
Sedangkan di markas lain saat ini Erik tengah menunggu bos nya membuka ruangan kerjanya dia tak akan berani mengganggunya ketika bosnya berada di sana. Bosnya saat ini hanya butuh tenang untuk memikirkan semua masalah yang saat ini tengah dihadapinya.
" Nicolas kamu sedang berada di mana saat ini?" Gumamnya dengan memijat keningnya yang terasa sakit saat ini.
" Kenapa tak ada petunjuk sama sekali kamu sedang berada di mana? Kenapa seakan kamu hilang tak ada orang yang tau kamu di mana…" Aaron memikirkan cucu nya yang saat ini memang belum ditemukan bahkan saat ini dia sudah menyewa orang yang begitu ahli dalam tugas ini tapi nyatanya saat ini belum bisa menemukan sang cucu kesayangan.
Aaron menghela nafasnya dengan kasar dia tak tahu harus mencarinya kemana lagi, kota ini begitu besar tak mungkin dia menyisiri semua kota hanya untuk menemukan yang belum pasti ada. Rasa bersalah saat ini telah menempati hati laki laki tua itu.
" Andaikan aku cepat menyadari bahwa kalian saat itu sedang tertimpa masalah mungkin aku segera menemukan mu…" Saat ini Aaron hanya bisa menyalahkan dirinya di tambah tadi setelah pertemuan dengan orang yang sedang mencari Nicolas membuat hatinya tambah gusar.
" Tuan orang-orang kami sudah mencarinya di kota ini tapi tak ada satupun yang tau keberadaan cucu anda yang bernama Nicolas, kami sudah melihat CCTV yang ada di semua kota tapi tak ada tanda tanda Nicolas berada."
" Lalu apa yang harus saya lakukan sekarang Tuan. Saya berharap kalian bisa menemukan cucu saya…" Aaron mengusap wajahnya dengan kasar dia bingung harus mencarinya kemana lagi dan meminta tolong kepada siapa.
" Kami butuh keterangan yang lebih detail tentang cucu anda Tuan. Maksud saya adalah apakah cucu anda memiliki kelompok yang mungkin bisa kami cari di kelompok tersebut…" Timpal salah satu dari orang tersebut.
" Entahlah aku tak yakin, hanya saja aku pernah mendengar bahwa dia memiliki teman di salah satu generasi penerus Cosa Nostra. Salah satu pimpinan atau cucu nya adalah teman dari Nicolas tapi aku tak yakin dengan itu…" Semua orang yang ada di sana saling bertatapan.
" Apa anda yakin dengan nama itu?" Laki laki gondrong itu mencoba menyakinkan laki laki tua yang sepertinya sedang berusaha mengingat sesuatu.
" Tuan Aaron informasi sekecil apapun bisa menjadi petunjuk bagi kita untuk menemukan cucu anda. Jika anda tak mengingat nya kita sama saja jalan di gang buntu. Tak akan ada jalan keluarnya…" Albert yang juga ada di sana kini mulai bersuara.
" Aku tau tapi sepertinya nama itu sudah benar Cosa Nostra. Nicolas dan Alex pernah menyebutnya tapi aku sendiri tak terlalu ingat, yang aku ingat bahwa dia hanya memiliki teman di salah satu generasi penerus Cosa Nostra…" Aaron yakin dengan apa yang dikatakan oleh dirinya sendiri.
" Cosa Nostra geng mafia yang juga di takuti di sini Tuan, tapi tak apa kami akan berusaha mencari salah satu orang yang ada di sana. Mungkin kami bisa mencari informasi apapun dari salah satu mereka."
" Saya mohon temukan cucu saya dengan cara apapun, saya tak peduli berapa imbalan yang harus saya keluarkan untuk ini yang jelas saya hanya ingin cucu saya ada di sini. Entah itu hidup atau sudah hanya mayatnya saja…" Semua orang yang ada di sana tau bahwa ada kesedihan yang sangat mendalam tentang apa yang diucapkan oleh laki laki tua itu.
