Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Rencana Kabur Yang Gagal 2



" Sir tunggu! Sir Nathan.. Sir! Tolong dengarkan aku…" Nathan yang tak peduli dengan teriakan dari Angel kini dia dengan langkah besarnya dia meninggalkan ruangan itu dengan dia yang diikuti oleh Angel.


" Sir tunggu saya mohon jangan ambil kesimpulan seperti ini…" Angel menghentikan langkah dari Nathan. Dia yang langsung berdiri di depan Nathan dengan kata permohonan.


Nathan seorang laki laki tegas dia yang juga pimpinan di mana Angel bekerja, dia juga memiliki tanggung jawab yang penuh atas keselamatan semua pegawai nya. Nathan menghela nafasnya dengan kasar menatap ke arah Angel dengan datar.


" Ada apa denganmu sebenarnya Dokter Angel? Kau sekarang selalu menentang apa yang aku katakan dan menentang prosedur kita? Apa karena dia dulu pimpinan mendiang Ayahmu hingga kau membelanya seperti ini?" Nathan berkata dengan nada dingin.


" Tidak Sir, bukan seperti itu. Tapi yang anda dengar dan yang saya katakan tadi juga salah. Hal yang itu tak perlu anda konfirmasi dengan nya, aku hanya tak ingin gara-gara ucapanku yang sembarangan membuat Alex dalam masalah lagi, hanya itu…" Angel gugup dia masih berusaha untuk menutupi kebenarannya saat ini. Dia hanya berpikir bahwa tak logis jika Alex yang masih dalam kondisi tak memungkinkan untuk di hukum kembali.


" Jika apa yang kau ucapkan tidak benar atau hanya omong kosong kenapa kau takut seperti ini?"


Deg!


" Saya bukannya takut Sir hanya saja-" Angel tak bisa melanjutkan ucapannya dia juga bingung harus berkata apalagi setelah ini. 


" Saya bisa membaca jelas expresi wajahmu yang sangat panik Dokter Angel, bahkan saya juga tau badanmu gemetar ketakutan. Jadi jangan halangi aku, sebaiknya kau pergi dari sini."


" Saya tidak akan pergi Dokter Nathan, saya tetap dengan pendirian saya bahwa apa yang saya katakan tadi hanya omong kosong…" Katanya kembali dengan penuh penekanan dengan Angel yang memberanikan diri untuk menatap Nathan yang juga menatapnya.


" Dokter Nathan, Dokter Angel ada apa ini? Suara kalian berdua yang bertengkar terdengar jelas di ujung lorong ini…" Seorang Dokter juga yang menghampiri mereka berdua yang mendengar ada perdebatan antara kedua orang yang dikenal.


Nathan dan Angel tak ada menjawabnya mereka sama sama diam dengan pemikiran mereka masing masing yang sedang meradang saat ini.


" Bawa dia pergi dari hadapanku!" Perintahnya dengan tegas.


" Ha?"


" Bawa dia pergi dari sini…" Katanya dengan sedikit nada tinggi. 


" Angel ayo pergi!" Dia tak berani berkata apa apa selain menuruti apa yang dikatakan oleh pimpinannya itu. Dengan cepat dia menarik tangan rekan nya untuk pergi dari depan Nathan.


" Lepaskan aku tidak akan pergi denganmu, aku akan ikut dengan Dokter Nathan…" Dia sedikit memberontak dengan kencang hingga pegangan tangan nya terlepas begitu saja.


" Jadi kau masih ingin membela orang itu? Baik jika kau anggap perkataanku tadi hanya ancaman tak masalah bagi ku."


" Sir saya mohon jangan hukum dia, aku tadi hanya salah bicara bukan maksud untuk berkata yang tidak-tidak. Anda salah paham Sir…" Kali ini Angel hampir meneteskan air matanya dia tak tahu lagi harus berbuat apa apa lagi selain hanya bisa memohon.


" Sebenarnya ada apa Dokter? Tolong jelaskan kepada saya agar saya mengerti…" Rekannya kini bingung bukan main melihat kedua orang itu berdebat yang tak ada ujung nya ini.


