Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pergerakan 27



Untuk pertama kalinya aku merasakan penyesalan,


Perasaan dimana aku berada di antara kasihan pada diriku sendiri,


Dan,


Mulai membenci diriku sendiri,


Tentang seluruh hidupku, 


Dan,


Tentang apa yang sudah aku lakukan.


Angel


****


Angel yang terbangun dari pingsan nya kini mencoba mendengarkan suara tapi tak ada suara apapun. Sunyi tak ada suara sedikitpun, matanya mulai perlahan terbuka hanya ada cahaya lampu yang menyinari dirinya yang saat ini hanya duduk di kursi dengan tangan yang sudah terikat. Angel dengan perlahan berusaha melepaskan diri nya tapi nyatanya tak bisa. Matanya menatap sekeliling ruangan yang sempit. Mata indahnya hanya melihat bercak darah di lantai yang sudah mulai mengering.


Angel berusaha mengingat kejadian sebelum ia berada di ruangan ini. Kepalanya terasa sakit pipinya terasa panas tubuhnya terasa remuk dia ingat betul bahwa ia di tendang kuat oleh laki laki tua yang bernama Arya.


“ Alex.. lepaskan aku...” Dia berteriak keras ketika ia sadar dan berusaha untuk melepaskan dirinya dengan susah payah. Dia memberontak di atas kursi dengan kencang tapi malah menimbulkan bunyi yang sangat keras.


“ Alex... kau gila.. kau sungguh melakukan ini kepada ku...” Dia berusaha untuk membuat orang yang dipanggil menghampirinya tapi tak ada satu orangpun yang datang menghampiri dirinya saat ini.


“ Tuan Arya lepaskan aku... lepaskan aku...” Sambungnya dengan ia yang terus berteriak.


Angel hanya bisa menangis karena tak ada yang datang untuk menolongnya. Alex orang yang sudah ia tolong, orang yang membuat dirinya rela kehilangan semuanya dengan tega melakukan hal ini, bahkan dia sama sekali tak ingin membantunya. Air mata penyesalan tak ada guna nya saat ini, karena semuanya percuma. Angel hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang seperti ini sekarang.


Angel hanya bisa menangis merasa telah bersalah dan bodoh. Dia terlalu ‘naif’ dalam hal ini. “ Seharusnya aku lebih paham bahwa orang jahat selama nya akan menjadi jahat...” Gumam nya dengan rasa bersalah karena ia telah banyak berkorban untuk Alex tapi nyatanya dia tega berbuat seperti ini.


“ Tolong lepaskan aku.. tolong.. siapapun yang ada disana lepaskan aku...” Dia masih berteriak dengan penuh permohonan.


Ceklek!!


Kedua mata itu kini saling bertatapan secara langsung dengan arti yang bedah. Matanya kini penuh dengan air mata yang sudah mengalir deras ke pipinya. Sedangkan orang yang masuk kini menatap Angel seakan matanya berkata maaf.


“ Jadi kau sudah bangun.”


“ Lepaskan aku...” Angel menekan kata kata nya dengan tak mau menatap kearah orang yang juga berdiri di depan nya.


“ Aku akan melepaskanmu setelah kau mengatakan apa yang ingin aku tanyakan.”


“ Jika kau mencari informasi tentang Bryan jawaban ku tetap sama, saya tidak tahu...” Ujarnya dengan menatap sinis ke arah kedua orang tersebut.


“ Bekerja sama dengan kalian?” Angel yang tadinya kini menangis kini tertawa seakan semuanya terlalu lucu untuk dirinya.


“ Aku sudah menolongmu. Bahkan aku yang selalu menyelamatkan nyawamu, aku yang selalu membela mu, aku yang bahkan membawamu kabur dan hanya demi seorang Alex aku rela kehilangan semuanya...” Angel menekan kata katanya seakan mengingatkan Alex atas kebaikan nya.


