentuh pipinya yang sudah basah karena air mata.


“ Sssttt jangan menangis wanita cantik, aku tak akan melukaimu. Aku hanya butuh dirimu untuk aku jadikan umpan untuk menangkap ikan besar.”


“ Hmm...” Sarah menggeleng dengan air mata yang terus keluar membasahi pipinya. Air mata itu terus keluar tak ada hentinya.


“ Erik kau sungguh keterlaluan, kau membuat tamu ku takut hingga menangis seperti ini.”


Erik tak menjawabnya melainkan dia hanya tersenyum tipis di bibirnya ada kepuasan tersendiri yang terlihat di wajahnya yang penuh dengan kelicikan tersebut.


“ Sudahlah bawah wanita ini masuk aku ingin mengobrol panjang lebar dengan nya sebelum kekasihnya datang.”


“ Hmm... hmm...” Sarah memberontak ketika tarikan kasar yang dilakukan Erik membawanya masuk kedalam rumah tersebut.


“ Apa yang terjadi? Sarah kenapa?”


“ Sial... sial.. kita kecolongan bos! Nona Sarah diculik mereka, aku tahu pasti Nona Sarah mereka jadikan umpan untuk membawah Tuan Bryan datang ke mereka.”


“ Apa? Bagaimana mungkin Sarah diculik?” Albert yang ada di ujung telpon tak percaya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh orangnya saat ini.


“ Apa yang harus kami lakukan bos?”


“ Awasi mereka saja dulu, nanti aku akan menghubungimu lagi. Aku harus bertanya kepada si bos dulu.”


“ Baik bos.”


Albert mondar mandir di ruangan nya saat ini, dia tak mengerti kenapa bisa Sarah bisa ada di tangan mereka saat ini. Albert berulang kali mengusap wajahnya dengan kasar mencari tahu atas apa yang ada dipikirannya tapi tak ada satu jawaban yang ia temukan sedari tadi.


Sedangkan Bryan yang dari tadi masih menunggu kekasihnya datang merasa cemas, sudah terhitung hampir satu jam Sarah tak muncul ketika dia berpamitan pergi membeli sesuatu untuk dia makan. Bryan yang dari tadi juga berusaha menghubungi ponselnya kini sia sia, karena ponselnya mati.


“ Astaga sayang kamu dimana? Kenapa kau membuat ku cemas...” Keadaan di luar sana masih sangat berbahaya seharusnya Sarah tak pergi tanpa pengawalan yang mengikuti dirinya pergi.


**


“ Jadi dia siapa Erik?” Arya yang kini sudah duduk di depan Sarah dengan dia menyilangkan kakinya menatap lekat Sarah yang masih saja menangis.


“ Sebenarnya saya sudah menemukan Bryan, dia berada di salah satu rumah sakit karena terkena luka tembak. Tapi jika aku menangkap Bryan dia akan mudah lolos dari kita, tapi jika kita menangkap wanita itu aku yakin semua orang yang ada di belakang Bryan akan muncul menyelamatan nya.”


Arya tertawa dengan keras mendengar apa yang dipikirkan oleh asisten nya. “ Kau benar! Kau selalu bisa diandalkan dalam hal apapun.”


“ Hmm.. hmm...” Sarah memberontak di kursinya. Arya memberikan kode untuk membuka bekapan mulutnya. “ lepaskan aku!” Teriaknya dengan kencang.


“ Tunggu sebentar saja Nona, aku hanya ingin bertemu dengan kekasihmu itu.”


“ Dia tidak akan datang.”


“ Benarkah?” Tanyanya dengan wajah yang tak yakin.


“ Jangan berbohong! Aku melihat sendiri kalian bermesraan di dalam kamar rumah sakit.”


Sarah terdiam ketika Erik berteriak kepadanya tentang apa yang dia lihat tadi. “ Dasar kurang ajar.”


