Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Duka Yang Mendalam 2



Pagi ini para polisi sedang berkumpul di pemakaman seorang anggota yang telah gugur, dia meninggal karena ingin membela komandannya tapi sayangnya komandan itu seharusnya tak patut dibela sedemikian rupa. 


Semua seluruh polisi telah berpakain lengkap dengan senjata laras panjang yang ada di tangan mereka. Suara tembakan terdengar begitu banyak menandakan mereka memberikan penghormatan untuk kepergian anggota yang telah gugur.


Wanita yang berdiri di sana dengan memakai serba hitam kini menatap kosong ke arah peti yang mulai tertutup tanah. Wanita itu meneteskan air matanya dengan sesekali menghapusnya perlahan. Isak tangisnya kini pelan seakan dia cukup merelakan kepergian ayahnya yang gugur pada malam kemarin.


Mata komandan itu sesekali menatap wanita yang ada di berada di depannya, dia hanya berani menatapnya di balik kaca mata hitamnya yang. 


Apa dia akan memaafkan aku jika dia tahu bahwa aku yang menyebabkan kematian ayahnya. Batinnya dengan menatap ke arah wanita itu.


Acara pemakaman telah usai mereka semua kini bubar dengan sendiri, mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka masing masing dengan jabatan mereka. Sedangkan satu orang laki laki masih berada di sana dia tetap setia berada di depan kuburan anggotanya.


" Ayah pasti sekarang sudah tenang di sana, jangan cemaskan Angel, aku janji akan baik baik saja mulai sekarang…" Wanita itu mengusap nisan itu dengan perlahan dia tak menyangka bahwa nama sang ayah ada di sana.


" Angel akan pulang agar ayah bisa tenang, Angel janji akan datang lagi besok…" Sambungnya dengan tersenyum perih.


Hatinya sebenarnya perih tapi dia juga tak bisa membantah takdir yang sudah digoreskan oleh nya, dia yang ingin memberontak pun juga percuma ketika takdir sudah berkata untuk hal ini. Kematian adalah hal yang tak mungkin bisa dihindari oleh siapapun.


Angel adalah nama dari anak seorang anggota yang telah gugur malam ini, wanita dewasa yang sudah menerima kenyataan pahit yang sudah digariskan untuk nya. Angel berdiri dengan segera dia yang sebenarnya tak rela pergi kini terpaksa harus pergi meninggalkan tempat ini.


" Kenapa anda belum pergi dari sini?" Angel bertanya ketika dia merasakan ada seorang yang masih berada di sana dengan melihat ke arahnya.


" Tidak, saya masih ingin disini. Asal anda tahu tak hanya anda yang berduka tetapi saya juga berduka kepergian anggota saya."


Angel tersenyum tipis. " Duka? Seharusnya anda senang buat apa anda berduka? Bukankah ayah saya menyelamatkan anda dari para musuh, seharusnya anda senang bukan anda yang berada di dalam peti…" Ujarnya dengan sinis.


" Saya meminta maaf jika karena saya anda saya harus seperti ini. Tapi saya tak pernah meminta ayah anda melindungi saya dari siapapun…" Komandan itu juga tak kalah sinis, sebenarnya dia juga sedikit tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu.


Wanita itu kembali tertawa getir mendengar apa yang dikatakan oleh laki laki itu.  " Anda memang tak meminta anda untuk melindungi anda jika salah satu dari mereka tak ada yang mengorbankan diri untuk anda maka mereka akan disalahkan, seorang prajurit yang tak memiliki jabatan tinggi hanya akan berada di serba salah dan mati sia sia. Sedangkan orang yang memiliki jabatan tinggi seperti anda akan merasa sangat nyaman dan aman karena banyak yang melindungi nyawa anda…" Ucapnya dengan penuh penekanan.


Angel yang selesai mengatakan hal itu kini langsung segera pergi meninggalkan tempat itu. Rasa sesak pada dadanya yang tak bisa ia luapkan membuat emosinya naik turun.


Tatapan mereka kini saling menatap tajam tapi tak ada yang tahu dari tatapan itu karena mereka sama sama di balik kacamata hitam yang menutupi kedua mata mereka. Angel menghempaskan tangan komandan itu dengan berani dia menantang komandan itu rasa yang benar benar berani.


" Saya sadar dengan apa yang saya katakan, bahkan sangat sadar…" Ujarnya kembali dengan penuh penekanan.


Angel kini kembali melangkah tidak menghiraukan komandan itu yang mengikuti langkahnya. " Tunggu saya belum selesai bicara dengan anda…" Cegahnya.


" Saya sudah tak memiliki urusan dengan anda Sir, jadi saya harap anda jangan ganggu saya lagi. Jika anda masih berduka seperti yang anda katakan tadi silahkan anda di sini tapi jangan ganggu saya lagi. Saya permisi…" Angel kini melangkah meninggalkan komandan itu dengan rasa geramnya.


Dia tahu jika ayahnya memang memiliki kewajiban untuk saling melindungi satu sama lain, tapi entah kenapa saat ini hati nya berkata bahwa apa yang dilakukan ayahnya malam itu adalah kesalahan dan kematian ayahnya adalah hal sia sia belakang. Hati dan pikirannya seakan berpikir ada yang salah saat ini, seakan dia tak terima jika kepergian ayahnya seperti ini.


Kenapa hati dan pikiranku seakan tidak terima jika ayah meninggal dengan cara seperti ini, gugur di medan perang bukanlah hal yang sangat wajar tapi kenapa hati ku seakan tidak terima dalam hal ini. Ya tuhan ada apa ini semua, ku mohon beri aku petunjuk satu saja yang membuat hati ku tenang. 


Hati dan pikirannya cemas tak karuan dia seakan merasa janggal dalam hal ini, tapi dia juga tak tahu kenapa dengan perasaan nya. Dia saat ini sedang berduka tapi dia juga tak ingin dikasihani oleh para polisi yang ada di sana. Dia mencoba kuat dan tegar dalam hal ini meskipun hatinya sangat rapuh hari ini.


Angel menghapus air mata dengan segera dia merasa air mata ini tak cukup untuk menangisi kepergian ayahnya yang sudah pergi. Kini dia segera melajukan mobilnya dengan pelan dengan derai air mata yang terus menetes di pipinya.


Sedangkan di markas besar itu juga tampak sepi mereka juga dalam duka yang begitu besar, kepergian Baron membawa pengaruh besar bagi semua orang yang ada di sana. Semalam mereka yang selesai memakamkan dengan ala militer masih termenung di sana dengan rasa sedih dan dendam yang semakin membara.


Kematian ini adalah hal yang pertama mereka terima, duka ini cukup mengejutkan semua orang yang mendengarnya. Mereka yang tak pernah merasakan duka sebelumnya kini merasa ini yang pertama kalinya mereka merasakan duka yang mendalam.


" Bos! Sepertinya kita harus segera kembali, sebentar lagi para polisi akan datang kerumah kita untuk memberi tahu bahwa Tuan Bryan dan Antoni kabur dari tahanan…" Andre yang baru mendapatkan kabar kini segera memberitahu bosnya.


Zac hanya menghela nafasnya dengan berat dia tak menjawabnya dia hanya berjalan masuk ke dalam markas yang ada di dekat pemakaman tersebut.


Kematian adalah takdir yang tak bisa dihindari oleh siapapun, setinggi jabatan apapun jika sudah takdir berkata tentang kematian maka dia akan mati. Sehebat nya mereka yang memiliki kekuasan jika sudah takdir berkata maka semuanya akan berakhir dengan jalan takdir.


Vote boleh dong sudah masuk hari senin 🤭