
“ Jangan banyak bicara dengan ku...” Geram nya dengan mengepalkan tangan nya.
“ Maju dan serang mereka...” Teriaknya dengan jelas yang membuat orang-orang nya maju melawan kembali mereka dengan segera.
“ Cih!!” Akhirnya mereka meladeni orang Alex yang tersisa.
Mereka kini saling aduh pukulan bahkan dengan sisa orang yang sedikit tak membuat Alex mundur dengan mudah. Ditambah lagi dia sudah melihat adik kesayangan nya babak belur di hajar oleh mereka. Alex ingin memberikan pelajaran untuk mereka yang sudah berani menyakiti adiknya seperti ini.
Bug!!
Alex kini telah dilayani oleh dua orang sekaligus, Nathan dan Bryan kini saling menghajar Alex mereka ingin segera menjatuhkan Alex tapi nyatanya emosinya telah menguasai dirinya dan membuat Alex tak mau kalah dengan kedua orang yang terang-terang telah melawan mereka.
Adu jotos kembali terjadi dan tak dapat dihindari lagi dengan dua kubu yang saling ingin menjatuhkan musuhnya dengan cepat. Mereka sebenarnya kalah pasukan. Pasukan dari Alex hanya sisa beberapa orang sedangkan pasukan dari Bryan kini masih utuh tak ada yang kehilangan satu orang saja.
“ Bawah dia pergi...” Bryan bergumam dengan pelan yang membuat Nathan mengangguk sebentar.
Nathan berlari menarik tangan Angel dengan paksa membawa nya pergi dari sana. Alex yang melihatnya tentu saja ingin menghalangi nya tapi sayang gerakan Bryan begitu cepat hingga dengan mudah menjatuhkan Alex yang dari tadi ingin mengejar Angel.
Nathan yang menyuruh Angel untuk masuk ke dalam mobil kini meninggalkan tempat dengan segera, meninggalkan dua kubu yang masih saling menyerang. Kedua lawan itu belum ada yang untuk mundur sebelum ada yang kalah dalam pertarungan yang sengit tersebut.
Arya dan Erik yang tak bisa membantu kini sama sama mengernyitkan keningnya ketika melihat gerakan lawan nya begitu tangguh dalam segala gerakan. Mereka cepat dan singap menghindari pukulan dari orang-orang Erik. Alex pun juga sempat melirik ke arah orang-orang nya yang kewalahan menghadapi musuh nya. bahkan sudah ada beberapa orang yang sudah terjatuh di lantai dengan dia yang tak berdaya.
“ Siapa kalian sebenarnya?” Alex bertanya dengan gugup ketika ia sudah terjatuh dengan terlentang di lantai dengan Bryan yang sudah menodongkan pistol ke arah nya.
Semua orang-orangnya bahkan saat ini sudah kalah tak ada yang bisa melawan mereka saat ini. “ Bodoh...” Umpatnya.
“ Seharusnya kau mencari tahu lawan mu sebelum kau melanjutkan ini semua.”
“ Siapa kalian semua?” Alex berteriak rasa penasaran nya membuat rasa sabar nya tak bisa ia tahan lagi.
Semua orang yang ada di sana kini tersenyum miring. “ Kau tak perlu tahu kami! yang harus kau tahu kami adalah dewa yang akan mencabut nyawa kalian sekarang...” Ucapan Bryan begitu dingin dan sinis.
Bryan yang masih memiliki dendam kepada Alex karena dia tadi dengan sengaja membiarkan orang-orang nya melukai wanitanya hingga wanita pingsan saat ini. Bryan mengulurkan tangan nya meminta alat yang tadi sempat ia temukan.
“ Kau tadi melihat bagaimana Sarah tersiksa dengan sengatan ini bukan? Sekarang kau harus rasakan.”
Bryan menempelkan nya dengan cepat dan membuat Alex berteriak dengan rasa panas yang menimpa tubuh nya. “ Argh....” Alex berteriak ketika sengatan listrik itu mengenai kulitnya.
Keringat yang langsung bercucuran di seluruh tubuhnya. Arya bahkan tak bisa berbuat apa-apa selain hanya memejamkan mata nya melihat apa yang terjadi pada cucu nya. “ Kakak...” Nicolas berteriak tak tega melihat kakak nya di siksa di depan mata nya.
“ Jangan siksa dia ku mohon...” Sambungnya dengan nada memohon. Dia berontak ketika melihat kakak nya di siksa seperti ini.