“ Semua yang sudah aku lakukan sebanyak itu dan kau masih  menjadikan aku tawanan mu hanya karena sebuah informasi. Apa kau tak sadar semua yang aku lakukan juga termasuk bekerja sama dengan mu? Dan sekarang kau mengatakan agar aku bisa bekerjasama lagi dengan mu...” Angel kembali tertawa kecut saat ini.


“ Apa susahnya kau hanya menjawab siapa Bryan ini dan siapa keluarganya dan siapa di balik ini semua, hanya itu. Kenapa kau sulit sekali mengatakan kejujuran itu. Atau benar bahwa kau hanya bersandiwara baik nyatanya kau hanya mencari informasi yang kau laporkan kepada mereka.”


“ Setelah semua yang terjadi kau menuduhku seperti ini...” Angel tersenyum sinis. “ Sepertinya benar apa yang dikatakan oleh Nathan bahwa aku akan menyesal jika menolongmu. Karena sekali bajinga* akan tetap menjadi bajinga*”


Plak!!


Tanpa sadar Alex dengan cepat menampar pipi Angel dengan tersenyum sinis mata mereka saling bertatapan. “ Aku memang bodoh karena sudah menolong orang yang salah. Seekor anak singa pun akan berusaha membalas budi jika seorang manusia menyelamatkan nyawanya. Tapi yang ada di depan ku seorang manusia yang tak akan membalas budi meskipun aku sudah menolongnya bahkan nyawa ku sendiri yang menjadi taruhan nya saat ini.”


“ Angel maafkan aku! Aku tak bermaksud-“


“ Jangan menyentuhku...” Alex yang tadi menyentuh pipi Angel kini menjauhkan tangan nya. dia melihat bekas tangan di pipinya, dan Alex yakin itu akan terasa kebas dan sangat sakit.


“ Sudahlah jangan berdebat aku tak butuh jawaban itu. Aku hanya ingin tahu siapa Bryan hanya itu saja...” Timpal Arya yang dari tadi hanya mendengar omong kosong tersebut.


Angel hanya menatap laki laki tua tersebut ia tak menjawab pertanyaan yang dilontarkan berulang kali pada dirinya, tangan nya mengepal menahan rasa marah dan kecewa.


Argh....


Angel berteriak ketika tangan Arya malah menarik rambut ke belakang. “ Ku tanya sekali lagi, siapa Bryan? Kenapa kekuasaan nya sangat tinggi. Siapa dia?”


“ Dari awal sudah ku katakan bahwa aku tidak tahu maka jawabanku juga tidak tahu.”


“ Angel katakan dengan jujur jangan kau tutupi mereka kau akan di siksa seperti ini...” Bentak Alex yang juga tak ingin melihat dirinya yang terus di siksa.


“ Aku saja rela kehilangan semuanya demi orang yang baru ku kenal seperti mu.”


“ Kau?”


Saat ini Alex yang sedikit kesal karena dari tadi Angel tetap tak ingin berkata jujur tentang siapa sosok Bryan ini. Dengan mata yang saling menatap tajam kini membuat kedua orang itu pergi begitu saja.


Angel meringis kesakitan ketika kepalanya sedikit di hempaskan dengan kasar oleh Arya saat ini. Kecewa saat ini dia sangat kecewa kepada Alex. Orang yang sudah ditolong malah tega terangan-terangan menyetujui perlakukan sang kakeknya.


Tuhan apa ini termasuk hukuman yang sengaja kau berikan kepada ku? ternyata aku membela orang yang salah dan maafkan aku.


Angel tak menyangka Tuhan telah menghukumnya terlalu cepat atas tindakan yang telah ia lakukan saat ini. Angel hanya bisa menangis, meratapi nasibnya yang hancur di sini. Kecewa dan terluka kini kurasakan. Tapi tak gunanya meratapi semuanya. Angel yang tadi berharap bahwa Alex yang akan melepaskan nya nyatanya nihil. Harapan hanyalah harapan semuanya tak terwujud. Tak ada satu orangpun yang bisa menolong dirinya kecuali dirinya sendiri.


“ Tak ada yang bisa menolongku! Kecuali aku yang berusaha kabur dari sini...” Gumam nya dengan pelan.