
Satu tembakan yang dilayangkan di udara membuat orang yang ingin menaiki tali itu langsung berusaha kembali untuk naik kembali. Para Sipir itu berlari mereka menodongkan pistol itu dengan melepaskan beberapa tembakan yang hanya mengenai dinding di sana.
Para Sipir sengaja tak mengenai Alex mereka hanya mengikuti apa yang diperintahkan oleh Kepala Sipir tadi. Alex semakin berusaha keras untuk naik dia ingin melewati dinding tinggi itu dengan segera.
Aku pasti bisa. Batinnya dengan tetap berusaha naik ke atas.
Alex berusaha untuk menghindar tembakan demi tembakan tersebut, dia menunduk menyembunyikan kepala nya agar tak mengenai timpah panas yang saat ini di lepaskan berulang kali.
Kenapa tak ada satupun yang mengenai tubuhku,apa mereka sengaja agar peluruh mereka tak mengenaiku atau gimana?
Alex menaruh curiga tapi dia tak ingin ambil pusing dia yang hampir tiba kini dengan cepat berusaha naik, dia menarik bibirnya untuk tersenyum ketika dia tiba di hampir puncak dinding itu. Alex meletakkan kedua tangan itu ke arah dinding dia berusaha keras untuk naik.
Alex kini yang sudah berada di atas puncak tersenyum senang ketika melihat banyak orang di bawah nya yang sudah menunggu dirinya. Dia sungguh tak sabar sebentar lagi satu langkah lagi dia lolos dari penjara ini dan mereka semua akan membawa nya jauh dari siksaan ini.
Rasa sakit yang dari tadi seakan hilang ketika harapan sudah terlihat di depan matanya dengan nyata, mereka yang ada di bawah segera menyuruh Alex untuk turun dengan segera. Alex menerima tali yang juga di pasang di sana, dia turun menggunakan tali itu dengan meluncur ke bawah dengan cepat.
Sebelum dia tadi turun dia sempat melihat kearah Sipir yang mengejarnya dengan gayanya yang sombong dan arogan dia melambaikan tangan bahwa dia berhasil lolos dari mereka semua. Malam ini akan menjadi malam di mana semuanya akan terlihat.
Bug!!!
Alex lompat dengan segera saat ini kedua kaki itu telah mendarat di tanah dengan selamat. Alex yang ingin berlari menghampiri adiknya di kegelapan kini tak jadi ketika sorotan lampu mengenai wajahnya. Lampu yang terang itu membuat dia begitu silau hingga dia menutupi wajahnya dengan kedua tangan.
Prok!! Prok !! Prok!!
Suara tepuk tangan membuat Alex segera menatap kedepan, dia di buat tertegun ketika melihat siapa saja yang saat ini tengah berdiri di sana dengan memandangi dirinya dengan datarnya. Bahkan dia tak menyangka siapa yang berdiri dan ada satu orang yang duduk di sana dengan menyilangkan kakinya.
Kacamata hitamnya bertengger di hidung mancungnya, tangannya memutar putar pistol milik salah satu Sipir yang di sana.
" Kau pikir kau bisa lolos dari sini he?" Kepala Sipir itu yang tadi menghampirinya Alex segera melayangkan bogem mentah tepat di wajahnya.
" Bagaimana bisa kalian-"
Bug!!
" Kau pikir hanya kau yang bisa bermain cantik di belakang kami? Kami juga bisa bermain di sini Komandan Alexander yang terhormat!" Katanya setelah dia memukul kembali wajah Alexander.
Kedua mata nya tak melihat dengan jelas siapa yang saat ini tengah duduk dan di kelilingi banyak orang itu. Semua orang yang mengelilinginya bahkan bersenjata meskipun tak memakai seragam Alex tahu bahwa mereka pasti orang orang ahli, bukan orang yang sembarangan.
" Sayang sekali kau sudah melupakan ku Sir! Padahal aku merindukanmu…" Laki laki itu berdiri dia berjalan menghampiri Alex yang sepertinya masih berusaha mengingat siapa orang yang berjalan menghampirinya.
" Sayang sekali dia melupakan ku Sir!" Sambungnya dengan gaya nya yang dingin.
Bug!! Orang itu langsung menghajar perut Alexander dengan keras. " Harusnya kau ingat siapa aku setelah menerima pukulan ku?"
Alex hanya meringis kesakitan ketika lagi lagi tulang rusuknya dipukul dan punggungnya mengenai dinding yang begitu tebal. Orang itu kini melepaskan kacamatanya dengan dia yang langsung tersenyum.
" Ah kau sungguh mantan Komandan yang tak seru! Kau mudah sekali melupakan buronan mu. Tapi baiklah aku akan memperkenalkan diriku lagi, aku Bryan orang yang kau cari orang yang kabur dari tahanan ini!"
Alex yang langsung menatap kearah Bryan yang saat ini tertawa keras di sana, bahkan dia menatap sekelilingnya yang sama sekali tak menangkap anak mudah yang saat ini tertawa keras di sana.
" Kau terkejut mendengar namaku?" Bryan kembali dengan sisa tawanya dia yakin bahwa Alex memikirkan bagaimana ini bisa terjadi. " Sir dia terkejut mendengar namaku, atau dia terkejut bahwa kalian tak menangkap ku saat ini? Atau dia yang terkejut bahwa kita semua tahu rencananya untuk kabur."
" Bagaimana.. bisa.. kalian?" Dia masih terbata bata tak percaya melihat semua orang yang ada di sana. Alex yang saat ini dipegang kedua polisi masih tertegun tak percaya dia masih syok melihat dan mendengar kenyataan yang ada di depan nya.
" Apa kau pikir hanya dirimu saja yang bisa bermain di belakang kami? Oh tidak.. kami tentu saja bisa melakukan apapun bahkan yang tak pernah kau pikirkan sekalipun aku bisa melakukannya."
" Kau membayar semua orang yang ada di sini untuk membalasku. Dan kalian menerima uang suap dari buronan kita? Apa yang kalian pikirkan sebenarnya?" Dia membentak dengan memberontak di sana.
Bugh!! Bugh!! Bugh!!
Tongkat panjang itu kini dengan cepat menusuk perutnya berulang kali membuat Alex benar benar merasakan kesakitan tak berdaya, dia meringkuk dengan dia yang terjatuh ke tanah dengan rasa sakit pada perutnya.
" Hanya sebatas ini kemampuanmu? Kau tak ada apa apa di banding aku. Kau hanya bangga dengan jabatanmu yang saat ini sudah hancur. Bahkan saat ini kehancuranmu ada di tangan ku, jadi jangan bersikap bahwa dunia bisa kau taklukan dengan satu genggaman mu…" Bryan menekan kata kata nya dia yang berjongkok di depan Alex.
Alex tertawa keras dengan sisa rasa sakit yang ada di perutnya. " Kau ingin menghancurkan ku dengan karir ku yang kau serang? Tapi sebenarnya kamu sendiri juga hancur bersama aku yang hancur disini…" Sisa tawanya penuh mengejek. " Kau di sini karena ingin mencari tahu siapa pembunuh wanita itu bukan?"
Bryan terdiam dia tak menjawab apapun yang dikatakan olehnya. " Bunuh aku karena jika aku hidup pun percuma karena aku tak akan mengatakan siapa pembunuh wanita itu. Kunci semuanya ada di aku, jadi lebih baik kau bunuh aku karena aku tak akan mengatakan siapa orang yang kau cari."
Alex tertawa melihat Bryan yang hanya diam seribu bahasa. Alex berpikir bahwa semuanya akan terbalik saat ini.