Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pengejaran 4



Antoni kini pergi dari rumah yang dimana dia tadi bersembunyi dari kejaran orang orang yang ingin menangkapnya. Antoni berjalan cepat dia meninggalkan wanita itu yang ingin mengakhiri hidupnya dengan meminum obat.


" Dimana bos Bryan? Apa dia baik baik saja?" Otaknya berpikir tentang bosnya tapi pikirnya kembali ke arah wanita yang ingin bunuh diri tadi.


Dia berhenti menoleh kebelakang dengan dia yang ingin kembali tapi akal sehatnya masih menguasi dirinya. Antoni kembali melangkah dengan cepat dia ingin segera meninggalkan tempat itu.


Apa masalahnya begitu berat hingga dia ingin mengakhiri hidupnya? Jangan bilang ini masalah cinta? 


Hatinya bergejolak ingin membatalkan wanita itu untuk bunuh diri tapi akalnya menyuruhnya untuk pergi dari sana. " Antoni kamu tidak mengenalnya sebaiknya kamu pergi dari sini jangan ikut campur urusan orang."


Dia mengusap wajahnya dengan kasar dia yang berusaha untuk tidak mengabaikan apa yang ada di pikir dan apa yang ada di depannya saat ini. Tapi semakin dia melangkah jauh semakin hati dan pikirnya masih kepada wanita yang ingin bunuh diri.


Langkahnya terhenti lagi dia yang ingin kembali tadi tertahan oleh keadaan mereka yang tak saling mengenal satu sama lain. " Antoni lu tidak mengenalnya jadi jangan ikut campur urusan orang."


" Jika ada orang yang melihatmu keluar dari rumah wanita tadi kau bisa di tuduh telah membunuhnya atau memaksanya untuk meminum obat itu."


Semuanya berputar putar di otaknya tapi dia juga bingung harus berbuat apa. " Jika aku kembali dan dia sudah mati maka sama saja aku menyerahkan nyawaku kepada orang orang sana. Tapi jika aku datang untuk mencegahnya mungkin dia tidak akan bunuh diri…" Gumamnya.


" Argh.. sial…" Antoni yang dari tadi banyak pertimbangan kini memilih berlari menuju ke arah rumah wanita itu.


Antoni berlari cepat dengan dia yang ingin mencegah wanita yang tidak ia kenal untuk bunuh diri. Antoni berharap dia belum terlambat untuk menghentikan wanita itu yang ingin bunuh diri. " Jangan lakukan itu dulu, aku harap kau masih punya cerita untuk kau katakan hingga kau tak jadi meminum obat itu…" Antoni terus berlari berharap dia yang belum terlambat sedikit pun.


Sedangkan wanita itu kini telah menyiapkan minuman anggur merahnya yang akan menemani dia meminum obat itu. " Aku ingin mati bahagia karena aku tak merasakan kesakitan ataupun siksaan dari laki laki gila itu…" Dia menyesap minumannya dengan sesekali berputar putar.


" Ayah, ibu, aku akan segera datang ke tempat kalian jadi aku akan bergabung dengan kalian di surga sana tunggu Aneth ibu…" Katanya dengan dia yang meminum semua obat yang ada di tangan nya tadi, dengan dia yang juga menyesap minuman berwarna merah itu dengan langsung dari botolnya.


Bruak!! 


Antoni mendorong paksa dengan keras pintu itu, dia yang mengatur nafasnya mengedarkan pandangannya mencari sosok wanita yang tadi tak ia lihat wajahnya karena lampunya yang minim.


" Dimana wanita itu?" Tanyanya dengan dia yang masuk perlahan.


" Ayah, Ibu, Anteth akan tiba disana sebentar lagi…" Wanita itu terus menyesap minumannya dengan dia yang berputar putar senang karena sebentar lagi dia yang akan pergi melayang bertemu dengan kedua orang tuanya yang telah pergi dulu.


Prank!!


