
Deg! Deg! Deg!
Jantungnya tak seakan ingin lepas dari dada nya ketika dia kini tau apa maksud dari wanita yang menatapnya dengan nanar. Saat ini Nicolas hanya diam tak menyangka ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Sarah saat ini.
" Kenapa kamu diam?" Tanyanya dengan menatap ke arah Nicolas. Matanya tak berpaling sedikitpun dia masih menatapnya dengan kebencian serta dendam yang membara.
" Aku tak mengerti apa yang kamu katakan? Nyawa siapa yang harus aku kembalikan?" Nicolas gugup bukan main dia tak menyangka bahwa wanita itu berkata seperti itu.
" Kembalikan nyawa adikku dan pamanku yang kau bunuh…" Dia menekan kata kata nya dengan dingin.
" Aku tak membunuh siapap-"
Bug!!
Pukulan yang keras cepat melayang ketika Nicolas mencoba mengelak apa yang dituduhkan kepadanya. Bryan yang hanya di sana sedikit terkejut ketika tangan Sarah dengan cepat memberikan bogeman mentah langsung kepada Nicolas tepat di hidungnya.
Sarah menelan ludahnya dengan kasar di menatap Nicolas dengan nanar dia tau laki laki itu tak akan mengakui kesalahannya begitu saja ditambah saat ini nyawanya dalam bahaya.
Zac yang berada di sana hanya tersenyum tipis dia tak akan ikut campur ketika hukuman akan diterapkan di sini. Tugasnya hanya mengawasi dan membantu menangkap semua orang yang terlibat dalam pembunuhan ini.
" Sarah aku tak membunuh siapapun? Bahkan aku tak mengerti apa maksud dari ucapanmu itu…" Elaknya dengan cepat.
" Mengakulah bahwa kau adalah dalang dari pembunuhan adik ku dan pamanku maka kau memaafkan mu dan nyawamu tapi jika tidak, maka kau harus kehilangan nyawa kakak tersayang…" Ancamnya dengan segera.
Sarah yang berpikir jika dia bisa mengancam Nicolas dia bisa mengetahui bahwa memang dialah yang membunuh adiknya. " Meskipun kau membunuhku tak mungkin aku mengakui kesalahan yang bukan kesalahanku! Aku tak mungkin membunuh adikmu dan pamanmu."
Dia masih tak ingin mengakui kesalahannya dia masih tak ingin mengiyakan kejahatan apa yang telah dilakukan saat ini.
Tap! Tap! Tap!
Suara langkah kaki itu membuat semua orang hanya melirik ke arah nya, semua orang hanya diam tapi tidak dengan Nicolas dia bertanya tanya dalam benaknya.
Siapa laki laki kecil ini, kenapa dia bisa masuk.
Laki laki kecil itu menatapnya dengan tajam. " Kakak dia orang yang menembak Ayah tepat di mulutnya."
Kata kata itu langsung membuat Nicolas melotot dia tak menyangka ada seorang saksi yang mengatakan hal itu. " Kau sungguh iblis Nicolas! Kau tau mereka adalah keluarga ku tapi kau membunuh mereka dengan kejam…" Sarah berteriak kencang.
Bryan menarik Sarah yang emosinya sudah tak terkendali saat ini, Nicolas berontak dia yang ingin melepaskan dirinya tak bisa karena ikatan itu terlalu kencang.
" Lepaskan aku! Lepaskan aku!" Dia berteriak kencang hingga dia mencoba untuk berdiri tapi Cristian yang tak jauh dari sana menendang lututnya hingga dia jatuh ke lantai bersama kursi yang mengikatnya menjadi satu.
Bug!!
Dia hanya meringis kesakitan ketika dia jatuh cukup keras dia memejamkan matanya dia tak menyangka nasibnya akan seperti ini. Seingatnya semua saksi sudah tak ada tapi kenapa masih ada satu saksi yang menyakinkan semua orang bahwa dia adalah pelaku kejahatan.
