
Arya yang di tatap oleh cucunya kini tak peduli dia dengan langkah pelan menatap tajam kearah Angel kini membuat Angel sedikit ketakutan. Jantungnya terasa ingin lepas, tubuhnya seakan lemas ketika mendapat tatapan yang siap membunuhnya saat ini.
“ Katakan siapa mereka?” Arya mencengkram dagu nya dengan kencang.
Alex yang melihat wanita yang ia sukai di kasari oleh sang kakek sedikit terkejut dengan cepat menghampirinya. “ Apa yang kakek lakukan? Lepaskan Angel kek.”
“ Diam!” Arya menekan kata katanya dengan dia yang melotot penuh dengan kemarahan. Arya saat ini sudah kehilangan akal nya dia sudah putus asa karena cucu satunya belum ia temukan dan ia juga takut atas ancaman yang dilontarkan oleh Bryan serta Sarah kemarin.
“ Sudah saya katakan saya tidak tahu apapun...” Angel menantang mata laki laki tua yang saat ini berdiri di depan nya dengan mencengkram dagunya dengan kencang.
“ Jangan berbohong padaku.”
“ Kakek dia tak berbohong-“
“ Aku hanya bekerja di rumah sakit yang kebetulan kepala rumah sakit yang memindahkan adalah sepupu dari Bryan dan saya hanya bertemu beberapa kali dengan mereka.”
Angel kini menahan rasa sakit pada dagunya dia meremas ujung bajunya yang terasa sakit oleh cengkraman tersebut. “ Jadi kau pernah berdiri dengan mereka dan sekarang kamu secara tiba tiba berdiri bersama Alex disini. Tak ada hal yang tidak bisa kau lakukan kecuali kau bisa berkhianat lagi pada kami.”
“ Apa yang anda bicarakan?”
“ Kecilkan nada bicaramu. Kau seperti sampah di sini. Seharusnya jika kau sudah berdiri di sini kau harus mengatakan semuanya siapa mereka tapi kau masih menutupinya. Dasar jalan*.”
Plak!!
Angel yang tidak terima karena di hina seperti itu oleh laki laki tua yang ada di depan nya kini secara cepat menampar pipi yang sudah keriput tersebut. “ Aku bukan jalan* seperti yang kau katakan. Aku menolong Alex karena aku merasa iba. Tapi jika pertolongan ku tak kau hargai maka aku tak bisa ada di sini.”
Angel yang berdiri dengan cepat kini malah di tarik rambutnya dengan kasar hingga membuatnya terjatuh di lantai dengan kasar.
“ Kakek apa yang kau lakukan?” Alex kini juga tak bisa diam saja melihat orang yang berjasa pada nay kini malah di saksi seperti ini bahkan di depan nya.
“ Diam! jangan ikut campur!”
Angek kesakitan pada punggung nya dia berguling dengan meringkuk ketika kesakitan karena pentalan yang cukup keras ia rasakan saat ini. “ Sepertinya kau memang ingin mengkhianati kita di sini.”
“ Tidak!” Arya kini berdiri di depan Angel dengan wajah yang mengerikan. Tatapan tajam serta wajah yang siap menerkam dia hidup hidup.
Bugh!! Dengan satu tendangan yang diberikan Arya yang tepat di wajahnya kini membuat Angel segera tak sadarkan diri. Angel pingsan seketika. Alex yang di sana mendorong tubuh Arya dengan kuat.
“ Angel bangun... Angel bangun.. ku mohon...” Alex mengguncang tubuh nya nyata tak dapat membuat wanita itu merespon saat ini dia sudah pingsan.
Dengan satu kode dua orang itu dengan segera menarik Alex dengan kasar dan membawa Alex segera menjauh. “ Lepaskan aku.. apa yang akan kalian lakukan pada wanita ku... kakek lepaskan aku...” Alex yang memberontak kini tak bisa melawan karena dua orang yang berbadan besar telah menariknya dengan paksa.
Dengan kedua matanya sendiri ia melihat bahwa satu orang telah menyeret Angel dengan kasar membawanya keluar dari ruangan itu. “ Aku tidak akan membunuhnya, aku hanya ingin tahu siapa mereka agar kita bisa tau di mana adikmu.”