Bryan tak peduli dia terlalu sakit hati melihat kekasihnya di siksa di depan matanya. “ Kau ingin menolong kakakmu?” Bisiknya yang membuat Nicolas mengangguk.
Bugh!!
Albert memukul kaki Nicolas yang membuatnya juga terjatuh dengan berlutut. “ Merangkak lah ke sana dan memohonlah kepada Bryan agar dia tak membunuh kakakmu...” Perintahnya yang membuat Nicolas langsung merangkak dengan cepat menghampiri kakak nya yang masih di siksa dengan kejutan listrik.
“ Kalian memang kejam. Aku akan membalas setiap tetesan keringat yang keluar dari kedua cucuku...” Arya yang juga tak terima melihat kedua cucunya di perlakukan seperti ini oleh lawan nya.
Bugh!!
Alex tersungkur ketika pukulan terus melayang begitu saja ke arah wajahnya. “ Kakak...” Nicolas bahkan hampir tersungkur ketika Johan menendang punggung nya.
“ Johan....” Arya berteriak dengan kencang dia yang tak terima kini ingin maju tapi sayangnya kedua orang itu dengan cepat menahan nya. meremas luka yang telah ada di bahu nya.
Argh....
“ Kau berani melawan kami?”
“ Jangan.. sentuh.. cucu ku... atau ku bunuh kalian” Dia menahan rasa sakit.
Johan tersenyum tipis. “ Seharusnya kau memohon nyawa kalian agar aku membiarkan kalian hidup bukan malah mengancam kami dengan omong kosong yang tak berguna...” Johan semakin menginjak kaki Arya dengan kencang membuat Arya hanya bisa memukul lantai dengan kencang.
Erik hanya bisa diam bahkan semua orang hanya bisa diam melihat semuanya disiksa oleh mereka saat ini. Nicolas masih saja berlutut menyentuh tangan kakak nya yang sudah pingsan karena kejutan listrik yang terus dilakukan oleh Bryan kepada kakak nya.
“ Ku mohon hentikan...” Ucapnya dengan memohon.”
“ Lawan Nic.. lawan mereka.. hanya kau yang tak ditahan oleh mereka...” Erik berteriak agar Nicolas mau melawan orang-orang itu.
Plak!!
Johan yang tak jauh dari Erik kini dengan gerakan cepat menampar Erik dengan tangan besar nya. Erik yang berusaha untuk berdiri kini juga terjatuh karena luka tamparan dan luka tembak yang ada di kaki nya.
“ Kau ingin mengatakan sesuatu untuk perpisahan mu...” Johan dengan kejam juga menginjak luka kaki nya yang terkena tembakan tersebut.
Argh....
Erik berteriak menahan rasa sakitnya saat ini. “ Katakan apa permintaan terakhirmu.”
“ Nicolas.. jangan bodoh menyerah dengan mereka.. maju lawan mereka... aku yakin kemampuan mu...” Erik masih saja berteriak memberitahu Nicolas agar laki laki itu berani.
Tapi Nicolas hanya diam dia merasa laki laki yang tak berguna padahal ikatan pada tangan nya sudah terlepas seharusnya dia bisa melawan salah satu orang atau mengambil pistol untuk mengancam salah satu orang tersebut tapi Nicolas masih saja diam dia tak melakukan apapun.
“ Jangan bodoh Nicolas.. lawan mereka.. dasar bodoh.. kau tak lebih dari sampah jika kau hanya diam...” Teriaknya.
“ Tutup mulutmu.. bagaimana aku melawan nya jika mereka melakukan ini pada ku...” Nicolas yang tak terima memperlihatkan apa yang sudah mereka lakukan pada dirinya.
Erik dan Arya terkejut melihat apa yang ditunjukkan Nicolas saat ini. “ Kejutan yang menyenangkan bukan?” Gumam Johan dengan senyum tipis di bibirnya melihat semua orang terkejut bukan main.
Bersambung besok lagi ya, Sambil nunggu ini Up kalian bisa mampir di Orang Ketiga,
Kalian bisa baca di sana dulu,
Selamat hari minggu buat kalian yang sedang berada di mode kencan 😁, selamat berleyeh leyeh untuk para emak emak cantik 😍,
jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan,
Like 👍
komen ....
Beri ulasan yang banyak ya,
Jadikan favorit juga boleh kok ya 😍
Share juga bisa kok 😌
Makasih banyak sayang untuk kalian semua 🥰😍