
“ Kau...” Arya yang tak terima dengan ancaman itu kini memilih untuk melempar kursi yang ada di depan nya tapi dengan sigap Bryan menghindar.
Bruak!!
“ Hajar dia...” Perintahnya kepada orang orang yang ada di sana.
Bug!! Satu pukulan yang dapat dihindari oleh Bryan . Bugh!! Dua pukulan yang dapat dihindari lagi. Saat ini Erik hanya bisa memukul angin yang lewat di depan nya. Bryan cukup tenang untuk menghadapi lawan nya.
Bug!! Satu orang yang ada di sampingnya kini tiba tiba menyerang Bryan yang dapat menggapai lengan nya. Bryan mundur ketika dua orang dengan sengaja ingin menyerangnya saat ini.
Bug!! Bug!! Bug!! Bryan yang terpojok kini memukul Erik dengan beberapa pukulan yang membuatnya juga mundur. Bug!! Satu tendangan yang tepat ke arah perut yang membuat satu lawannya juga cukup mundur jauh saat ini. Kedua lawan itu hanya menatapnya dengan sinis dengan menyentuh bagian yang telah dipukul oleh dirinya.
Erik yang masih dengan dendam nya kini maju lagi dengan rasa yang emosi dia kembali menyerang Bryan, tendangan yang dilayangkan oleh Erik kini mengenai tembok yang ada di belakang Bryan. Erik bertambah kesal dia yang terus menerus menyerang Bryan dengan membabi buta. Bryan dengan sikap tenangnya dia lebih memilih untuk menghindar saat ini.
Bug!! Bug!! Bug!! Tiga pukulan di wajah Erik dan dagu yang membuat Erik terhujung kebelakang. Bugh!! Satu tendangan yang tepat di perut yang membuat Erik benar benar terjatuh di lantai dengan dia yang terpental cukup keras.
Argh......
Dia menahan rasa sakit pada punggungnya, Erik berguling dengan dia yang kesakitan bukan main. Orang orang yang ada disana kini melihat Erik yang terjatuh kini maju bersama sama untuk menghalangi Bryan yang ingin terus menghajar Erik.
Bug!! Bug!! Bug!!
Mereka saling menyerang saling ingin menjatuhkan satu sama lain. Kini Bryan telah melawan ketiga orang secara sendirian. Bryan yang sedikit kewalahan membuatnya harus merelakan kepalan orang itu mengenai wajahnya.
“ Sial...” Umpatnya dengan kesal ketika dia harus merelakan wajahnya dipukul.
Bugh!! Orang itu juga dengan cepat melayangkan bogem mentah ke arah pipi Bryan. Serangan yang cepat membuat Bryan tentu saja tak bisa menghindar. Bryan yang masih menahan rasa sakit kini harus merasakan tendangan yang cukup keras di ulu hatinya. Bryan tak bisa menghindar ketika serangan demi serangan menyasar ke tubuhnya.
“ Bryan...” Sarah berteriak dengan suaranya yang bergetar. Tadi dia tak merasakan ketakutan kini dia merasakan ketika melihat kekasihnya di hajar tanpa ampun saat ini. Sarah kini menangis dengan tubuh yang sedikit bergetar.
Bugh!! Bugh!! Bugh!! Bugh!!! Bryan yang mendengar suara kekasihnya sedikit menahan rasa sedih serta tangisannya kini berdiri dengan cepat dia dengan mudah membalikan keadaan. Dengan cepat membalas pukulan mereka yang membabi buta tersebut. Bryan memukul orang orang itu tanpa peduli bahwa dia hanya seorang diri.
Beberapa orang yang tadi menghajar Bryan kini secara perlahan secara satu persatu mulai jatuh tersungkur di lantai dengan Bryan yang terus menghajarnya dengan berulang kali. Perkelahian itu sama sekali tak imbang. Bryan yang seorang diri harus menghadapi beberapa orang yang telah menyerangnya dari tadi.
Bug!!