Kemarahan Sarah kini malah hanya di balas dengan tawa kedua orang tersebut. “ Sebenarnya kenapa kekasihmu ingin bermain dengan kami, siapa kalian dan siapa orang yang ada dibelakang kalian?” Arya mencoba untuk mencari informasi kepada Sarah yang saat ini menutup bibirnya.


Sarah dengan sengaja tak menjawab pertanyaan dari Arya dia bungkam seribu bahasa. “ Kau tak ingin menjawabnya?”


Sarah terdiam dengan memalingkan muka nya. “ Aku tanya sekali lagi, siapa Bryan dan siapa yang ada dibelakang kalian?” Sarah tetap kuat dengan pendirian nya dia diam tak ada niatan untuk menyatakan pertanyaan.


Plak!!


Satu tamparan yang keras serta jambakan yang kencang membuat Sarah meringis kesakitan, dia yang dijambak kebelakang oleh Erik kini hanya memejamkan matanya menahan rasa sakit serta rasa panas yang ada di pipi nya.


“ Kau tak ingin menjawab pertanyaan bos ku?”


Sarah membuka matanya menatap tajam kearah Erik yang berbicara dengan mata yang juga tajam. “ Tidak...” Tolaknya dengan berani menantang mata laki laki yang bernama Erik.


“ Argh....” Sarah sedikit berteriak ketika rambutnya semakin di jambak dengan kencang.


“ Siapa di balik kalian?” Tanya nya dengan menekan kata kata nya.


“ Aku tidak memiliki hak menjawab pertanyaanmu, kau cari saja sendiri siapa yang ada di belakang kami.”


Plak!! Plak!! Plak!! Plak!!


Empat tamparan yang cukup keras membuat rasa yang begitu kebas dan begitu panas, ujung bibirnya kini mengeluarkan darah tapi Sarah hanya tersenyum sinis menatap Erik yang menatapnya dengan kejam.


“ Aku tanya sekali lagi, siapa yang ada di belakang mu?” Erik menahan rasa emosinya menekan kata kata nya dengan penuh kemarahan saat ini.


Sarah tak menjawab nya melainkan hanya tertawa kecut saat ini. “ Sudah ku katakan aku tak memiliki hak menjawab pertanyaanmu itu.”


“ Dasar wanita jalan*g.”


Bugh!!


Erik yang tadi ingin menampar Sarah kembali kini ditendang oleh Sarah dengan kencang hingga sedikit membuat Erik mundur dengan dia yang terbentur cukup keras di dinding.


“ Dasar wanita tak tau diri.”


“ Cukup Erik...” Erik yang berjalan cepat ingin menjangkau Sarah dengan kemarahan kini terhenti ketika bos nya menghentikan dia yang bersikap kasar kepada umpan nya saat ini.


“ Sampai aku matipun aku tak akan menjawab pertanyaan kalian...” Sarah yang tadi menangis ketakutan kini mulai memberanikan diri untuk melawan orang orang yang ada di depan nya.


“ Nona Sarah sepertinya kau belum mengenal saya dan kelompok saya. jika anda mengenal saya, saya rasa anda tidak akan berkata seperti itu. Saya rasa anda-“


“ Saya tidak akan bergetar lagi...” Sarah memotong cepat perkataan Arya saat ini. “ Mungkin tadi saya menangis tapi sekarang tidak, kalian pikir saya akan takut dengan kalian? Jawabnya adalah Tidak...” Sarah juga menekan kata kata nya dengan menatap tajam kearah Arya.


“ Ayolah Nona kau belum tahu siapa kami jadi jangan merasa-“


“ Tentu saja saya tahu siapa anda Tuan Arya, anda adalah kakek dari Nicolas serta Alexander bukan ?” Tantang nya dengan berani menyebutkan kedua nama yang membuat laki laki tua itu membeku di tempat saat ini. 


Arya dan beberapa orang yang ada disana terkejut ketika Sarah mengatakan tentang dia yang mengetahui siapa laki laki tua yang saat ini sedang menyekap nya dirinya.