
" Maaf!" Erik sempat tak percaya di ingin mendengar satu kali lagi apa yang dikatakan oleh orang yang ingin bekerja sama dengannya.
" Saya mau ambil semua yang kau bawah! Kau tadi mengatakan berapa?" Tanyanya lagi.
" 85.035 Alex! Sebaiknya kau dengar baik-baik jika ada orang yang mengatakan sesuatu!" Sindirnya.
" Anda tidak salah bicara bukan? Atau aku yang salah mendengarnya? Maksud saya, kalian baru pertama kali ingin mempromosikan obat ini…" Erik masih tak percaya karena hanya mereka bertiga untuk pertama kalinya memesan dengan jumlah banyak dalam beberapa jam pertemuan.
" Kau tak salah mendengarnya, kami memang akan mengambil semua yang kau bawah. Kau tadi yang mengatakan bahwa ini akan sangat menguntungkan bagi kami jadi kami tak ingin menyia-nyiakan keuntungan yang kau maksud tadi."
Erik menarik ujung bibirnya dia tersenyum senang bahwa apa yang dia katakan tadi membuat ketiga orang ini percaya begitu saja.
" Anda benar Tuan, bisnis kita ini akan sangat menguntungkan bagi kita berdua. Saya jamin bahwa bisnis ini akan membuat modal anda cepat kembali dalam satu bulan…" Erik tentu saja mengiming-imingi keuntungan besar.
" Dan kami tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk meraup keuntungan lebih besar."
" Kau benar Abhi, aku juga tak sabar keuntungan besar akan menghampiri kita bertiga…" Semua orang yang ada di sana saling tertawa senang, tak ada yang perlu mereka pikirkan saat ini.
Abhi, Andre serta Alex kini saling tersenyum penuh kemenangan karena musuhnya masuk dengan mudah keperangkap mereka sedangkan kelompok Erik malah tertawa senang karena semua barangnya laku habis terjual saat ini.
Mereka saling tersenyum dengan saling beda pikirannya, mereka tak ada yang tahu apa yang sedang mereka pikirkan.
Ternyata Erik ini bodoh dia hanya memikirkan uang dan uang tanpa memikirkan alasan kenapa memesan semua barangnya.
Dia hanya memikirkan keuntungan tanpa memikirkan akibat dari ini semua.
Dasar asisten bodoh, kau akan jatuh pada nantinya. Kau lihat saja ini masih permulaan bagi kita. Nanti kita akan sering bertemu dengan ruang yang berbeda.
Ketiga laki laki itu seakan saling bicara lewat kode mata mereka, sedangkan anggota yang banyak itu kini mulai memasukan obat itu ke dalam ruangan yang memang sengaja ditunjuk sebagai tempat untuk meletakkan barang tersebut.
" Saya sudah memberikan cek nya!"
" Tuan maaf ini terlalu banyak dengan jumlah yang sudah kami sepakati tadi…" Erik yang melihat angga sebanyak itu di dalam cek membuatnya segera mengkonfirmasi hal tersebut.
" Tak apa, kami memang sepakat untuk memberikan uang lebih kepada kalian karena saya tahu anda kalian sudah bekerja keras untuk datang kemari…" Alex yang memberikan uang lebih itu kini menjawab nya dengan sedikit tersenyum.
" Terima kasih Tuan saya senang berbisnis dengan anda semua! Saya harap kita akan bertemu lagi dengan kalian yang memesan barang ini lagi dengan jumlah yang banyak."
" Tentu! Kami akan segera memesan dengan jumlah banyak sebentar lagi jangan khawatir. Jika keuntungan akan lebih banyak maka kami akan mengambilnya nanti lebih banyak dari ini."
" Kalau begitu kami permisi! Senang berbisnis dengan kalian…" Erik dan mereka semua kini langsung berjabat tangan dengan raut wajah yang senang.
Erik tentu saja begitu senang, dia begitu senang hingga dia tak bisa membedakan mana yang sungguh senang berbisnis dengan nya atau senang karena kelicikan mereka. Erik tak bisa membawa raut wajah mereka bertiga.
