Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Balas Dendam 8



Hai hai 🤭 Mince kembali setelah sekian purnama tak menyapa kalian semua 😁 karena ada kesibukan di dunia nyata yang harus selesai jadi Mince belum sempat menyapa kalian beberapa minggu lalu 🤭


Tapi tenang saat ini Mince kembali lagi seperti biasa ya 😉 dengan cerita yang Hot dan panas membara seperti api yang membakar jiwa 😂


Happy Reading


.


.


.


" Paman Al?" 


Albert laki laki yang saat ini sedang berdiri di depan pintu apartemen milik dari Bryan, dia sengaja datang menemui laki laki mudah yang saat ini semua orang tahu bahwa Dio Della Morte dipimpin olehnya.


Albert tak menjawabnya dia langsung masuk tanpa berkata kata apa. Dia sengaja datang kesana karena ada yang ingin dibahas oleh dirinya dengan Bryan. 


" Honey aku sudah selesaikan makan-" Sarah langsung berhenti ketika melihat sosok yang masuk ternyata bukan kekasihnya. Dia diam dengan canggung.


Bryan yang berdiri di belakangnya kini hanya menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal sama sekali. Dia bingung harus bagaimana saat ini. 


" Maaf!" Ucapnya pelan dengan mengangkat kedua tangannya sebagai permintaan maaf Bryan.


Bryan yang tadi memang sengaja ingin keluar karena ada hal yang ingin dibeli dibawah, ternyata belum sempat dibeli dia sudah melihat Albert yang berdiri didepan pintu Apartemen miliknya.


" Honey?" Dia mengulangi kata kata dari Sarah dan menatap kedua anak mudah itu bergantian. 



Pengaca yang satu ini tetap tampan meskipun sudah tua 😁


Albert tahu meskipun mereka tak mengatakan bagaimana perasaan mereka hanya dengan menatap kedua mata mereka saja dia bisa tau perasaan kedua anak mudah itu.


" Paman jangan katakan kepada Daddy atau Mommy!" Bryan langsung menyentuh tangan Albert. Sebenarnya dia senang jika banyak yang tahu hubungan mereka berdua tapi dia juga tak bisa mengingkari janjinya kepada Sarah untuk merahasiakan ini semua.


" Jadi kalian bersama?" Albert menunjuk keduanya dengan bergantian. Mereka berdua terdiam. " Bryan Sarah!" Panggilnya lagi.


" Maaf Paman bukan aku tak tahu diri tapi aku-"


" Paman aku dan Sarah baru bersama! Kami masih tak ingin mengatakan kepada Mommy ataupun kepada Daddy. Jadi aku mohon jangan katakan apapun kepada mereka…" Albert hanya menghela nafasnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Bryan.


" Kenapa kalian tak mengatakan kepada mereka?" 


" Kami hanya belum siap!" Jawab cepat Sarah. Tak ada yang bisa ditutupi lagi, semuanya sudah terbongkar dan mereka terpaksa mengatakan tentang hubungan ini.


Sebenarnya Bryan bersorak senang jika salah satu dari anggota nya ada yang tahu tentang hubungan ini setidaknya ada yang akan memantau hubungan percintaan mereka berdua.


" Baiklah! Paman tak akan mengatakan apapun kepada mereka lagian ini adalah urusan kalian. Paman tak mungkin ikut campur…" Sarah bernafas lega setidaknya Paman Albert tak akan membongkar rahasia ini. 


" Tapi pesan dari Paman hanya satu! Jangan campurkan urusan balas dendam ini dengan masalah pribadi agar hubungan kalian tak ada yang mengetahui. Sebenarnya Paman senang jika semua orang tahu hubungan kalian jadi tak ada yang akan mendekati Sarah tapi ya sudahlah itu urusan kalian berdua…" Sambungnya lagi.


" Sarah hanya belum siap Paman."


" Status berbeda?" Dia mengerutkan keningnya dia juga tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Sarah.


" Paman jangan dibahas lagi!" Potong Bryan dengan cepat. " Ada apa Paman datang kemari?" Bryan dengan segera mengalihkan pembicaraan mereka.


" Aku hampir lupa karena mendapatkan kejutan jika kalian bersama. Pada akhirnya Bryan menemukan wanita yang bisa menjadikan dia betah di rumah…" Sindirnya membuat Bryan hanya tersenyum kuda.


