Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Bertemu 4



Ciiiitt!!! Bunyi ban mobil yang tiba tiba berhenti mendadak membuat suaranya begitu sakit di telinga orang yang mendengarnya.


" He apa yang kau lakukan? Kau ingin mati di sini hah?" Kedua orang berbadan tegap dan kekar itu marah-marah melihat satu orang laki laki yang berdiri di depan mobil mereka dengan gayanya yang tenang.


Kedua orang yang sedang berada di dalam mobil hanya saling menoleh ketika orang itu malah tak menjawabnya hanya dia tetap memungguinya dengan gayanya yang sangat tenang. 


" Dasar orang gila! Jika kau ingin mati jangan libatkan orang! Minggir!" Orang itu berteriak dengan mereka yang masih berada di dalam mobil.


" Sial! Dia tak menjawabnya! Kau ingin cari gara-gara dengan kami!" Salah satu orang itu kini segera turun dari mobil dan diikuti oleh satu orangnya lagi.


Dengan wajah yang menahan amarahnya dan langkah yang lebar kedua orang itu menghampiri satu orang yang berdiri dengan menggunakan topi hitam menutupi wajah nya.


" He…" Tangan orang itu menarik pundak orang itu hingga orang itu langsung menoleh ke arah belakang.


Bug!! Orang itu kini mendapatkan serangan dadakan dari orang yang berdiri seorang diri. Satu orang yang mendapatkan sasaran empuk itu kini tak dapat menghindar ketika dengan cepat orang itu melayangkan tinjunya.


" Kurang ajar kau memang mencari gara-gara dengan kami…" Teman nya kini tak terima dia juga maju dan ingin memukul tapi sayangnya pukulan orang itu bisa dihindari olehnya.


Bug!! Bug!! Bug!!!


Beberapa pukulan itu kini langsung menjalar ke arah kedua orang itu dengan cepat. Kedua orang itu kini mundur dengan menyentuh perut mereka dan wajah mereka yang terasa sakit. Kedua orang yang tak terima itu kini langsung saling menoleh memberikan isyarat untuk maju menghadapi orang itu secara bersamaan.


" Lihat saja kau akan mati di sini!" Katanya dengan sombong.


Tap! Tap! Tap! Tap! Tap!


Suara sepatu yang berlari kencang menuju ke arah mereka membuat kedua orang itu langsung menatapnya dengan keringat dingin. Mata mereka melotot ketika melihat banyak orang yang berpakain serba hitam dengan membawa tongkat di tangan mereka masing-masing.


Kedua orang itu kini menelan ludahnya dengan kasar melihat banyak orang yang mengelilingi mereka dengan gaya mereka yang menantang. Kedua orang itu kini ketakutan bukan main tubuh mereka langsung lemas tak berdaya. 


" Siapa kalian…" Tanyanya dengan mereka yang gugup bukan main.


Salah satu dari mereka maju memajukan tongkat dengan menyentuh leher orang itu secara bergantian. " Apa salah kami?" 


" Kalian tak perlu tahu siapa kami? Kami hanya ingin meminjam pekerjaan kalian sebentar saja…" Jawabnya dengan sinis.


" Apa maksud kalian? Kami tak mengerti apa yang kalian katakan?"  


Bug! Bug!


Kedua orang itu kini langsung di pukul keras tepat di kepala mereka hingga membuat mereka jatuh dan pingsan seketika di tempat. Beberapa orang yang ada di sana kini dengan cepat membawa kedua orang itu untuk mereka sembunyikan. Tak luput mereka juga mengambil apa saja yang mereka butuhkan untuk pekerjaan yang mereka sabotase tersebut.


" Bos anda tak apa?" Salah satu dari mereka kini langsung menghampiri bosnya yang menggunakan topi tersebut.


" Tak apa semuanya baik-baik saja!" Dia tersenyum dengan wajahnya yang dingin.


" Kita sekarang sudah berhasil mengambil alih pekerjaan dari salah satu anak buah mereka, jadi aku harap kalian berdua hati-hati karena ini mengandung resiko yang sangat berbahasa."


" Kami tau Paman, kami akan sangat hati-hati."


" Baiklah! Kau harus ingat jalan mana yang aku tunjukan sebagai tempat mereka, jadi kalian harus sangat hati-hati jangan membuat mereka curiga dalam bentuk sekecil apapun."


" Kami paham betul Paman…" Jawab mereka secaraan bersamaan.


