Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Rencana Awal 1



" Tuan James anda di sini?" Bryan dan Antoni yang saat ini berada di sofa panjang itu melihat laki laki yang berkulit hitam itu menemui mereka berdua.


Orang berkulit hitam itu hanya menghela nafasnya dengan kasar dia menatap ke arah dua laki laki yang saat ini wajahnya tengah babak belur karena perkelahian tersebut.


" Aku ingin bertanya satu hal kepada kalian!" Bryan dan Antoni saling menatap.


" Silahkan Tuan!" 


" Jangan memanggil ku Tuan kalian bisa memanggilku James saja…" Kedua orang itu mengangguk dengan segera. " Apa kalian tadi memang mendengar bahwa para FBI berbicara seperti itu?" 


" Maksud anda tentang mata-mata yang ada di sini?" Antoni ingin memperjelasnya lagi, James mengangguk dengan menatap ke arah mereka.


" Kami mendengarnya sendiri Jam, hanya saja kami belum yakin siapa yang dimaksud oleh para FBI tersebut. Mereka menyembunyikan mereka tentu saja."


James berpikir sebentar. " Apa tak ada tanda-tanda yang mencurigakan yang membuat kalian tau siapa dalang di balik ini semua?"


" Maafkan saya James tapi saya tidak berani mengatakan karena kami adalah saksi hidup, mungkin saat ini target mereka adalah kami berdua. Kami berdua tak ingin mati konyol."


" Apa yang dikatakan saudara ku benar James, maafkan kami…" Timpal Antoni.


" Jadi sebenarnya kalian tau siapa orangnya yang bermain-main di sini? Hanya saja kalian takut begitu?" Kedua laki laki itu mengangguk dengan bersamaan. " Katakan siapa dia? Aku janji akan melindungi kalian berdua?" 


" Kami sungguh tak berani James maafkan kami."


" Tolong katakan, apa kalian ingin kita di sini berdiri dengan ketakutan. Setiap hari selalu ketakutan ketika ada yang tiba-tiba menyergap kita. Kita juga tak tau rencana apalagi yang akan mereka lakukan untuk kita." 


Bryan dan Antoni kembali saling bertatapan dengan mereka yang saling megangguk sebentar seakan tanda mereka menyetujui apa yang ingin mereka katakan.


" Kami sebenarnya tak tau siapa yang menjadi dalang nya James hanya saja tadi dia berkata."


" Jangan datang kemari kau bisa mati di sini, semua orang ku tidak tau bahwa kau yang melaporkannya. Jika kau datang maka kau akan mati karena mereka mengira kau orang yang harus kami tangkap. Dan ingat jangan kirim orang mu lagi karena penyergapan ini akan berakhir."


James mengepalkan tangannya mendengar apa yang dikatakan oleh Bryan. Sekarang pikirannya tertuju dengan satu orang yang dari tadi tak ingin datang ketempat orang-orangnya sedang dalam bahaya. Rahangnya mengeras sekarang dengan pandangannya ke depan menatap tajam ke arah dinding yang ada di depannya.


Sial.. jadi Alex di balik ini semua. Dia mengorbankan orang-orang ku. Kau ingin main main di sini rupanya. 


" James apa kau tau sesuatu?" Antoni bertanya dengan wajah yang ingin tau apa yang sedang dia pikirkan oleh laki laki yang ada di depannya saat ini.


" Aku tau siapa pelakunya saat ini tapi aku ingin mencari bukti untuk memperkuat dugaan ini. Jadi aku minta jangan katakan pada siapapun tentang apa yang kalian ketahui. Jika ada yang bertanya pun kalian harus bilang bahwa kalian tak tau apapun.." Bryan dan Antoni kini saling mengangguk mengerti.


" Apa kami sedang dalam bahaya?" Antoni kini harus berpura-pura untuk ketakutan. 