Sebuah layar lebar yang berada di depannya tiba tiba menyala dan itu membuatnya semakin bingung apalagi yang ingin diperlihatkan oleh mereka semua saat ini. Matanya melotot sempurna ketika.
Dia menatap satu dan dua orang yang ada di sana mereka berdiri menggunakan topeng seperti Algojo yang selama ini dia suruh untuk menyiksa para tahanan.
" Apalagi yang ingin kalian lakukan?" Dia tak bisa bicara suaranya begitu lemas dia benar benar lemas tenaga nya seakan terkuras habis saat ini.
Dia yang berdiri dengan kedua tangan terikat di atas serta wajahnya babak belur. Orang itu seakan tak memiliki kehidupan saat ini dia pasrah saat ini.
" Katakan siapa yang membunuh wanita itu dan laki laki tua yang tertembak di mulutnya…" Algojo itu menanyakan hal itu berulang kali.
" Aku tidak tahu! Aku tidak tahu pelakunya siapa!" Katanya dengan lemas.
" Kau tak tahu? Sungguh?"
Satu dari mereka maju orang itu dengan cepat memukul Alex tepat di punggungnya menggunakan tongkat yang ada di tangan nya. Bug! Bug! Bug! Bug! Alex meringis kesakitan dia tak bisa membalas dia benar benar lemas tak berdaya.
" Katakan siapa pembunuh nya?"
" Aku tidak tau! Aku hanya disuruh orang untuk menghapus rekaman yang ada di sana!" Elaknya lagi.
Orang yang berada di belakang Alex dengan cepat menempelkan kejutan listrik hingga membuat Alex bergetar dengan cepat. Orang yang ada di sana hanya diam melihat Alex benar benar tersiksa saat ini.
Tak butuh lama Alex pingsan dia tak sadarkan diri ketika kejutan listrik itu mengenai tubuhnya. Semua orang saat ini yakin bahwa sekujur tubuh Alex pasti akan lebam karena pukulan serta kejutan listrik tersebut.
Byuar!! Siraman air dingin membuat Alex cepat sadar dia yang baru saja pingsan kini langsung di buat sadar oleh mereka semua. Alex bangun dengan rasa perih serta terkejut bukan main.
" Katakan siapa pelakunya? Jika kau masih mengelak lagi maka nyawamu akan menjadi taruhan nya…" Orang itu mencengkram rahang Alex dengan kencang.
" Aku tak tahu!" Alex masih menutupi siapa pelakunya.
" Nyawamu ada di tangan kami tapi kau masih ingin melindungi nyawa orang lain. Aku akui kau memang setia…" Ejeknya dengan melepaskan cengkraman itu dengan kasar. " Tapi sayangnya kami tau pelakunya adalah adikmu sendiri Nicolas."
Sebuah belati seakan menancap di dada Alex ketika orang itu mengatakan siapa pelaku pembunuhan itu. " Jangan sakiti adikku!" Dia menekan kata kata nya menatap tajam ke arah Algojo itu.
" Kau menyuruhku apa? Katakan sekali lagi kau berkata apa?"
Bugh!! Algojo itu dengan cepat memukul perut Alex dengan tongkat yang dibawah. Berulang kali Algojo itu memukulnya dengan keras bahkan dia tak peduli bahwa Alex meringkuk kesakitan dia tak peduli.
" Ini yang harus kau rasakan setelah melakukan kesalahan!" Katanya dengan sinis.
Pukulan demi pukulan kini dengan cepat menghajar nya dia tak bisa membalas berulang kali dia hanya meringis kesakitan tapi itu tak membuatnya mengakui bahwa adiknya adalah pelakunya dan dia ada di balik ini semua.
Sebuah lampu besar tiba tiba menyala di depan Alex sebuah layar lebar telah menyala seketika di sana. Semua orang yang tadi menghajarnya kini tiba tiba mundur seketika memang sengaja memperlihatkan bahwa ada sebuah layar yang tengah di perlihatkan.
" Nicolas!" Gumam nya dengan cepat.