" Pergilah dengan penyamaran kalian. Dan untuk mu Bryan jangan mudah emosi kau harus bisa mengendalikan dirimu dengan tenang. Antoni kau harus bisa mencegah nya jika dia ingin bertindak kadang emosi sesaat bisa menghancurkan rencana yang sudah kita susun."


" Aku paham Paman Steve, aku akan lebih."


Semua orang yang tadi menyerang kedua laki laki itu adalah Dio Della Morte sedangkan kedua laki laki itu adalah orang-orang dari Aaron. Mereka sengaja menghentikan kedua orang itu untuk mengambil ahli tugas mereka yang akan digantikan oleh Bryan dan Antoni. Kedua laki laki itu ingin menyamar sebagai orang-orang mereka, untuk mengetahui kejahatan mereka. 


" Kau akan hancur! Karena kita akan menghancurkan nya dari dalam…" Gumam Steve yang masih melihat mobil itu berjalan menjauh dari pandangannya.


\=\=\=


" Bagaimana  apa efeknya sudah terlihat ketika Nicolas tadi meminumnya?" Alex yang berada di markas itu segera bertanya kepada orang-orang yang menjaga tahanannya.


" Sepertinya belum ada tampak apapun, hanya saja dia sedang berusaha untuk mengeluarkan obat itu dari tubuhnya…" salah satu dari mereka menjawabnya dengan menatap kearah Alex yang baru datang.


" Aku rasa dia tau sesuatu tentang obat itu!" Alex bisa menebak nya dengan tepat.


" Siapa yang memberikan obat kepada Nicolas?" 


" Tadi Tuan Bryan yang memberikan obat itu, hanya dua obat. Apa mungkin itu membuat efeknya tak terlihat?"


" Bisa jadi Tuan tapi kita lihat berapa jam lagi mungkin nanti obat itu akan terlihat efeknya."


" Kau-" Alex yang ingin melanjutkan ucapannya kini tiba-tiba terhenti ketika mereka mendengar suara tawa dan kadang menangis dengan cukup keras. 


Semua orang yang ada di sana kini langsung melihat ke arah ruangan yang tertutup di sana. Mereka secara bersamaan menghampiri ruangan itu dengan cepat. Mereka ingin melihat apa yang terjadi di dalam sana.


Ceklek!!


" Hahahaha…" Tawanya membuat semua orang yang ada di sana kini langsung bertanya-tanya apa yang terjadi dengan tawanan mereka saat ini. " Hiks.. hiks.. hiks…" Tawa tadi kini secara tiba-tiba menjadi tangisan yang begitu deras mengeluarkan air matanya begitu saja.


Semua orang yang ada di sana kini bertanya-tanya apa yang terjadi saat ini. Mereka saling bertatapan dengan bingung.


" Apa terjadi sesuatu dengan Nicolas kenapa dia tertawa lalu tiba-tiba menangis?" 


" Entahlah!" 


" Dimana Nathan tadi! Suruh dia memeriksanya, bukankah dia seorang dokter!" 


" Aku disini Paman! Nathan akan memeriksa tawanan kita dengan segera. Aku harap dia tak gila…" Laki laki tegap dengan wajah tampan kini langsung maju dengan menghampiri orang yang tertawa dengan dibarengi air mata yang menetes.


" Sarah aku mencintaimu! Sayang aku merindukanmu!" Ocehnya secara tiba-tiba. " He katakan kepada Sarah bahwa aku merindukan hari-hari bahagia dengannya…" Sambungnya dengan menatap kosong ke arah depan.


Nathan yang memeriksa nya kini dengan tatapan serius nya dia tau jantung orang itu saat ini tak normal detak jantungnya tak karuan saat ini, detak jantung berpacu cepat. Keringat besar-besar keluar begitu saja dari dahinya.


" Sepertinya obat ini bekerja sesuai dengan kondisi hati seseorang."


" Apa yang kau katakan? Kami tak mengerti?"


" Obat ini bekerja jika hatinya senang dia akan tertawa sendiri dan jika hatinya sedih dia akan menangis seperti ini. Saat ini aku rasa Nicolas sedang senang karena dia tiba-tiba mengingat wanita yang bernama Sarah dan dia sedih karena dia juga merindukan wanita itu."


" Jadi obat itu bekerja?"


" Obat ini bekerja secara perlahan."



Nah loe siapa Nathan ya dokter tampan ini akan menemani kita juga di bab lembaran ini 😁 jangan lupa vote like serta ramaikan kolom komentar dulu dong mak 🤗