Tapi sayangnya dia yang sangat berusaha mereka bisa menemukan cucu kesayangannya adalah orang yang akan menghancurkan mereka saat ini. Siapa bilang kerja dari mereka lambat? Hanya saya mereka tak mencarinya karena Nicolas sendiri sudah ada di depan mereka dengan segala yang mereka rencanakan.
" Apa perlu saya datang ke tempat Cosa Nostra itu untuk mencari sendiri tentang Nicolas?"
" Tidak perlu Tuan anda membahayakan diri anda sendiri. Kami yang akan datang kesana kami memiliki beberapa backup yang cukup untuk datang ke markas mereka. Jika hanya generasi penerusnya maka kami bisa menanganinya sendiri."
" Baiklah…" Aaron hanya bisa pasrah mendengar apa yang akan mereka lakukan saat ini dia tak bisa berkutik karena dia bukan orang asal sana. Dia hanya seorang pendatang yang memiliki masalah di kota tersebut.
" Nicolas, Alex, apa yang sebenarnya terjadi kenapa tak ada satupun yang memberitahu aku tentang kabar dari Alex…" Pikirannya dipenuhi kedua cucunya yang saat ini sedang memiliki masalah yang begitu berat.
Erik yang di luar kini gelisah dia hanya bisa mondar-mandir di luar ruangan kerja bosnya, ini sudah hampir tiga jam bosnya tak bersuara bahwa tak ada tanda-tanda orang ada di dalam. Dia yang ingin masuk malah ketakutan sendiri.
" Ada apa? Gawat kenapa?" Erik juga terlihat panik saat ini.
Orang berkulit hitam itu bahkan sangat panik melebih Erik yang saat ini tengah menatap ke arahnya. " Ada apa katakan?" Erik yang penasaran kini membentak orang itu dengan nada yang tinggi.
Dia tak peduli suaranya itu akan didengar bosnya saat ini. " Bos gudang kita yang ada di pinggir kota, sebelah hutan ini tiba-tiba meledak dan terbakar!"
" APA?" Erik begitu terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh orang nya itu.
" Semua barang kita ada di sana Tuan, dan di sini tak ada satu pun yang tersisa."
Erik diam dengan dia yang memundurkan langkahnya, punggungnya pun tertabrak pintu yang tertutup. Dia tertegun karena semalam dia menemukan tempat yang tepat untuk menyembunyikan semua barang-barang yang akan siap edar. Dan malam ini malah semua barang terbakar hangus tak tersisa.
" Apa yang harus kita lakukan sekarang Tuan? Apa kita harus memberitahu ini kepada Tuan Aaron?" Dia juga gemetar seluruh tubuhnya gemetar hebat dia tak menyangka ini bisa terjadi.
Erik masih diam semuanya terlalu berat bagi dirinya, barang barang itu bahkan berjumlah jutaan butir yang telah mereka simpan dan akan siap edar mulai beberapa hari.
" Siapa yang ada di sana saat ini?"
" Beberapa orang orang kita sedang berusaha mematikan kobaran api tersebut."
" Apa yang terbakar? Kenapa ada kobaran api?"
Deg!!
Bariton dari bosnya membuat kedua laki laki itu hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar belum hilang rasa gemetaran nya saat ini di tambah pertanyaan dari bosnya yang tiba-tiba membuka pintu tanpa mereka dengar.
" Apa yang terbakar Erik? Kenapa kalian hanya diam? Ada apa?"
" Bos semalam kami memindahkan barang-barang yang siap edar di salah satu kabin yang saya ceritakan kepada anda…" Erik saat ini gugup bukan main.
" Lalu?"
" Dan.. kabin.. itu saat ini… ter.. bakar…" Suaranya bergetar.
" APA?" Aaron juga sama terkejutnya karena dia juga tau bahwa semua barang telah di pindah ke kabin tengah hutan.