Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pengejaran 1



...Hai hai ...


...Malam ini Mince mau mengucapkan terima kasih yang masih setia di setiap karya karya Mince ya,...


...Dan disini juga Mince mau meminta maaf karena sembilan bulan lebih Mince jarang banget Up, karena ada yang harus di selesaikan di dunia nyata 😁 tapi sekarang semuanya sudah selesai ā˜ŗļø...


...Buat kalian aku juga mau mengucapkan terima kasih atas doa doa nya ā˜ŗļø...


...Mulai hari ini di usahakan Up terus kayak biasanya ya,...


...Happy Reading ā˜ŗļøšŸ˜...


Duar!!!!


Suara ledakan itu membuat semua orang yang ada di sana langsung tiarap dengan menutup kepala mereka masing masing. Kaca yang ada di sana kini langsung pecah ketika ledakan itu membuat getaran yang begitu hebat.


Aaron yang duduknya berdekatan dengan kaca kini terpukul hebat oleh serpihan kaca serta dia sedikit terpental dengan dia yang tengkurap tak sadarkan diri.Ā 


Sedangkan Bryan dan Antoni yang tadi juga tiarap kini dengan cepat dia bangun dengan segera mereka berdiri hingga mereka segera lari meninggalkan tempat itu.


" he jangan lari kalian…" James berteriak ketika melihat Bryan dan Antoni kini kabur dengan lari cepat.


" Tuan…" Erik segera berlari ketika melihat bosnya tengkurap dengan tak bergerak.


" Tuan Aaron bangun! Tuan!..." Erik yang melihat bosnya tengkurap dengan tak bergerak menguncangkan tubuhnya. Punggungnya kini sedikit berdarah karena serpihan kaca itu ada yang menempel di punggungnya.


" Kejar mereka jangan sampai lolos…" James memerintahkan beberapa orang nya.Ā 


" Tuan! Bangun! Tuan!" Erik masih berusaha untuk membangunkan bosnya tapi Aaron masih menutup mata dengan rapat.


" Erik bagaimana keadaan Tuan Aron?"Ā 


" Tak ada reaksi sama sekali!" Ujarnya dengan menatap ke arah James. " Tuan! Tuan Aaron!"Ā 


" Aku.. baik.. apa yang meledak tadi?" Aaron yang masih setengah sadar kini berusaha mengingat apa yang terjadi. Ledakan itu membuat punggungnya terasa sakit karena ada beberapa kaca yang tertancap di sana.


" Kami belum tau apa yang meledak Tuan tapi yang jelas ini ulah dari kedua laki laki kurang ajar itu…" Geramnya dengan mengepal tangannya.


" Kejar mereka.. tangkap mereka.. aku ingin mereka hidup hidup dan bawah mereka di depan ku sekarang…" Perintahnya dengan dia yang berusaha bangun dengan dibantu oleh kedua orangnya itu.


" Tapi luka anda?"


" Aku bisa sendiri! Erik kejar mereka seret mereka. Aku tak peduli dengan luka ini, aku hanya ingin tau keberadaan cucu ku…" Pandangnya lurus dengan mata yang melotot.


" Baik Tuan!" Erik mengangguk mengerti dengan dia yang segera pergi mengejar kedua orang yang telah di cari.


Sedangkan James kini mengikuti kemana Erik mencari orang yang saat ini kunci utama keberadaan cucu dari bosnya. Bryan dan Antoni kini berjalan cepat dengan mata melihat ke belakang berusaha melihat ada yang mengikuti mereka atau tidak.


" Apa yang meledak tadi bos?"Ā 


" Aku tadi memasang bom kecil yang sengaja dipasang di dekat kaca, aku tadi sudah mencurigai sesuatu maka dari itu aku diam diam memasangnya dan tak ku sangka malah Aaron duduk di sebelah kaca itu. Harusnya tadi aku letakan di bawah kaca hingga sekali ledakan bisa membuat dia hancur berkeping keping."


" He itu mereka! Jangan lari!" Teriakan dari orang yang di belakang membuat Bryan dan Antoni segera berlari kencang.


" Sial…" Umpatnya dengan cepat berlari lurus.Ā 


Aksi kejar kejaran tengah malam itu membuat suasana semakin mencengkam di tambah suara tembakan yang dilayangkan oleh orang orang itu.Ā 


Tap!! Tap!! Tap!!


