Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Satu Bukti 4



" Bry bisa kita bicara berdua saja!" Sarah yang tiba berkata menatap laki laki yang ada disebelahnya dengan sisa air mata yang menetes di pipinya.


Bryan bertanya tanya tetapi dia menganggukan kepalanya begitu saja. Mereka semua yang ada di sana kini segera pergi tapi tidak untuk Leon. Laki laki kecil itu yang ingin pergi di tahan oleh Sarah.


" Ada apa?" Bryan dengan segera bertanya ketika tidak ada orang siapapun di sana. Kini di dalam kamar itu hanya tinggal bertiga.


Sarah menghela nafasnya dengan kasar dia tak tahu harus memulai dari mana tetapi dia harus mengkonfirmasi apa yang didengar tadi adalah kebenaran.


" Aku tadi-" Sarah tak dapat melanjutkan ucapannya dia terlalu takut mendengar kenyataan ini. 


" Tadi kenapa? Ada apa?" Bryan semakin bingung melihat Sarah yang begitu gugup serta penuh ketakutan di wajahnya.


Sarah memejamkan matanya sebentar lalu membuang nafasnya perlahan dia kini menatap kearah Bryan dengan mengumpulkan keberanian yang susah ia bangun.


" Aku tadi tidak sengaja mendengar apa yang kamu bicarakan dengan sepupumu itu, apa yang aku dengar adalah benar?" 


Bryan masih tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Sarah. " Kau mendengar yang mana? Jelaskan!" Tanyanya agar dia lebih mengerti.


" Laki laki di balik ini semua adalah laki laki yang memiliki tato di dada nya, maksud ku tato rusa? Apa aku tak salah mendengarnya?" 


" Kau menanyakan hal itu? Iya aku sendiri juga diberitahu oleh orang yang dijadikan kambing hitam oleh orang itu, dia di penjara dan di hajar agar mengakui kesalahan orang yang memiliki tato rusa itu. Sedangkan orang yang mati karena diracun adalah orang yang pernah membantunya tetapi dia yang ingin membantu mendiang Amel untuk kabur tapi orang itu malah membuat Amel meninggal di tempat."


Tes!!


Satu air mata itu kini kembali turun dari mata Sarah dia dapat membayangkan bagaimana ketakutan adiknya waktu itu. Bryan kini yang ingin menghapus air mata itu terlalu cepat di hapus oleh Leon yang lebih dekat dengan nya.


" Bagaimana bisa dia melakukan hal ini kepada Amel!" Tangisannya kini pecah ketika apa yang didengar adalah sebuah kenyataan yang memang harus dia terima.


" Lalu apa kau yakin jika salah satu anggota nya adalah orang yang memiliki kedudukan?" 


" Apa kau lupa bahwa kita berdua mendengar bahwa mereka telah dilindungi oleh orang yang memiliki kedudukan?" 


Sarah terdiam dia mengingat apa yang dikatakan oleh Bryan, kini dia menutup mulutnya tak percaya bahwa kecurigaan nya telah benar terjadi, dia juga baru ingat bahwa suara itu tak asing di telinga nya dan sekarang dia ingat siapa suara tersebut.


" Sarah ada apa? Kenapa kau menangis? Kau tak apa bukan?" Bryan langsung menyentuh tangan wanita itu.


Sarah tak mampu berkata apa apa selain dia masih saja menangis histeris, dia tak menyangka orang yang tega melakukan pembunuhan kepada kedua orang yang dekat dengan nya adalah orang yang dikenal oleh nya. 


" Sarah ku mohon katakan sesuatu!" 


" Aku tahu siapa pelakunya Bry! Aku tahu sekarang! Hiks hiks hiks…" Tangisan nya kini pecah dia tidak sanggup menanggung beban ini sendiri.


" Kau tahu siapa pelakunya? Katakan siapa?" Bryan dan Leon kini penasaran bukan main siapa pelaku yang di maksud oleh wanita itu.


Sarah masih saja menangis dia masih terkejut dan masih tak menyangka orang itu adalah pelaku pembunuhan kepada keluarganya. 


" Apa yang mereka bahas kenapa kita tak boleh mendengarkan nya?" Albert kini memiliki rasa penasaran yang tinggi.


