
" Bagaimana bisa kau pernah memiliki pasangan seperti itu? Astaga Sarah kau?" Bryan kini malah tak habis pikir dengan wanita yang saat ini sedang menunduk.
" Pertamanya dia tidak seperti itu dan dia sangat menyayangiku serta menerima Amel sebagai adiknya juga. Tapi entah kenapa tiba tiba dia berubah dan tak ingin menerima nya…" Sarah seakan membela laki laki yang pernah ada di masa lalu nya itu.
" Menyayangimu?" Bryan mengulangi kata kata itu dengan menatapnya penuh dengan tatapan sinis. " Kau bilang dia menyayangimu? Jika dia menyayangimu dia tak akan bersikap kasar seperti itu, bahkan dia akan mendukung apapun yang kau ambil dalam keputusan itu."
" Aku tahu dia bersikap kasar karena mungkin dia kecewa karena aku tidak ingin menikah dengannya terlalu cepat jika dia tidak menganggap Amel adalah beban mungkin aku masih bisa bersamanya dan ini tak akan mungkin terjadi. Karena dia menganggap adikku adalah beban aku memilih untuk pisah dengannya."
Bryan cukup terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh wanita ini, dengan terang terangan seakan Sarah mengatakan bahwa dia masih menyimpan rasa cinta yang ada dihatinya. Bryan menggeleng dengan wajah yang benar benar emosi dan rasa cemburu.
" Jangan katakan bahwa kau masih menyimpan rasa cinta kepada laki laki toxic seperti itu?"
" Aku? Tentu saja tidak. Apa kau pikir aku-"
" Sudahlah jangan berbohong kau masih saja membela nya dan kau masih mengatakan bahwa kau tak menyukainya. Aku tak tahu dengan hatimu yang aneh itu, kau menyukai laki laki Toxic seperti itu dan menol-" Bryan tak jadi melanjutkan ucapannya karena dia merasa kesal dengan wanita yang ada di depannya.
" Bry sekarang bukan waktu yang tepat untuk membahas aku masih mencintainya atau tidak disini aku hanya ingin kalian tahu bahwa ciri ciri yang kau dapatkan itu adalah orang yang aku kenal, meskipun aku sendiri tak yakin dengan Nicolas yang melakukannya tapi setidaknya kita bisa menyelidiki Nicolas dulu."
" Jika dia yang memang dalang ini semua kau akan mati kutu malu di depan ku…" Bryan langsung meninggalkan kamar itu dengan muka nya yang begitu kesal.
Dia yang cemburu dan dia yang begitu kesal kini tak dapat dibohongi oleh wajah tampannya. Dapat terlihat jelas wajahnya begitu merah padam seperti orang yang harus segera melampiaskan emosinya dengan segera.
Bryan segera turun dari anak tangga ketika melihat semua orang yang ada disana telah berkumpul. Bryan harus segera menceritakan semuanya apa yang dikatakan oleh Sarah setidaknya dia menemukan titik terang dari teka teki pembunuhan ini.
" Sarah tahu siapa pelaku dibalik ini semua…" Bariton dari Bryan kini membuat semua orang yang ada disana langsung menoleh kearah dengan segera.
" Kau mengatakan apa tadi Son?"
Bryan dengan segera mengatakan apa yang dikatakan oleh Sarah dengan cepat meskipun ada ribuan pisau yang menancap di hatinya tapi dia bisa menguasai emosinya didepan semua orang terutama di depan Ayahnya sendiri.
Semua orang yang ada disana kini terdiam mendengarkan dia yang bercerita, tangan semua orang terlihat mengepal dia tak menyangka bahwa ini mungkin juga memiliki motif balas dendam kepada mending Amel.
" Sekarang aku tahu bahwa Nicolas itu memiliki dendam kepada Amel dan dia ingin menculiknya untuk bertukar dengan Sarah…" Jawab Abhi yang mendengar cerita dari keponakannya.