Argh...
Alex dengan segera memberontak dengan kasar hingga ia terlepas dengan segera ia berlari menuju kakeknya yang berjalan.
“ Apa? Kau ingin memukul kakek mu hanya karena ingin membela wanita itu?” Alex yang tadi menarik punggung Arya kini dengan cepat ingin melayangkan bogem mentah berhenti tepat di wajah tua nya.
Bugh!!
Argh....
Alex akhirnya malah memukul dinding yang ada di sebelahnya ia tak bisa memukul Arya kakeknya. Dengan geram ia kembali menatapnya.
“ Dia wanita yang aku sukai, karena selama aku di dalam penjara dialah yang selalu peduli dengan ku. meskipun dia berdiri di sebelah mereka dia selalu ada disampingku. Bahkan dia rela kehilangan semuanya hanya karena dia ingin menolong ku. aku sudah bersumpah kepada diriku sendiri untuk melindunginya. Siapa saja yang melakukannya sama saja dia melukai ku. jika kakek adalah orang yang ingin melukainya maka lukai aku juga.”
Arya tertawa keras di sana ia tak menyangka cucunya sangat membela wanita yang ingin ia introgasi saat ini. Dia tak ingin melukai wanita yang sudah menolong cucunya tapi tak ada cara lain untuk membuka suara Angel kecuali dengan kekerasan seperti ini.
Plak!! Satu tamparan yang cukup keras yang dilayangkan oleh Arya kini hanya disentuh oleh Alex. Pipinya terasa panas serta kebas.
“ Jangan bodoh karena cintamu. Kau pikir dia menolongmu tanpa ingin sesuatu dari mu hah?”
“ Dia tak menginginkan apapun kek. Bahkan di saat aku mengatakan perasaan ku padanya dia menolak ku. dia menolongku bukan karena dia mencintai ku karena dia merasa kasihan melihatku disiksa seperti hewan di dalam sana...” Alex berteriak dia merasa sakit hati dan kecewa.
Ia sebenarnya kecewa karena ia harus mendengar perkataan bahwa Angel yang tak memiliki rasa padanya. Dia menolong nya karena merasa kasihan karena selama ini tak ada yang ingin membantunya.
“ Jangan naif jadi laki laki. Seseorang rela mengorbankan semuanya dan rela meninggalkan karirnya karena apa? Apa kau pikir hanya karena kasihan? Jika bukan karena dia juga disuruh oleh seseorang hah?” Alex terdiam. “ Kau yakin dia menolongmu tanpa mau imbalan apapun. Orang tidak akan mau menolong orang yang terangan-terangan susah jika tidak ingin sesuatu imbalan.”
“ Kakek tidak mengenal Angel. Dia bukan seperti itu.”
“ Kau yang terlalu buta karena cinta mu yang sebelah tangan. Buka matamu dan lihatlah bahwa tak ada orang satupun yang akan mau berkorban tanpa imbalan yang pantas. Jadi kau cukup diam dan lihat saja apa yang nanti akan terjadi.”
“ Kakek mau kemana?” Alex menahan Arya yang ingin pergi meninggalkan dirinya.
“ Tenanglah Alex aku hanya ingin mengintrogasi Angel. Aku tidak akan membunuhnya karena dia sudah membantumu. Jika dia bisa bekerja sama dengan kita aku tidak akan memakai kekerasan tapi jika dia tidak bisa bekerja sama maka maafkan kakekmu jika harus menggunakan kekerasan.”
Bersambung besok lagi ya,
Selamat malam buat kalian yang belum tidur sama kayak mince 😉 yang sudah tidur selamat bermimpi indah 😇
jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan,
Like 👍
komen yanh banyak biar mince semangat 💪 ....
Beri ulasan yang banyak 😍
Jadikan favorit juga boleh kok ya 😍
Share juga bisa kok 😌
kasih hadiah yang banyak juga ya bisa kopi atai bunga 🥰
Makasih banyak untuk kalian semua 🙏