Semua orang tahu bagaimana laki laki yang bernama Bryan Kozan susah diatur, bahkan dulu Zac sang Daddy sempat kewalahan karena mendidik putranya yang benar benar tak bisa di atur sama sekali. Bryan bahkan sangat mirip dengan sang Daddy nya sulit menemukan wanita yang cocok ketika menemukannya dia tak akan melepaskannya.


" Bry sebaiknya aku masuk kamar agar kalian bisa mengobrol!" Bryan menoleh ke arah Sarah tersenyum dengan mengangguk sebentar. " Paman permisi."


" Paman sebaiknya kita mengobrol di ruanganku."


" Baiklah ayo!" Kini mereka berdua segera berjalan menuju keruangan pribadi milik dari Bryan sedangkan Sarah kembali masuk ke dalam kamar miliknya.


Dia hanya mondar mandir meskipun tadi dia sudah lega karena sudah mendengar sendiri. Tapi dia masih saja cemas karena dia juga takut jika tiba tiba Albert berubah pikiran.


" Bagaimana jika Paman Al tadi berubah pikiran? Jika dia tiba tiba mengatakan kepada kedua orang tua Bryan bagaimana?" Dia cemas dengan sendirinya.


" Tapi tidak! Seorang pengacara pasti akan menepati janjinya bukan?" Katanya dengan menyakinkan dirinya sendiri. Sarah duduk di sisi ranjang dengan banyak kemungkinan yang ada di pikirannya.



" Duduklah Paman! Apa ada hal yang penting yang akan kita bahas hingga Paman datang kemari?" Bryan mengambil sebuah minuman anggur merah dari dalam lemarinya.


" Tadi sebenarnya Paman datang kerumahmu tapi kata orang yang disana Daddy dan Mommy mu sedang tak ada mereka sedang berlibur."


" Daddy dan Mommy sedang berkunjung ke tempat Kak Naila di Jepang sekalian mereka berlibur di sana."


" Pantas saja mereka tak bisa aku hubungi dari tadi!" Al mengambil minuman yang disuguhkan oleh Bryan saat ini. " Beberapa hari yang lalu Paman mendapatkan tawaran dengan jumlah yang begitu menarik bahkan Paman mendapatkan cek kosong dari seorang klien."


" Lalu?" 


Albert menghela nafasnya yang berat. " Dia menawarkan kerjasama dengan Paman ya mungkin karena dia kinerja Paman dan sepak terjang Paman yang tak pernah kalah dalam persidangan. Dia juga menawarkan berbagai banyak keuntungan jika Paman menang dalam kasus ini. Jikapun kasus ini menangpun nama Paman akan melejit langsung bahkan lebih dari sekarang."


" Bagus dong Paman! Lalu masalahnya apa?" Bryan terlihat begitu bahagia mendengar apa yang dikatakan oleh Paman nya saat ini. 


" Bagus sih bagus Bry tapi kita lihat dulu kasus apa yang harus Paman tangani…" Albert mengusap wajahnya dengan kasar.


" Lalu apa kasus? Apa pembunuhan berencana? Atau narkob*?" Tanyanya dengan penasaran.


" Kau tahu jika klien yang ingin menyewa Paman dan orang yang ingin Paman bela adalah Alexander!"


" Alexander?" Bryan mengulanginya lagi dengan tanda tanya. " Nama Alexander begitu banyak Paman!" Dia terdiam dengan melotot ketika dia ingat sesuatu.


" Tunggu dulu! Jangan bilang dia Alexander orang yang kita masukan kedalam penjara yang saat ini sedang menjadi-" Albert mengangguk dengan cepat sebelum Bryan melanjutkan ucapannya. " Tidak mungkin Paman!" Dia masih tak percaya.


" Dia memang ingin menyewa Paman untuk membebaskan Alex dengan jaminan dia tahu ini pasti sangat bisa aku lakukan jika aku maju membelanya dan bernegosiasi dengan beberapa orang petinggi kemungkinan dia bebas pasti bisa dilakukan!" 


Bryan berdiri dengan mondar mandir di sana. " Kita sudah selidiki bahkan kita tahu bahwa dia tak memiliki keluarga lagu selain Nicolas! Jika Nicolas juga ada di tangan kita lalu siapa yang ingin membelanya?" 


" Mereka berkata bahwa mereka adalah keluarganya. Tapi yang jelas mereka ingin sekali aku berada di depan mereka Bry."