" Entahlah Paman tapi sebaiknya jangan usik mereka, kita sekarang sudah memiliki petunjuk bahwa salah satu anggota polisi terlibat dalam hal ini, sekarang kita harus mencari tahu siapa pelaku dari mereka yang menutupi kasus ini dan kita harus segera membongkarnya…" William kini tambah semangat ketika petunjuk petunjuk yang mereka punya kini semakin jelas bagi mereka.


" Kita akan tau setelah ini!" Suara dari sosok laki laki gondrong membuat semua orang terdiam di sana.


" Selamat datang bos!" Ucap Albert dan Abhi dengan segera.


Zac hanya mengangguk pelan ketika mendapatkan ucapan selamat datang dari orang nya. 


" Kenapa paman bisa datang bersama Cristian?" William yang melihat sahabatnya juga datang bersama pamannya.


" Kita tak sengaja bertemu di depan tadi. Dimana Bryan apa dia masih sakit?" Tanyanya dengan segera ketika tak melihat putranya ada di sana. 


" Ada di kamarnya, bos Leon anak dari mendiang Paman Sarah sudah bisa bicara dan dia mengatakan apa yang didengar olehnya waktu kejadian…" Timpal Albert.


" Apa yang dia katakan?" 


Albert dan Abhi kini saling mengatakan apa yang dikatakan oleh Leon anak kecil itu, Zac kini mendengarkan dengan wajahnya yang serius dia kini mengepalkan tangannya dengan rasa geramnya kini rasa curiga nya semakin kuat dengan apa yang dikatakan saksi hidup dari mereka.


" Sekarang kita sudah memiliki bukti yang kuat dari apa yang dikatakan Leon dan tugas kita sekarang hanya menyakinkan bahwa orang itu adalah orang yang kita pikirkan saat ini…" Mereka semua mengangguk, saat ini hanya satu nama yang mereka incar dan mereka yakin bahwa ini ada kaitannya dengan nama itu.


" Sekarang hubungi Jenderal dan tanyakan apa yang dia ketahui tentang masalah ini, jika dia masih belum mengetahui apapun bahwa dia ke hadapan ku…" Perintahnya. " Waktu yang kita berikan sudah cukup untuk dia mencari siapa dalang dari ini semua…" Abhi dengan cepat melangkah untuk melaksanakan perintah dari sang singa.


Sedangkan di dalam kamar Sarah masih menangis rasa terkejut dan rasa yang begitu menyesal kini masih memenuhi hatinya, Sarah masih belum bisa berkata apa apa selain hanya menangisi semua yang terjadi. Bryan kini masih heran dengan sikap Sarah yang seakan begitu terpukul dengan hal ini.


" Sarah katakan sesuatu,apa yang kau ketahui sebenarnya? Katakan, ku mohon agar semuanya lebih jelas di balik ini semua!" Bryan kini tak tahu harus berbuat apa karena dia memang tak tahu apa yang dimaksud oleh Sarah.


Sarah menghapus air matanya dia menatap kearah Bryan dia mencoba tenang sebelum dia mengatakan apa yang akan dikatakan oleh nya. Sarah memikirkan dia akan memulai dari mana. Bryan menyodorkan air putih kepadanya agar Sarah lebih tenang.


" Orang yang kalian cari mungkin aku mengenal nya, apa yang kau katakan tadi serta apa yang Leon lihat semakin membuat ku yakin bahwa orang itu memang benar orang yang aku kenal, meskipun aku sendiri tak yakin bahwa dia pelaku yang kita cari…" Ucapnya dengan gugup serta dengan sisa tangisannya.


" Orang itu adalah orang yang pernah melawan mu sewaktu dia mengejarku pada malam itu, orang yang pernah singga di hati ku, orang yang pernah menghabiskan waktu dengan ku…" Tangisannya kini pecah kembali.


" Dia mantan kekasih ku, dia memiliki tato rusa di dada nya, bahkan aku yang menemaninya membuat tato rusa di dada nya dan salah satu keluarga nya memiliki kedudukan di kepolisian."


Jeng


Jeng


Jeng