
" Selamat atas yang tadi…" Sarah memberikan selamat kepada kekasihnya yang tadi sudah resmikan bahwa dia adalah pimpinan dari sebuah kelompok mafia yang terkenal.
" Terima kasih…" Sarah memeluk Bryan.
Mereka saling membalas pelukan itu dengan rasa yang berbeda. Saat ini mereka sedang berada di dalam kamar Sarah di mana mereka telah membuat janji temu untuk berdua setelah pulang dari markas besar tersebut.
" Apa kau tak menyukai nya?" Mereka saling melepaskan pelukan itu dan saat ini mereka sedang duduk berdua di sisi ranjang.
Bryan menghela nafasnya dengan berat ketika pertanyaan itu keluar dari bibir kekasihnya. " Apa terlihat dari wajahku jika aku sedang tak senang?" Sarah mengangguk membenarkan apa yang dikatakan oleh Bryan.
" Bukan tak senang tapi masih ada keraguan!"
" Sebenarnya aku senang Daddy memilih untuk bersantai saat masa tua nya bersama Mom! Tapi ini semua terlalu berat bagi ku. Aku tahu aku tak bisa menolak untuk menggantikan Dad tapi sebenarnya aku belum siap dalam hal ini…" Dia mengatakan apa yang ada di pikiran dan hatinya.
Sarah menggenggam tangan Bryan dengan erat. " Aku tahu mungkin ini terlalu berat untukmu Bry, tapi tak ada jalan lain selain kau harus menerima nya. Jangan terpaksa menerima tanggung jawab besar ini jika kamu menerima nya karena terpaksa maka akan menjadi beban untukmu. Tapi jika kamu menganggap mereka adalah kewajiban dengan rasa senang aku yakin tak akan menjadi beban bagimu…" Bryan mendengarkan apa yang dikatakan kekasihnya dengan menatap kekasihnya.
" Mereka adalah keluarga Daddymu jadi mereka juga keluargamu. Jangan beranggapan mereka adalah orang asing tapi anggap mereka adalah keluarga yang harus kau lindungi aku yakin kamu pasti akan merasa memiliki keluarga yang menyenangkan bukan keluarga yang kau anggap sebagai beban."
Bryan menghela nafasnya dengan berat dia berpikir bahwa semuanya tak mudah. Menjadi pimpinan dari ribuan orang yang berstatus mafia bukanlah hal yang mudah. Siapa yang akan sanggup memimpin mereka dengan kejam, siapa yang mau menjadi pimpinan dari kelompok yang kejam.
Tak ada yang sanggup untuk menjadi pimpinan dari sebuah kelompok yang begitu terkenal di dunia gelap. Bahkan terkenalnya mereka adalah kejahatan dan kekejaman mereka saat ini. Dia tak yakin bahwa dirinya sanggup untuk memimpin ribuan orang saat ini dan selamanya. Tapi dia juga tak bisa berkutik ketika semua orang menerima dirinya sebagai ketua.
" Aku akan berusaha menjadi seperti Daddy!" Dia harus menerima nya. Terpaksa atau tidak dia harus menerima nya.
" Aku yakin seiringnya waktu kamu pasti akan bisa seperti Daddy mu. Asal kau menganggap mereka keluarga dan bukan beban maka semuanya akan mengalir seperti yang kau inginkan…" Sarah tersenyum saat ini dia yakin bahwa kekasihnya mampu memimpin mafia ini hanya saja dia butuh waktu untuk belajar menjadikan dirinya kuat.
" Terima kasih sudah berada di sisi!" Bryan menarik ujung bibirnya dia tersenyum.
" Gunanya memiliki kekasih adalah untuk bertukar pikiran juga Honey…" Mereka saling tersenyum dengan senang.
" Aku mencintaimu…" Bryan membawa Sarah kedekapannya memeluknya dengan erat.
Terima kasih telah mempertemukan aku dengan wanita sepertinya. Jangan pisahkan kami apapun yang terjadi aku hanya ingin kami bersama, jangan biarkan kami berpisah Tuhan.
Jika Tuhan memang mempertemukan kita dan menyatukan kita memang rencananya maka jangan pisahkan kami apapun yang terjadi. Aku takut kenyamanan ini akan menjadi duka bagi kami berdua. Jangan ada air mata duka Tuhan, biarkan air mata kami menjadi air mata kebahagian.