" Tenang saja kalian di bawah perlindungan ku. Alex dan Aaron itu hanya orang luar, yang berhak dan berkuasa di sini aku James. Ini adalah tempatku, Negara ku jadi mereka tak bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan ku…" Ucapnya dengan penuh penekanan saat ini.


" Sekarang aku pergi dulu lebih baik kalian berdua segera beristirahat…" Kedua nya kembali mengangguk ketika James langsung berdiri dengan segera meninggalkan mereka berdua.


Bryan dan Antoni sama sama menarik ujung bibirnya dengan mereka yang saling senang pada akhirnya umpan telah di seber dan sebentar lagi ikan besar akan masuk ke perangkap mereka dengan segera.


" Sebentar lagi kita akan melihat kehancuran mereka dari dalam!" Bryan berkata dengan dingin dengan dia yang menatap ke depan.


" Anda benar Bos, sepertinya umpan kita akan segera menyebar."


" Satu lagi yang harus kita berikan kepada orang yang akan mudah meledak…" Bryan dan Antoni memiliki cara sendiri untuk menghancurkan para lawannya dari dalam. Dan ini adalah salah satu cara yang paling mudah.


" Kalian akan hancur dan kami akan menang dalam hal ini…" Bryan memejamkan matanya dengan dia yang tidak sabar menunggu kehancuran para lawannya.


\=\=\=\=


" Kau tau siapa yang menjadi musuh kita di sini?" James yang dari semalam tak bisa tidur memikirkan rencana apa untuk menjebak orang yang ada di depannya saat ini.


" Aku sedang memikirkan nya!" Jawabnya dengan  senang dengan dia yang menghisap rokok.


" Aku yakin kau sudah tau hanya saja kau pura-pura tidak tau. Aku tau seorang asisten dari Tuan Aaron yang bernama Erik bukan orang yang bodoh…" James menekan kata katanya.


Erik menatap tajam ke arah James yang berkata seakan dia tau semuanya hanya saja saat ini Erik menyembunyikan ini semua.


" Kau menuduhku?" Katanya dengan sinis bahkan batang rokok tadi langsung dibuang. Erik maju dengan dia yang menantang James saat ini.


" Santai kawan! Aku hanya tidak percaya jika kau belum menemukan orang yang sedang bermain-main di sini, karena aku yakin bahwa kamu bukan orang yang bodoh…" James yang tadi mendorong Erik kini di balas tatapan tajam dari Erik.


" Kau pikir mencari musuh dalam selimut itu mudah?" 


James hanya mengangkat bahunya acuh saat ini. " Tapi aku rasa jika kau bersungguh-sungguh mencarinya aku yakin kau bisa menemukannya. Hanya saja kau sedang tidak bersungguh-sungguh. Atau sebenarnya itu kau sendiri…" Tuduhnya langsung.


" Apa yang kau maksud heh?" Erik dengan kasar mendorong James hingga dia mundur beberapa langkah.


" Wouw!! Kenapa kau marah jika apa yang aku katakan adalah tidak benar kau tak perlu marah kawan!" James tersenyum sinis dengan tenang.


" Kau…!" Erik menarik baju James dengan tangan yang sudah mengepal ke atas dia yang ingin memukul James kini tak jadi dia menahan amarahnya. " Jangan mentang-mentang ini semua kau punya jadi kau bisa seenaknya menuduhku sembarangan."


James menepis tangan Erik dengan kasar tapi dengan mata mereka yang saling menatap tajam. " Jangan mentang-mentang si Bos lebih percaya denganmu kau bisa mencurigai seseorang yang bukan dia pelakunya. Jika kau mencarinya dan kau belum menemukannya maka aku berdiri di sini untuk mengatakan aku akan mencari bukti yang kuat untuk menyeret orang itu di depan Tuan Aaron. Kau dengar itu…" James langsung pergi meninggalkan Erik yang menatap dia dengan tajam.


" Argh… awas kau James…" Dia menendang angin yang berada di depannya saat ini. Dia kesal karena Erik seakan malah menuduhnya saat ini.