Mereka berdua lagi lagi terdiam dengan tatapan yang satunya dingin yang satunya penuh dengan permohonan.


" Dokter Nathan ada apa ini? Kenapa kalian harus berdebat di lorong? Suara kalian terdengar oleh para sipir…" Suara orang itu membuat jantung Angel malah tak karuan saat ini. Nathan hanya tersenyum tipis melihat kedatangan orang itu ditambah dengan wajah panik dari Angel sendiri.


" Kami hanya berdebat masalah pekerjaan Sir tak ada yang serius…" Angel memotongnya dengan cepat. 


" Benarkah?" 


Nathan tertawa di sana yang membuat semua orang yang ada di sana kini langsung mengkerut tak mengerti. " Sir sepertinya kita sedang di bodohi oleh seseorang yang sangat amatir di sini…" Sindirnya.


" Saya tidak mengerti apa maksud anda Dokter Nathan?"


" Kita sedang dikhianati oleh orang kita sendiri Sir, sebaiknya kita harus hati hati dan mulai mencegah hal yang tidak kita inginkan…" Angel merasakan sakit hati apa yang dikatakan oleh Nathan menusuk tepat di hatinya. 


" Aku tidak mengkhianati siapapun di sini Dokter, kenapa anda berkata seperti itu…" Nadanya tinggi dia menarik tangan Nathan dengan kencang.


" Dokter Angel jaga sikapmu!" 


Nathan menatap rekannya seakan dia untuk diam. " Sir sebaiknya kita harus ke ruangan Alex aku takut saat ini dia kabur karena ada seseorang yang akan mencoba untuk membantunya…" Liriknya.


" Kabur? Siapa yang berani membantunya?" 


" Sir ini tidak seperti yang kalian pikirkan, tadi saya hanya asal bicara tapi sepertinya Dokter Nathan terlalu menganggap semuanya serius hingga membuat sedikit kekacauan seperti ini…" Angel dengan cepat menjelaskannya.


" Tapi sayangnya kami bukan orang bodoh yang mudah kau tipu dengan seenaknya."


" Tunggu dulu Dokter, saya tak mengerti ini sebenarnya ada apa? Alex dengan kalian lalu kabur ada apa ini? Tolong jelaskan ada apa ini?" Komandan itu sungguh tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh kedua orang yang saat ini sedang beradu argumen.


Nathan dengan cepat mengatakan semuanya, menceritakan semuanya dari awal. Angel hanya meremas celananya dengan tangan yang sudah bergetar. Penyesalan tampaknya tak bisa merubah apapun saat ini.


Kenapa aku bodoh dengan berkata yang membuat semua orang mencurigainya. Dia menyesal karena dianggap salah bicara seharusnya dia tadi lebih konsen dengan apa yang dikatakan.


" Saya tidak-" Angel menghentikan ucapannya ketika tangan komandan sipir itu terangkat untuk diam.


" Dari kemarin saya sudah menuruti apa yang kau katakan sekarang jangan katakan apapun lagi. Di sini adalah wilayah kekuasaan ku, jika kau masih saja membantah apa yang aku katakan ku pastikan kau tak berada di sini."


Angel akhirnya diam dia tak bisa berkutik lagi. " Berusahalah untuk menyangkal semua yang kau katakan tadi, tapi aku akan memutar apa saja kegiatan yang ada di ruangan Alex dan jika kalian memiliki rencana kabur, maka lihat saja apa yang akan kami lakukan untuk nya."


Komandan sipir itu kemudian langsung pergi meninggalkan Angel yang diam seribu bahasa dapat terlihat jelas ada kecemasan yang tinggi. Dia menunduk dengan penuh khawatir karena dia juga tak tahu bahwa ada kamera yang mengintai di ruangan Alex.


" Setelah semuanya terbukti kau akan berurusan dengan ku Dokter Angel…" Nathan menyusul kepergian komandan itu.


" Dokter.. dokter."


" Angel sudah hentikan kau sudah keterlaluan membela Alex itu…" Rekannya menarik tangan Angel membawanya pergi dari sana.