***
" Tuan kami sama sekali tak menemukan Alex dari kemarin bahkan ponselnya tak bisa kami hubungi…" Seorang laki laki paruh baya melaporkan kepada bos nya yang saat ini sedang melukis di pinggir danau.
" Kau sudah menghubungi Nicolas? Apa katanya?" Ujarnya dengan tenang dan tetap fokus dengan lukisan di depannya.
" Kami juga tak bisa menghubungi Nicolas Tuan. Mereka berdua tampak hilang karena sama sama tak bisa kami hubungi."
Orang tua itu kini langsung menghentikan coretannya, matanya menatap datar ke arah lukisan yang ada di depannya saat ini. " Kau tak bertanya kepada satuannya?"
" Saya belum kesana Tuan!"
" Saya akan segera siapkan pesawat untuk kesana Tuan!" Asisten itu kini langsung pergi dengan cepat meninggalkan Bos nya yang marah.
Sang asisten segera menyiapkan pesawat pribadinya dia akan pergi mencari tau keberadaan dua pemuda yang saat ini tak bisa dihubungi sama sekali.
" Tuan! Tuan!" Sang asisten berlari menghampiri bos nya yang saat ini tengah duduk di ruangannya. " Maaf saya mengganggu!"
" Kau sudah siapkan pesawat untuk kita datang kesana?"
Sang asisten mengatur nafasnya yang memburu karena dia tergesa gesa menghampiri bos nya. " Alex dan Nicolas sedang dalam bahaya!"
Laki laki tua yang tadi nya memejamkan matanya kini langsung membuka matanya karena terkejut. " Ada apa dengan mereka?"
" Alex saat ini sedang ditahan karena dia lalai dalam tugasnya…" Sang asisten menceritakan apa yang dia dapatkan dari seorang yang disuruh untuk mendapatkan informasi apapun tentang mereka berdua saat ini.
Orang tau itu mengepalkan tangan nya ketika mendengar cerita dari sang asistennya. " Tuan saya rasa ini jebakan dari orang orang yang tak suka kepada Alex."
" Apa orangmu tau siapa yang ada di balik ini semua?"
" Sayang nya tak ada yang tau Tuan. Tapi ada yang aneh disini, bertepatan Alex ditahan Nicolas juga tak bisa di hubungi dia juga hilang entah kemana juga tak ada orang yang tahu."
" Cari tahu keberadaan Nicolas, dan kalian harus tahu siapa dibalik ini semua. Aku yakin ada seseorang yang sengaja menyerang Alex dengan menghancurkan karir nya."
" Saya akan segera cari tahu Tuan."
" Kita tak perlu datang kesana dulu, jika kita datang dan terang-terangan mencari kabar dari Alex dan Nicolas maka orang yang menyerangnya akan bersembunyi dan kita tak akan bisa menangkap dan menghukum nya. Sementara biarkan orang mu saja yang mencari Nicolas dan kabar tentang Alex kita pantau dari sini…" Rencananya kini berbalik arah.
" Baik Tuan!"
" Kirim pengacara terbaik di sana untuk membebaskan Alex, bayar berapapun yang dia minta asal dia bisa bebas. Berikan apa yang dibutuhkan nya…" Perintahnya.
" Baik Tuan saya akan segera mencari pengacara untuk membantu Alex yang ada di sana. Saya juga akan mengirimkan orang orang yang ahli kita untuk segera menemukan Nicolas di sana."
" Lakukan apa saja yang kau anggap berguna asal Alex bisa bebas dan Nicolas bisa ditemukan. Sepertinya ada orang orang yang ingin melihat kehancuran mereka berdua saat ini."
" Tuan tapi maaf sepertinya saat ini mereka dalam masalah yang besar."
" Apa maksudmu?"
" Saya masih belum tau apa masalahnya tapi saya yakin salah satu dari mereka memiliki masalah hingga mereka-"
" Aku tak peduli mereka bersalah atau tidak…" Potongnya dengan cepat. " Yang jelas aku tak ingin ada seorangpun yang bisa menyentuh kedua cucuku! Mereka mengusik cucu ku sama saja dengan mereka mengusik ku."
Nah loe siapa lagi ini 😁 bersambung besok ya masih edisi pernikahan jadi curi waktu untuk Up buat kalian 🤭 jangan lupa vote dan hadiahnya sudah masuk hari senin 🥰 makasih 😘