" Dasar bodoh! Apa dia sebodoh itu?" Alex menghempaskan dirinya kembali ke sofa dengan cepat. Dia merasa lega setidaknya mereka semua sudah pergi dari villa nya.
" Kau benar dia hanya memikirkan keuntungan tanpa memikirkan hal lainnya…" Jawab Andre yang juga ada di sana.
Mereka bertiga menyandarkan punggungnya dengan sama sama memikirkan sesuatu yang berbeda. " Lalu sebanyak obat itu mau kita apakan? Kenapa Zac menyuruh kita mengambil semua barang yang mereka bawah?"
" Entahlah! Aku juga belum bertanya kepada si bos."
" Cih!! Kau kakak iparnya tapi kau tak mengerti apa yang ada di otak adik iparnya. Aku rasa kau tak diakui sebagai kakak iparnya karena kau selalu tak tahu apa yang ada di pikiran si singa…" Andre menyindirnya dengan terang-terangannya. Karena semua orang tau semuanya tak ada yang tahu apa yang dipikirkan oleh laki laki gondrong yang bernama Zac tersebut.
Bug!!!
Abhi yang merasa kesal melempar bantal sofa yang ada di dekatnya, Andre hanya tertawa karena melihat mantan polisi itu memasang wajah perkelahian saat ini.
" Kau tau bukan bahwa jika di dunia gelap tak ada yang mengenal dia saudara atau tidak. Bahkan dia juga sudah mengatakan itu waktu dulu, apa kau melupakannya?" Abhi melotot dengan dia tak terima oleh perkataan Andre.
" Hem, kau benar tak ada kata saudara di dunia kita tapi lain kali kau harus lebih tahu dari kita apa yang sedang direncanakan oleh si bos, jangan hanya tak tahu apapun."
" Sudahlah jangan berdebat…" Alex memisah mereka yang sedang berdebat.
Dari dulu Abhi dan Andre tak akan pernah akur meskipun mereka sering dipertemukan dalam misi-misi tapi nyatanya mereka masih saja tak pernah akur satu sama lain. Meskipun mereka masih sering bertengkar tapi jangan ditanya jika mereka sedang menghadapi musuh mereka tetap saling melindungi satu sama lain.
" Kalian dari dulu hingga sekarang bahkan kalian sudah memiliki anak masing-masing tetap saja bertengkar tak jelas…" Sambung Alex yang dari dulu memang tahu cerita mereka berdua.
" Kau dengar sendiri bukan bahwa dia dulu yang ingin berdebat dan mencari masalah denganku!"
" Aku tak mencari masalah denganmu hanya saja aku mengatakan apa yang ada di otakku, lebih baik aku berkata terus terang di depanmu dari pada aku bicara di belakangmu…" Andre masih saja bisa menjawab apa yang dikatakan oleh Abhi.
Alex hanya menggeleng mendengar mereka sedikit berdebat. Tapi perdebatan mereka bukan malah membuat orang yang mendengarnya ketakutan tapi malah membuat yang mendengarnya merasa lucu.
" Lebih baik jangan banyak bicara dengan ku! Aku tak suka kau banyak bicara. Aku suka jika kita bertanding samsak di ring…" Tantang Abhi.
" Astaga kau ingin menantang ku lagi? Apa kau lupa kau yang kalah waktu itu?" Senyumnya sinis.
" Apa kau juga lupa bahwa aku pernah menang melawan mu waktu itu?"
" Astaga kalian berdua ini!" Alex malah pusing saat ini. " Apa kalian juga lupa bahwa kalian ini adalah saudara. Untukmu Abhi kau adalah Adik ipar dari nya dan kau Andre Abhi ada suami dari adikmu! Apa kau lupa hal itu?" Alex mem perjelas status mereka yang membuat mereka diam seribu bahasa saat ini.
" Bagus jika kalian sadar dan lebih baik kalian diam…" Perintahnya dengan tegas.
Mereka memang tak akan pernah bisa akir dari dulu sampai sekarang.
Bersambung besok ya jangan lupa pada mampir di Cinta Bernoda Darah hari ini juga sudah Up makasih sayang 😍