Mereka terus berlari dengan beberapa orang yang mengejar mereka dari belakang.Ā 


" Kita berpencar dan kita harus bertemu di markas!"


" Kau juga harus hati hati…" Mereka sepakat untuk berpencar untuk melarikan diri dari mereka yang mengejarnya saat ini.


Bryan dengan cepat dia berbelok meninggalkan Antoni yang juga pergi meninggalkan dia yang berpencar meninggalkan nya.


" Sial mereka berpencar! Kau kejar dia aku kejar dia!" James mengangguk dengan setuju dengan apa yang dikatakan oleh Erik.


\=\=\=\=\=


" Abhi ini ada yang tidak beres dengan keadaan yang di sana…" Andre yang dari tadi ada di ruangan khusus merasa ada yang aneh karena dari tadi tak ada suara yang dia dengar.


" Tidak beres gimana?"


" Dari tadi pagi aku tak mendengarkan suara mereka berbicara atau apapun yang biasa aku dengar, aku rasa ini ada yang aneh. Hubungi Bryan atau Antoni tanyakan keadaan di sana…" Perintahnya.


Abhi dengan cepat menghubungi keponakannya tapi untuk beberapa kali tak ada jawaban apapun dari mereka yang ada di sana. Abhi mondar mandir panik karena tak ada satupun yang menjawabnya.


" Tak ada jawaban apapun dari mereka…" Ucapnya dengan gusar.


" Hubungi mereka terus aku akan menyuruh orang untuk mengecek keadaan di sana…" Andre dengan cepat berdiri.


Dengan langkah cepat Andre mencari orang orang nya untuk melihat keadaan di sana.


" Ada apa? Kenapa kamu begitu panik!" Albert yang baru datang berpapasan dengan Andre yang terlihat jelas wajahnya begitu panik.


" Bryan dan Antoni tak bisa di hubungi dari tadi bahkan ada yang aneh dari sana, aku dari tadi tak mendengar apapun seperti biasanya, ini aneh. Aku curiga jika ada apa apa disana…" Andre menjelaskan dengan nada yang panik.


" Sial…" Umpatnya dengan kesal. " Aku barusan dari sana dan aku juga sudah mencurigai dari tadi, ini ada yang aneh."


" Apa ada sesuatu yang kau ketahui?"


" Sebaiknya kita bertindak sekarang, aku rasa Bryan dan Antoni dalam bahaya sekarang."


Tap!! Tap!! Tap!!


" Mau kemana kau heh?"Ā 


Bryan yang berlari kini berhenti ketika di depannya di hadang oleh satu orang. Bryan yang memang tenang kini berusaha mengatur nafasnya yang memburu karena dia yang berlari dari tadi.


" Lawan aku jangan jadi pengecut karena lari dari apa yang sudah kau perbuat…" Sindir nya dengan ketus.


" Pengecut? Kau mengatakan aku seorang pengecut?" Bryan kini tertawa dengan cukup keras membuat orang itu mengerutkan keningnya.


" Aku atau kau yang pengecut Erik?" Tanyanya balik. " Jika kau bukan seorang pengecut maka lawan aku satu persatu…" Tantangnya.


Erik kini dengan gaya angkuhnya menggulung lengan nya dengan senyum sinis menatap ke arah Bryan yang tenang.


" Sial…" Antoni yang melihat bosnya terkepung segera berlari menuju ke arah bosnya dengan cepat. " Bos!"


Bryan mengangkat tangan nya untuk berhenti di sana dia tak ingin di bantu sama siapapun saat ini. Antoni paham apa yang di maksud saat ini.


" Maju!" Erik dengan cepat berlari menuju ke arah Bryan yang berdiri tenang di sana.


Mata mereka saling memancarkan kebencian yang mendalam, kepalan tangan Erik yang ingin menyentuh wajah Bryan kini tak bisa menyentuhnya, tangan Bryan dengan cepat menangkap kepalan itu hingga dia tak bisa menyentuh wajah dari Bryan.


Mata mereka saling beradu pandang dengan tatapan sengit, bahkan nafas mereka saling memburu dengan amarah yang terpendam.


" Kau bodoh karena tak bisa melihat siapa yang menjadi kawan dan siapa yang menjadi lawan…" Ejek nya.


" Siapa kalian? Kenapa kalian ingin menghancurkan kami, kami tak mengenalmu anak mudah?" Pertanyaan yang membuat Bryan tertawa sinis di sana.Ā