Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Ungkapan



Wanita cantik itu kini menggeliat ketika merasakan ada sesuatu yang aneh di dekat lehernya, hembusan nafas seseorang kini membuatnya segera bangun dengan mata yang mengerjap perlahan. Dia tahu siapa pelaku utama nya tapi dia mencoba untuk membuka mata dan bertanya.


" Bryan ada apa?" Katanya dengan menatap kedepan dengan penuh tanda tanya.


" Jangan bergerak aku sedang tersisa saat ini…" Suaranya yang serak membuat wanita itu sedikit mengerutkan keningnya karena dia tak tahu apa yang dimaksud oleh laki laki yang saat ini mengatakan sedang tersiksa.


" Tersiksa? Apa maksudmu?" Hembusan nafas hangat dari Bryan membuat seluruh tubuhnya merinding seketika. 


Lagi lagi Sarah tersentak terkejut ketika sesuatu ada yang menempel di bagian belakang miliknya, ada sesuatu yang bangun dibawah sana yang berdiri dengan sempurna. Sarah dan Bryan yang memang semalam telah tidur satu ranjang kini malah menyiksa laki laki normal itu.


Sekarang Sarah tahu apa yang dimaksud oleh siksaan ini, dia hanya pura pura terdiam meskipun dia tahu apa yang saat ini sedang terjadi kepada laki laki yang berada di belakangnya dengan memeluknya dengan erat.


Sarah merinding ketika hembusan hawa hangat itu kini malah menyentuh lehernya, menciumnya perlahan dengan sesekali dia yang menekankan tubuhnya ke tubuh Sarah. 


" Bry…" Panggilnya perlahan ketika gigita* kecil itu kini dirasakan tepat di lehernya.


Bryan meninggalkan sesuatu yang membekas di leher jenjang wanita itu, meninggalkan tanda kemerahan yang kecil di leher wanita itu. Sarah lagi lagi memejamkan matanya dengan meremas lengan Bryan ketika lidah itu lagi lagi menggoda nya dengan lembut.


Sarah melenguh ketika sebuah sentuhan hangat yang sudah masuk ke baju miliknya, tangan Bryan kini mengelus perut Sarah ketika tangan itu berada di balik baju itu, Sarah merasakan hawa gelinya serta hawa yang membangunkan hasratnya yang sedikit lagi mungkin akan segera naik.


Sarah membalik tubuhnya dengan segera ketika tangannya mencekal tangan Bryan yang berada di balik baju itu, mata mereka kembali beradu pandang dengan pandangan berbeda, mata mereka memancarkan sesuatu pagi ini. Nafas mereka hampir memburu ketika sebuah sentuhan lainnya ingin menggapai tubuh Sarah.


" Apa.. yang.. kamu lakukan Bry?" Tanyanya dengan gugup, Sarah tak dapat melanjutkan ucapannya ketika jemari jemari laki laki itu tetap bisa bergerak bebas di tubuh nya.


Bryan tak menjawabnya dia malah mendaratkan ciuman liarnya yang dari tadi ingin dilakukan olehnya. Ciuman itu kini langsung meluma* bibir tipis dari sang wanita, meluma* nya dengan lembut membuat sang wanita merasa sesuatu telah bangkit dengan cepat.


Sarah membalasnya dengan juga sama sama meluma* bibir Bryan, mereka kini saling berciuman dengan saling membalas ciuman pagi tersebut. Tangan itu kini semakin naik ke atas tubuh Sarah, berada di balik sesuatu yang masih terbungkus. Bryan tak langsung merema* dia hanya mengelu* perlahan, dia masih ingin membangunkan jiwa keliaran yang ada pada tubuh wanita itu.


Mereka saling memejamkan matanya ketika kedua lida* itu kembali menyapa satu sama lain, lida* itu kembali bertemu untuk kedua kalinya saat ini. Bryan dengan perlahan kini merema* benda yang berada di tangannya tadi, tangan itu kini merema* pelan membuat sang pemilik menggeliat ketika ada yang menggoda nya.


