Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pergerakan 46



“ Kalian masih menyuntikan apa yang aku minta tadi?” Johan dan Zac menatap satu orang yang saat ini tengah terikat dengan kedua tangan nya berada di atas kepala nya.


“ Masih bos...” Jawab salah satu orang yang saat ini berada di sana untuk mengawasi orang yang masih terikat dengan lemas.


“ Lepaskan ikatan nya aku ingin dia melawan ku...” Timpal Bryan yang tiba-tiba berada di belakang mereka semua.


“ Kau masih lelah jangan melawan nya....” Zac sang Daddy tampak tak setuju dengan apa yang ingin dilakukan oleh Bryan putranya.


“ Aku ingin melewatinya Dad! Sudah lama aku ingin melawan nya...” Kilatan kemarahan dan api membara dari mata nya masih terlihat jelas saat ini.


“ Kau masih ingat rencana kita bukan Bry?” Johan bertanya tanpa menatap ke arah nya.


“ Saya ingat Paman. Saya tahu apa yang harus saya lakukan.”


“ Kalau begitu lepaskan dia...” Zac mengerutkan keningnya dia tak tahu rencana apa yang disusun oleh putra nya dan laki laki tua tersebut.


“ Apa yang kalian rencanakan Paman? Aku tidak tahu.” Zac merasa bingung karena dia memang tidak tahu apa yang direncanakan oleh mereka saat ini.


“ Kau lihat saja apa yang akan terjadi setelah ini.”


Bryan kini menyuruh orang nya melepaskan ikatan yang ada pada tangan nya dengan cepat. Bryan langsung mendekat ketika laki laki itu langsung ambruk di lantai dengan lemas tak memiliki bertenaga.


“ Alex kau sendiri yang memulai ini semua jadi kau harus siap untuk mengakhiri ini semua. Kau dan adikmu harus bertanggung jawab atas yang kau lakukan...” Gumam Bryan saat dia berjongkok di depan Alex dengan senyum licik di bibirnya dengan tangan satunya kini telah membawa sesuatu untuk membangunkan dia dari pingsan nya.


Dengan cepat Bryan menempelkan kejutan listrik itu hingga membuat dia terkejut dari pingsan nya. Alex cepat membuka matanya tapi sayang tubuhnya tak bisa digerakkan saat ini. Semuanya terasa lemas, kakinya terasa berat untuk digerakkan.


“ Aku dimana? Apa yang kau lakukan pada ku?” Alex berteriak kencang ketika ia sadar siapa yang ada di depan nya saat ini. Para lawan nya telah mengelilingi nya dengan senyum yang penuh dengan kemenangan.


“ Kenapa dengan tubuh ku? kenapa tak bisa aku gerakan?” Alex cemas dan penuh tanda tanya kenapa dengan seluruh tubuhnya yang terasa berat untuk digerakkan saat ini.


Bryan tersenyum tipis. “ Jadi tubuhmu tak bisa digerakkan?” Tanyanya penuh dengan ejekan.


“ Ini pasti ulah kalian? Apa yang kau lakukan hah? Dasar bangsat...” Alex menekan kata –kata nya dengan dia yang tak terima karena seluruh tubuhnya sungguh seperti tertimpa batuan besar yang berat untuk bergerak.


“ Aku tidak melakukan apapun...” Enaknya.


“ Dasar bangsat aku bersumpah-“


“ Ssstt.. jangan suka bersumpah di saat kondisi sedang buruk, harusnya kau memohon untuk nyawamu bukan mengatakan hal yang tidak mungkin terjadi...” Timpal Johan dengan nada tenang nya.


Kali ini Zac sama sekali tak mau ikut campur dia ingin melihat bagaimana putrinya menangani masalah seperti ini. Dia hanya melihat dengan rasa penasaran nya karena dari tadi dia masih belum tahu apa yang sedang direncanakan oleh kedua laki laki yang sedang di hadapan nya.


“ Kau ingin aku melepaskanmu?” 