" Yang dikatakan Pamanmu benar, mungkin saat dia diculik dan ingin ditukar oleh Sarah sesuatu telah terjadi hingga menyebabkan Amel meninggal…" Jawab Zac yang juga bisa saja apa yang dikatakan adalah kebenaran.
" Bisakah aku tahu bagian mana yang terluka?" Albert juga ada disana.
" Kepala belakangnya, bukan seperti tembakan tapi-"
" Kepalanya tertancap paku…" Jawab Bryan.
" Ayo kita cari dimana orang yang bernama Nicolas itu aku tak sabar ingin menghajarnya sendiri dengan tanganku, apa dia pikir nyawa seorang bisa dipermainkan seperti itu. Dia membunuh adik dari kekasihnya bagaimana bisa itu terjadi…" Cristian yang saat ini juga merasa marah tak bisa membendungnya.
" Sabar Nak tidak semudah itu kini membalas dendam kepada nya kita harus menyusun rencana agar semuanya rapi. Tapi sebelum itu kita sedang menunggu tamu untuk datang kemari."
" Tamu? Siapa?" Bryan kini langsung bertanya karena seingatnya markas ini hanya orang orang tertentu yang tahu.
" Dia orang kita Son jangan khawatir."
Bryan kini mengangguk dengan mengerti kini mereka semua tengah menunggu orang yang dimaksud oleh Ayahnya. Dia kini bergabung dengan beberapa orang yang ada disana meskipun dia bergabung tapi tampaknya perasaan dan pikirannya ada ditempat lain. Dia masih memikirkan tentang Sarah dia masih tak habis pikir dengan wanita itu.
Sedangkan dirumah sakit kepolisian komandan itu melangkah dengan lebar dia yang mendapatkan kabar bahwa asistennya telah mengalami patah tulang kini segera ia temui dengan dia yang benar benar cemas.
" Apa yang terjadi?" Alexander yang masuk keruangan sang asisten kini segera bertanya.
" Aku tidak apa apa Sir jangan khawatir ini biasa terjadi kepada kita."
" Apa dia mengeroyok mu? Kau bisa melaporkan tindakan ini?"
" Tidak Sir!"
" Lalu?"
Asisten itu kini menceritakan semua yang terjadi hingga ada perkelahian diantara dia dengan Andre. Dia juga mengatakan bahwa tak ada yang mengeroyoknya mereka satu lawan satu hanya saja kekuatan dan skill yang dipunya Andre tak mampu dikalahkan oleh polisi itu.
" Dia seperti terlatih ala militer Sir, semua gerakannya begitu tertata rapi dan emosinya sangat terkontrol."
" Aku jadi penasaran dengan laki laki yang bernama Andre, laki laki tua yang memiliki anak seharusnya bisa dikalahkan dengan mudah bukannya malah jago."
Mereka tak tahu saat ini sedang melawan orang yang salah, lawan mereka bukanlah orang yang sembarangan. Mereka bukanlah lawan yang seimbang dengan para polisi seperti ini.
" Aku juga tidak menemukan Bryan di sana mereka tak mengizinkan aku masuk jika aku tak memiliki surat penggeledahan dan aku tadi yang terburu buru terlalu ceroboh tak membawa surat perintah itu…" Komandan Alexander tampaknya sangat menyesal karena dia pergi dengan sia sia.
" Apa mereka juga mengatakan bahwa mereka tidak tahu bahwa anak anak mereka kabur dari penjara?"
" Hem!" Gumamnya.
" Aku rasa mereka telah berbohong kepada kita Sir, aku rasa mereka semua tahu bahwa anak anak mereka kabur bahkan tidak mungkin mereka tidak ikut campur dalam kaburnya mereka dan saat ini mereka telah menyembunyikan kedua anak mereka."
" Jika mereka ikut andil dalam kasus mereka kabur dan mereka menyembunyikan mereka ku pastikan mereka akan membusuk di penjara, biarkan saja mereka satu keluarga di penjara aku tak akan peduli lagi…" Ucapnya dengan emosi.