Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pengorbanan 7



Orang orang Zac kini berada di depan menghadang para polisi yang ada di sana, para polisi itu kini terdiam ketika melihat beberapa orang bertopeng berdiri disana dengan menantang mereka semua.


" Jadi tak hanya dua orang!" Komandan itu tertawa dia sebenarnya terkejut tapi juga dengan cepat menguasai dirinya.


Tangan Zac kini dengan segera memberi kode agar segera maju, kini mereka semua segera maju dengan saling menyerang satu sama lain, mereka saling adu kekuatan saat ini.


Baku hantam telah terjadi antara polisi dengan kelompok Dio Della Morte, kejadian yang bertahun tahun seakan terulang kembali ketika seorang mafia harus baku hantam dengan seorang polisi yang waktu itu dipimpin oleh Abhi yang saat ini dia berdiri di antara para mafia. 


Bug! Satu pukulan tepat mengenai perut komandan itu membuat dia menunduk merasakan rasa sakit pada perutnya. Dia juga tak tinggal diam dia yang ingin melayangkan pukulan kini dengan cepat ditangkap tangannya dengan kepalan amarah yang tinggi.


Orang itu mendorong  komandan dengan kencang hingga membuat nya mundur, sebelum mundur kakinya telah menyentuh wajah dari komandan itu. Orang itu seakan melampiaskan kemarahan kepada polisi yang saat ini mereka hajar habisan habisan. 


Bug! Bug! Bug! Bug! 


Suara pukulan terdengar cukup keras di malam ini, semuanya saling menyerang untuk menjatuhkan dari mereka, tetapi sepertinya para polisi harus menerima kekalahan ketika para mafia itu tak memberinya kesempatan untuk saling menyerang.


Bug!! Zac yang saat ini melawan komandan ternyata kini harus menerima bahwa wajahnya yang tertutup topeng mengenai pukulan tepat di pipinya.


Bug!! Zac membalasnya dengan memukul dadanya hingga komandan merasakan sakit pada dadanya. Tak hanya di sana Zac juga tak luput menghajar perut nya. Zac sedikit mengangkat tubuh komandan itu membantingnya cukup keras.


Bug!! Suara punggung yang menghantam jalanan begitu mengerikan seakan Zac dengan sengaja membanting komandan itu di sana, dia kini bangkit dari tidur lamanya hingga apa yang dia lakukan seakan masih baru. Pukulan demi pukulan masih menyasar ke arah komandan itu. 


Bug! Bug! Bug!!


Tendangan pada perut nya kini membuat komandan itu langsung meringis kesakitan dia tak bisa bangun ketika dia merasakan punggungnya terasa patah di belakang.


" Hanya seperti itu kekuatan polisi yang menindas orang tak bersalah di dalam penjara! Cih…" Zac berkata pelan dengan menginjak dada komandan itu.


Dia hanya meringis kesakitan dia tak bisa berkata ataupun membalasnya dia hanya memegangi kaki dari Zac berharap kaki itu segera pergi dari sana.


" Mereka bukan lawan kita bos!" Seorang menimpali ketika juga melihat semua polisi telah terkapar di sana dengan rasa sakit yang ada.


" Kita pergi dari sini…" Perintahnya.


Tetapi sebelum mereka pergi dari sana seorang polisi tanpa ada yang tahu telah menekan pistolnya yang mengarah ke arah Zac,pistol itu telah ditekan hingga peluru kini langsung keluar dan mengenai tepat sasaran.


Dor!! 


Sedangkan di tempat lain Sarah terus berlari dia berlari dengan kencang dengan sesekali melihat kebelakang dan benar ketiga orang itu masih mengejarnya dengan juga berlari juga. Sarah berlari dengan tubuh yang gemetar dan dia juga menahan rasa sakit pada kakinya yang juga tak memakai alas kaki.


" Ya Tuhan tolong aku! Aku tak ingin mati di sini…" Dia terus berlari mencari tempat yang aman dia berlari sekuat tenaga nya.


Tenaganya seakan hampir habis ketika dia sudah merasakan rasa lelah yang ada. Seorang dari belakang kini dengan cepat menarik tangan Sarah ketika mereka tiba di suatu tempat yang gelap.