“ Larilah jika kau bisa lari saat ini. Aku akan melepaskan mu saat ini jika kau mampu berjalan dan bawalah pergi Nicolas sebelum bom nya meledak di tubuh adikmu...” Bryan kini ingin melepaskan Nicolas.


“ Dimana adik ku? brengsek. Kalian benar-benar keji, kalian psikopat gila. Katakan dimana adikku?” Dia terus menatap Bryan dan Johan tapi itu semua tak malah membuat Bryan dan Johan marah malah hanya di balas dengan senyuman tipis di bibirnya.


“ Dia berada di markas mu yang lama. Aku sengaja meninggalkan dia di sana agar saat bom itu meledak tidak membuat markas ku hancur.”


“ Brengsek...” Umpatnya dengan kesal dengan kilatan amarah yang sudah tak terbendung lagi.


“ Kau ingin menyelamatkan nya? maka larilah. Keluarlah dari sini. Aku ingin tahu seberapa kau berusaha ingin keluar dari sini.”


Alex yang mendengarnya segera ingin berdiri tapi sayangnya tubuhnya lemas, kaki nya berat tubuhnya tak bisa digerakkan, bahkan otot nya terasa mati saat ini. Kaki dan tangan nya tak bisa digerakkan lagi saat ini. Alex berusaha untuk tengkurap dia ingin merangkak menggunakan dada nya untuk keluar dari sana.


“ Apa yang kalian lakukan pada ku? kenapa dengan tubuh ku?” Alex hampir saja menangis dia merasa tubuhnya seperti orang mati yang tak akan bisa bergerak saat ini dan seterusnya.


“ Ayo keluar dari sini kenapa kau malah berteriak pada ku. aku sudah berbaik hati untuk membebaskan mu agar kau bisa menolong adikmu malah masih berteriak dengan ku.”


“ Kau sengaja melakukan ini padaku bukan?” Tanyanya dengan sangat yakin. “ Kau apakan tulang-tulangku?” Alex berteriak dengan sangat kencang.


“ Kami tak melakukan apapun...” Jawabnya dengan tersenyum penuh ejekan serta kemenangan. “ Tapi sepertinya obat yang dibuat oleh Kakakmu berhasil membuat cucu kesayangan mati rasa di sini.”


“ Apa yang kau maksud?” Alex gugup karena saat ini dia yakin bahwa tubuhnya telah lumpuh.


“ Aku tidak bermaksud apa-apa. Sekarang sebaiknya kau segera keluar dari sini sebelum aku berubah pikiran...” Bryan tersenyum penuh kemenangan ketika ia melihat sendiri obat itu sudah berfungsi dengan apik. 


Obat yang di suntikan ke tubuh Alex kini telah berhasil membuat seluruh tubuhnya Alex kaku dan terasa berat ketika digerakkan saat ini. Dan obat itu memang dari Johan. Obat itu memang dibuat khusus oleh Johan untuk melumpuhkan para musuh musuh nya.


Alex berusaha keras untuk membalikkan tubuhnya dia ingin merangkak menggunakan dada nya tapi dia sangat sulit untuk berbalik. Tapi bukan Alex jika dia tak berusaha.


“ Berusahalah sekuat tenagamu agar kau bisa keluar dari sini...” Bryan yang dari tadi berjongkok kini memberikan semangat untuk lawan nya agar dia bisa keluar dari ruangan yang nantinya akan menjadi saksi siksaan yang lebih mengerikan dari ini semua.


“ Tidak! Kenapa tak bisa...” Nada nya frustasi karena dia tak bisa. Sekuat tenaga percuma karena di sungguh tak bisa berbalik.


“ Kalian memang keji. Kalian sengaja menyuruhku pergi tapi kalian melumpuhkan aku seperti ini. Lalu untuk apa kau menyuruhku keluar dari sini bajingan...” Alex terus berteriak dengan nada kesal nya dia tak terima dengan tubuhnya yang tak bisa digerakkan sama sekali.


Bugh!!