Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Hukuman Masih Berlanjut



Byuar!!!


Alex yang tadi tidur kini langsung bangun dengan terkejut, dia bangun dengan seluruh tubuhnya basah kuyup. Dia melotot ke arah beberapa tahanan yang sengaja mengguyur nya dengan air. 


" Apa yang kalian lakukan hah?" Bentaknya.


Saat ini Alex sudah hampir pulih beberapa hari tak ada yang mengganggunya  ataupun mengajaknya untuk bertengkar. Sementara waktu kemarin Alex benar benar bisa memulihkan tenaganya serta tubuhnya. Meskipun luka lebam itu masih terlihat membiru bahkan mata yang satunya masih membekas lebam.


" Kau pikir di sini kau hanya akan tidur dan bermalas malasan. Kau harus kerja…" Salah satu orang yang berkulit hitam itu maju berbicara dengan menatap sinis ke arah Alex yang berdiri dengan basah kuyup.


Alex tersenyum sinis. " Kalian pikir kalian siapa berani menyuruhku heh? Kau pikir kau punya kuasa di sini?" Tantangnya balik.


" Oh kau sudah berani bicara lancar nyatanya…" Orang hitam itu melihat Alex dengan sinis dengan dia menoleh ke belakang ke arah teman teman nya yang berada di belakangnya.


Bug!! 


Tanpa basa basi orang hitam itu memukul ulu hati Alex hingga membuat Alex mundur karena dia tak memiliki persiapan sama sekali untuk menghindar. Alex tersungkur, dia terjatuh bahkan dia sempat meringkis kesakitan.


Alex dengan cepat menahan satu kaki orang itu ketika dia mengangkat kakinya untuk menginjak dada Alex dengan keras. Tapi untungnya dengan sigap Alex mampu menangkisnya dengan cepat. Alex hampir tak bisa bertahan dengan menahan kaki orang itu. 


" Argh…" Dia mendorong orang itu dengan kekuatan yang hampir habis, orang berkulit hitam itu kini mundur tapi tak terjatuh karena dia ditangkap oleh teman temannya yang mendukung keadaan tersebut.


" Dia sudah berani menantang rupanya…" Ujarnya salah satu mereka yang saat ini berada di pihak orang hitam itu.


Alex yang tadi segera berdiri dia bangkit dengan cepat dia tak ingin nasibnya menjadi sial seperti hari hari sebelumnya. Mungkin kemarin dia bisa kalah karena tenaga nya hampir menahan rasa sakit tapi sekarang dia bisa bertahan karena tenaganya hampir pulih meskipun tak sepenuhnya pulih.


Orang itu mengepalkan tangannya terasa dia sangat tertantang dalam hal ini, dia tersenyum devil ketika menatap Alex. 


Aku harus bisa melawan apapun yang terjadi aku harus melawan, jika tidak nasibku akan sama seperti kemarin.


" Maju satu persatu maka aku akan hadapi…" Dia berusaha untuk mencoba menantang meskipun dia tahu seberapa kemampuan nya saat ini.


Tapi jika dia tak menantang maka nasibnya akan sama seperti kemarin dia akan tersiksa seperti di neraka. Jika kali ini dia menantang dan menang setidaknya mungkin ada orang yang takut dan tak berani untuk mengganggu nya. Dijadikan sampah menjadi bulan-bulanan orang yang berkuasa membuat hidupnya hampir mati.


" Kau menantangku rupanya…" Orang itu maju dengan melepaskan baju miliknya memutar kepalanya kekanan kekiri dengan menatap sinis.


Mereka berdua kini saling maju saling berhadapan satu sama lain, saling menyerang satu sama lain saling memukul dengan kencang. Mereka berdua yang sekarang adu kekuatan membuat semua orang yang ada di sana bersorak senang dengan tontonan gratis di depan mereka.


Bug!! Tendangan yang keras membuat orang hitam itu tersungkur di rumput, dia jatuh di bawah kaki Alex saat ini. Alex tersenyum tipis akhirnya dia bisa menjatuhkan orang itu, Alex maju dia yang ingin memukul kembali orang itu.