" Hmmm…" Sarah memberontak ketika dia disandarkan di dinding bangunan yang ada di sana. Mulutnya yang tak bisa berteriak itu membuat dia menyerah.


Aku tertangkap batinnya dengan terus memberontak.


" Sarah buka mata mu, ini aku Bryan…" Bisiknya membuat wanita itu langsung membuka matanya dengan cepat.


" Bryan.." Gumamnya dengan rasa lega.


Sarah langsung memeluknya dengan erat, mereka saling berpelukan dengan rasa lega dan begitu erat seakan mereka tak ingin terpisah. Tadi Bryan yang berpikir akan kembali ke apartemen melihat dari kejauhan bahwa wanita itu berlari dengan sesekali melihat kebelakang.


" Kenapa kamu berlari malam malam begini?" Tanyanya ketika pelukan itu terlepas. " Ada apa?" 


" Ada tiga orang yang masuk ke apartemen dan mereka sepertinya mencari ku!"


" Bagaimana mungkin ini-" Bryan tak menyangka bawah apartemen miliknya malah di bobol orang yang ingin mencelakai wanita ini.


" Aku kabur dari jendela kamar dan lari melalui tangga sebelah."


" HAH?" Bryan terkejut bukan main mendengar wanita itu membahayakan dirinya sendiri dengan merayap kedinding.


" Kamu sudah-"


" Dia tak ada disini bos? Ini jalan buntu aku rasa dia tak mungkin berada di sini."


" Aku rasa dia lari kearah lain."


" Tadi aku melihat dia lari kesini."


Suara orang yang mengejar Sarah itu kini berada dekat dengan kedua orang yang sedang bersembunyi, Sarah ketakutan dia bersembunyi di dada bidang laki laki itu. Jantung mereka seakan tak ada hentinya berdetak cepat seperti jantung mereka siap untuk keluar dari tubuh mereka.


" Sial.. jika kita tak bisa menangkap wanita itu maka kita semua akan masuk penjara…" Kata salah satu dari mereka.


Plak!! Satu tamparan yang cukup pelan membuat orang yang mendapatkannya langsung terdiam begitu saja.


" Jaga bicara mu, kakak ku yang berada di sana tak mungkin membiarkan aku masuk penjara. Buktinya kita yang membunuh orang itu tepat di depan kakak ku saja, dia masih melindungi kita bertiga."


" Memiliki kakak seorang polisi yang memiliki jabatan tinggi ternyata bisa melindungi kejahatan meskipun kejahatan ada di depannya."


Bryan dan Sarah mendengar semua percakapan ketiga orang yang ada di sana, mereka saling bertatapan kini mereka berdua tahu bahwa ada pihak polisi yang memiliki jabatan tinggi telah melindungi mereka semua. 


Bryan mengepalkan tangannya dia merasa semua ini sudah cukup jelas bahwa saat ini ada pihak pihak petinggi berada di sekeliling orang orang itu.


" Ayo pergi."


Bryan yang ingin keluar kini di halangi oleh Sarah dia tak ingin satu orang harus di hajar tiga orang. Sarah menggeleng dengan memohon hingga Bryan lagi lagu harus menahan rasa marahnya.


Ketiga orang itu kini langsung meninggalkan tempat dimana mereka tidak menemukan siapapun disana,kini mereka bertiga pergi dengan rasa kecewa karena tak menemukan siapapun dan tak berhasil menangkap satu wanita.


" Sekarang kita tahu bahwa ada petinggi polisi yang melindungi mereka semua…" Ucap ya dengan penuh penekanan.


" Ini tak bisa dibiarkan, kita harus membongkar siapa kakak dari petinggi polisi yang melindungi mereka semua…" Sambungnya.


" Kematian adikku telah menjadi bukti bahwa pihak polisi tak semuanya bisa melindungi orang yang tak bersalah dan kami hanya orang biasa yang mencari perlindungan kini malah harus seperti kami yang bersalah dikejar kejar orang yang ingin membunuhku…" Sarah juga memberikan komentar dengan tak menyangka ada pihak yang tinggi melindungi mereka.