Antoni kini menampel botol minuman itu dengan cepat hingga membuatnya jatuh ke lantai dengan pecah. Antoni juga menarik tangan wanita itu ketika melihat botol obat itu sudah kosong.


" Keluarkan obat itu, keluarkan!" Antoni berusaha untuk mengeluarkan semua obat yang telah masuk ke dalam mulutnya. 


" Apa yang kau lakuk- Uhuk.. uhuk…" Antoni dengan cepat memasukan jarinya kedalam mulut wanita itu agar wanita itu memuntahkan semua nya.


" Uhuk.. uhuk.. uhuk…" Antoni berusaha keras agar semuanya keluar dengan segera. Antoni juga tak lupa memukul punggung wanita itu dengan keras agar semua obat segera keluar.


" Akhirnya!" Antoni terjatuh ke lantai dengan lega setidaknya dia menolong wanita yang ingin bunuh diri. 


Sedangkan Aneth kini juga sama terduduk di lantai dengan tertunduk kesal. " Kau ini siapa? Dan mau apa hah?" Aneth kini menatap Antoni dengan tatapan sengitnya karena nya rencananya gagal saat ini.


" Kau gila? Kau ingin bunuh diri hanya karena masalah sepele, kau sungguh tak memiliki pikiran!" Antoni kini malah balik menaikan suaranya.


" He Tuan ini bukan urusanmu, aku mati atau tidak kau tak ada hubungannya dengan ku, jadi jangan ikut campur."


" He Nona tukang bunuh diri, dengar baik baik, jika kau bunuh diri dan kau berhasil mati maka yang rugi aku, karena tadi ada yang menyapa ku waktu aku keluar disini, dia akan mengira aku yang memaksamu untuk bunuh diri…" Elaknya dengan dia yang berbohong padahal dia hanya menuruti apa kata hatinya untuk menolong wanita itu.


" Terserah kau banyak alasan, sebaiknya kau pergi dari sini karena aku tak mengenalmu dan tak ingin memiliki urusan denganmu…" Usirnya dengan dia yang berusaha untuk berdiri. 


Tapi sayangnya dia yang ingin berdiri kini terhuyung karena rasa sakit pada kepalanya yang seperti dihantam ribuan batu dari atas kepalanya. 


" Kau tak apa? Apa ada yang kau rasakan?" Antoni yang tadi gerak cepat menolong Aneth kini tak membiarkan wanita itu terjatuh. 


" Tak apa! Hanya kepalaku yang terasa berat!" Dia menyentuh kepalanya yang terasa berat.


" Kau hanya mabuk karena terlalu banyak minum, tapi sebaiknya aku antar kamu ke rumah sakit untuk melihat apa reaksi obat yang kau minum tadi…"Ajaknya.


" Tidak! Aku hanya butuh istirahat…" Tolaknya.


" Baiklah ayo aku antar ke kamar mu."


Aneth yang sedikit sadar kini mendorong tubuh Antoni dengan keras yang membuat Antoni mengerutkan keningnya. 


" Jangan mencari kesempatan di saat aku seperti ini Tuan!" Aneth memicingkan matanya menatap kearah Antoni penuh dengan curiga.


" Dasar wanita gila! Kau pikir aku mau dengan wanita yang tidak memiliki pikiran sepertimu."


Aneth tak peduli dengan ucapan nya yang di katakan laki laki yang ada di depannya, dengan jalan yang teehuyung dia meninggalkan Antoni memilih berjalan ke arah kamarnya.


Bruak!!


" Dasar bodoh kenapa harus ada dinding di sini…" Aneth yang menabrak dinding merasa kepalanya terasa sangat sakit.


Antoni yang hanya mendengar ocehan wanita itu menggelengkan kepalanya dengan tak habis pikir.


" Aku baru menemukan wanita mabuk yang sepertimu!" Gumam nya pelan dengan dia yang melihat Aneth masuk ke dalam kamarnya.