Bug!! Orang itu memiliki kelebihan kaki panjang hingga dia bisa menjangkau tepat pada benda nya di tengah. Orang itu menendang nya cukup keras membuat Alex merintih kesakitan dia berteriak tertahan ketika rasa sakit pada bawahnya begitu terasa menyiksa kali ini.


" Kau pikir kau akan menang heh!" Orang itu bangun dengan berjalan mendekati Alex. 


" Sudah kami katakan kau akan hidup seperti di neraka di sini…" Ujarnya dengan sinis.


Krek!!!


Argh….


Suara itu begitu mengerikan ketika kaki Alex di putar hingga mendengar suara tulangnya yang mungkin bergeser. Alex berteriak tanpa menahannya karena rasa sakit itu begitu menyerang kaki nya. Tanpa terasa Alex meneteskan air matanya.


" Kau akan mati di sini perlahan sebelum sidangmu!" Ancamnya dengan menginjak dada Alex. " Ayo pergi."


Kini semua orang pergi dengan segera ketika mereka puas melihat Alex yang sudah tak berdaya di bawah sana. Alex berguling dengan menahan rasa sakit dia berteriak meminta tolong tapi nyatanya tak ada satupun orang yang ingin menolongnya. Bahkan yang ingin menolongnya harus memiliki pikiran yang panjang untuk memikirkan semuanya karena dia juga sama mereka takut akan dipukul seperti Alex.


" Tolong.. tolong.. siapapun tolong…" Dia berteriak dengan memohon dia merasakan sakit pada kaki, wajah serta miliknya yang ditendang begitu kencang.


Dia melihat orang orang itu tapi tak ada yang ingin mendekat mereka hanya melihatnya dengan senyum sinis dan senang. Mereka membiarkan Alex merasakan tersiksa di sana. Tak ada yang ibah saat ini, mereka tega memang itu rencana mereka membiarkan Alex hidup seperti dalam penjara. Hidupnya terasa mati tak berdaya.


" Bagus biarkan dia tersiksa seperti itu! Ini akan menjadi sumber uang kita ketika Bos melihatnya. Aku yakin dia akan sangat senang…" Kepala Sipir itu tertawa senang sumber uangnya akan datang ketika melihat Alex mantan komandan itu tersiksa tak berdaya saat ini.


" Setelah uang masuk berikan mereka hadiah, aku ingin mereka terus menyiksa Alex hingga dia sendiri yang memilih untuk dibunuh."


" Baik Sir" 


Kepala Sipir itu merasa senang, siapa yang tak senang dia melihat tontonan dan menyiksa orang tapi mereka masih bisa mendapatkan uang yang cukup banyak. Semakin membuat orang itu tersiksa maka semakin membuatnya mendapatkan uang banyak. 


" Ayo bangun! Aku akan mengobatimu dengan seadanya…" Seorang laki laki tua kini datang menolong Alex dengan mencoba membangkitkan Alex yang terguling di rumput.


" Terima.. kasih…" Ujarnya dengan putus, dia tak bisa bicara ketika semuanya terasa begitu sakit. Alex meringis ketika kakinya tak bisa di buat jalan, tapi dia harus berusaha untuk jalan.


" Jangan banyak bicara!"


" Nanti mereka akan menghajarmu jika tahu kau menolongku!" Mereka berjalan dengan orang tua itu membopong Alex yang tak bisa berjalan.


" Tidak akan! Aku tadi meminta izin kepada Sipir untuk membawa mu ke klinik…" Orang itu terus membawa Alex untuk jalan masuk.


" Terima kasih…" Untuk pertama kalinya dia mengucapkan terima kasih kepada seorang. Dia terus berjalan dengan perlahan sampai mereka tiba di sebuah klinik di mana ada seorang dokter perempuan dan satu perawat yang menemaninya di sana.


" Kau?" Wanita itu menunjuk Alex ketika dia masuk ke dalam klinik itu dengan wajah yang babak belur.


 


Vote like dan hadiah nya boleh dong di bagi ke Mince 😁 kasih ulusan juga ya makasih 🙏