" Hmm…" Racaunya tertahan ketika godaan itu kini berada di tubuhnya, Sarah kini mengeluarkan suara desaha* yang membuat kedua orang itu kini semakin liar dalam berciuaman.


Mereka sama sama melepaskan ciuman itu tapi hanya sebentar mereka kembali sama sama saling menggapai bibir itu. Hasrat mereka kini saling tinggi mereka ingin saling mengeluarkan sesuatu yang berada di tubuh mereka dari tadi. Bryan kini merangkak di atas tubuh Sarah dia berada di atas tubuh wanita itu dengan masih mereka sama sama saling membalas ciuman tersebut.


Ya tuhan godaan apalagi ini. Batin Sarah.


Bryan tersenyum ketika melihat wanita itu memalingkan mukanya ketika dia membuka bajunya, Bryan mendaratkan ciuman di kening wanita itu membuat sang wanita secara spontan memejamkan matanya menerima perlakuan manis ini. Bryan kini membuka perlahan baju yang dikenakan oleh Sarah.


Wanita itu tak menolak ataupun memberontak dia tak bisa berbuat apa apa selain bisa pasrah ketika sentuhan demi sentuhan membuatnya hampir terbang dari tadi, kulit mereka yang bersentuhan kini membuat mereka sama sama menggeliat dan merasakan sesuatu yang berbeda, Bryan tak membuka Br* yang ada di dada wanita itu, dia hanya meninggalkan bekas di atas nya.


" Argh… Bry…" Sarah menggeliat dia melenguh ketika sentuhan yang bawah sana tepat sasaran miliknya. Mereka yang masih memakai kain lengkap di bawah sana hanya saling menekan satu sama lain.


Kini kedua kaki itu saling terbuka membuat Bryan benar benar bisa leluasa bergerak, Sarah yang hanya memakai gaun tidur tadi kini hanya dilapisi celan* dala* miliknya yang membuat dia merasakan bahwa milik dari Bryan tepat sasaran mengenainya.


" Aku tak akan melakukannya sekarang Sayang, aku hanya ingin seperti ini…" Bisiknya dengan sesekali bermain dibelakang telinga Sarah.


Bryan menekan dengan perlahan, menggese* lembut membuat wanita itu tak bisa untuk tak sama sama juga bergerak di bawah sana. Mereka yang hanya saling bermain tak ada yang ingin saling memasuki kini hanya saling mencari pelepasan seperti ini.


Bryan sebenarnya tak tahan untuk tidak menyentuh ataupun tak menjadikan wanita ini miliknya sekarang tapi sepertinya waktunya tidaklah tepat, mereka tahu kondisi saat ini masih panas hingga mereka tak mungkin bersenang senang saat ini.


Bryan kembali meluma* bibir yang dari tadi mendesa* meskipun desaha* nya itu tertahan, Bryan kini menggese* dengan cukup cepat membuat wanita itu sedikit terguncang oleh gerakan dirinya, tangan Sarah kini terangkat berada di leher Bryan dengan merema* rambut laki laki itu.


" Hmm.. Bry.. Arg."


" Panggil nama ku sayang…" Erangnya ketika mereka sama sama bergerak mencari pelepasan yang hampir ingin meledak.


" Argh.. Bryan.. Stop.. argh… aku keluar…" Sarah kini mengalungkan kedua kakinya di pinggang laki laki itu dengan mengangkat pinggang nya, dia mengerang ketika sesuatu hangat telah berada di balik celan* dala* nga saat ini.


" Argh.. tunggu aku baby…" Sarah yang sudah mengejang kini di susul oleh Bryan yang juga meledak di bawah sana. 


Mereka sama sama saling menekan satu sama lain, mereka saling berpelukan dengan erat ketika sesuatu telah basah dibawah sana. Nafas mereka masih memburu ketika cairan hangat itu menyapa di balik celan* mereka yang masih lengkap.


Mereka sama sama memejamkan matanya ketika pelepasan mereka yang pertama kalinya mereka lakukan. Bryan kembali mendaratkan ciuman di kening nya dengan tulus.


" Jadilah kekasihku?"