“ Bryan....” Sarah berteriak ketika ia melihat bahwa lagi lagi Bryan dihajar dari belakang oleh seseorang.
Bryan yang fokus melawan para musuhnya yang ada di depan tak sadar jika masih ada satu orang yang masih bisa berdiri meskipun dia sudah tak memiliki tenaga. Bryan yang di pukul telak di tengkuknya merasakan rasa sakit serta rasa pusing yang langsung menyasar kepalanya. Sedangkan Erik kini dengan cepat memukul lutut belakang Bryan hingga membuatnya berlutut dengan segera. Rasa pusing serta rasa sakit kini seakan memenuhi seluruh tubuh laki laki yang saat ini berlutut di depan para musuhnya.
“ Bryan.. tidak...” Sarah berteriak dia memberontak di kursi ikatannya. Dia menangis sejadinya saat ini. Semua orang kini tersenyum sinis ketika melihat Bryan kalah telak saat ini. Alex yang tadi memukul Bryan dari belakang kini dengan cepat menarik rantai yang ada di sebelahnya. Alex yang sudah menahan rasa dendam kini dengan segera membelitkan rantai itu ke arah leher Bryan dengan kencang.
“ Tidak.. lepaskan dia.. tidak...” Sarah berteriak histeris dia yang melihat kekasihnya tak memiliki tenaga bahkan nyawanya akan melayang membuatnya panik serta ketakutan.
“ Kau cukup berani mengusik keluar kami anak mudah.. aku sudah katakan kau akan mati disini...” Tawa nya menggelegar dia merasakan kemenangan ketika melihat Bryan saat ini sudah tak berdaya karena ikatan rantai di lehernya.
Sedangkan Bryan sungguh tak bisa berkutik dia yang tak bisa berbuat banyak ketika rantai itu semakin kuat mencekik lehernya. Tenaganya sudah terkuras habis saat ini nafasnya sudah hampir habis karena cekikan rantai besar itu. Bryan hampir kehabisan nafasnya wajahnya memerah ketika ia berusaha untuk melepaskan rantai itu dari lehernya.
“ Lepaskan dia.. ku mohon.. jangan sentuh dia.. dia tak bersalah.. aku yang salah disini.. aku yang membuat dendam ini ada...” Sarah yang tak ingin mengatakan apapun kini harus berkata jujur tentang apa yang terjadi sebenarnya.
“ Kau ingin dia hidup? Katakan dimana Nicolas...” Arya menaikan nada suaranya menatap Bryan yang hampir mati saat ini.
“ Aku akan katakan.. ku mohon lepaskan dia.. aku akan memberikan alamatnya....” Sarah menyerah dia tak ingin kehilangan Bryan dengan cara seperti ini. Dia memilih untuk tidak melanjutkan dendam.
Bryan menggeleng dia tak ingin Sarah mengatakan apapun, tenaganya yang habis kini hanya bisa pasrah. “ Ku mohon lepaskan Bryan.. aku akan katakan.. tapi berjanjilah untuk melepaskan kami.”
“ Aku akan melepaskanmu dan melupakan pertengkaran ini.”
Sarah menangis dia terpaksa menyerah seperti ini, dia tak ingin mempertahankan Nicolas yang lebih penting saat ini adalah Bryan. Nyawanya yang sangat berharga bagi dirinya saat ini. Bryan yang tak rela melepaskan Nicolas kini secara tiba tiba kepalanya dihantamkan ke arah belakang yang terkena kepala Alex yang membuatnya tersungkur di lantai dengan rasa sakit pada kepalanya serta hidungnya.
Bryan dengan cepat melepaskan rantai itu melonggarkan ke tangannya dan menghajar James dengan murka. Dia murka dan tak rela melihat kekasihnya menangis seperti itu. Dia yang melihat sesuatu di pinggan James kini menyasar James hingga membuatnya terjatuh.
Bryan dengan cepat mengambil paksa sesuatu yang ada di pinggang James dan menodongkan dengan cepat ke arah Alex yang saat ini sudah tersungkur di lantai.