Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pergerakan 23



Laki laki tua yang tadi ingin menghampiri istrinya kini ditendang dari belakang hingga membuatnya juga terjatuh di lantai kabin. Laki laki tua itu merangkak menghampiri sang istri dengan dia yang menangis karena melihat istri nya sudah tak bernyawa lagi saat ini.


“ Istriku.. jangan pergi.. kenapa kau pergi...” Ujarnya ketika tangan mereka saling bersentuhan dengan keringat panas dingin yang keluar begitu saja.


“ Jangan pergi ku mohon.. aku tak bisa hidup jika tak ada kamu...” Sambungnya dengan ia yang sudah menggenggam jemari sang istri yang saat ini sudah tak bernyawa lagi.


“ Kalian membunuh istri ku.. dasar bajingan...” Ungkapnya dengan nada yang tinggi.


Erik kini tertawa keras ia merasa senang melihat orang yang ingin melindungi nyawa lawan nya menderita karena tangisan duka.


“ Itulah akibatnya jika kalian macam macam dengan kami. sudah kukatakan bekerja sama dengan kami mengatakan dimana mereka. Kau sendiri yang memilih jalan seperti ini...” Erik tertawa sinis bahkan tatapan matanya merasa seakan tak bersalah karena sudah membunuh orang yang tak bersalah saat ini.


Laki laki itu menatapnya dengan mata yang tajam, tatapan matanya seakan berkata bahwa mereka harus mati dan tak pantas diberi hati sedikit pun. Orang itu secara cepat berdiri dia menyerang Erik begitu saja. Erik yang tak melihat dan tak langsung bisa menghindar kini mendapatkan serangan yang menuntut kematian istrinya.


Bug!! Bug!! Bug!!


Laki laki tua itu menyasar kepala nya menghantam kepala Erik dengan tangan nya sendiri. Kepalan tangan nya begitu kuat hingga membuat Erik sedikit merasakan pusing karena serangan mendadak tersebut.


“ Dasar kurang ajar! Kau ingin mati juga rupanya...” Erik mengamuk di sana dia juga tak terima ketika orang itu secara tiba tiba menyasar memukuli dirinya di depan bawahan.


Sedangkan laki laki tua itu kini telah ditahan oleh ketiga orang yang sudah siap menahan kedua tangan nya yang dari tadi mengamuk kepada bos nya.


Bug!! 


Erik memukulnya dengan cepat, mengejarnya tanpa ampun. Laki laki tua itu kini penuh keringat serta darah yang terus keluar dari hidung serta mulutnya. Erik tak peduli dia terus menghajar laki laki tua yang sudah tak berdaya dengan dia yang sudah lemas. Bahkan untuk berdiri saja dia sudah tak bisa.


Bug!! 


Satu pukulan lagi yang tepat di dada nya membuat laki laki tua itu hampir kehilangan kesadaran nya. “ Kau hanya orang lemah yang seharusnya menuruti apa yang aku katakan. Aku hanya ingin tahu kemana mereka pergi tapi kau sendiri yang memilih jalan untuk aku mengakhiri nyawa kalian...” Ucapnya dengan dingin dengan dia yang berjongkok.


Laki laki tua itu kini menatap kearah Erik dengan mata yang penuh dengan dendam, bahkan air matanya seakan penuh di kedua mata nya saat ini. Dengan sisa tenaganya dia menahan batuk nya yang akan keluar darah. “ Dasar pengecut. Orang orang seperti kalian memang pengecut...” Ungkapnya dengan dia yang menyentuh dadanya yang terasa panas karena pukulan tadi.


“ Pengecut?” Erik mengulangi kata kata laki laki tua dengan dia yang tertawa keras. “ Dari tadi aku hanya melawan kau seorang diri tapi kau yang terlalu lemah melawan ku...” Erik mencekik leher laki laki itu dengan menariknya agar terbangun dari jongkok nya.


“ Dasar pengecut! Bajingan! Kalian semua akan mati di tangan anak mudah itu.”


Blesh!!!


Satu tusukan tepat di perutnya membuat laki laki tua itu kini melotot menahan rasa sakit akan tusukan yang menancap di perutnya. “ Sekali lagi kau menghina kami aku akan mencari siapa putra mu serta cucu mu. Aku akan membunuhnya...” Dia tak terima akan hinaan yang terus di lontarkan laki laki tersebut.


“ Kau memang seorang bajingan!” Dengan suara yang tertahan dan menekan kata kata nya dengan batuk yang terus mengeluarkan darah.


Erik menatapnya dengan rasa marahnya dia memelintir pisau tersebut hingga membuat laki laki tua itu hampir kehilangan nyawa nya karena tusukan yang semakin dalam  ia berikan.


Bug!! Erik mendorong tubuh rentan tersebut membiarkan pisau itu terus menancap di perut laki laki tersebut. “ Biarkan dia mati di sini, mereka pantas mati karena sudah tak ingin bekerja sama dengan kita.”


Uhuk... uhuk.. uhuk...


Laki laki tua itu terbatuk dengan darah yang keluar dari mulutnya. Kini Erik serta orang orang nya pergi meninggalkan kabin yang sudah menjadi saksi bahwa mereka telah menghabisi nyawa kedua orang yang tak bersalah saat ini.


“ Bakar kabin ini, jangan meninggalkan jejak. Buat seolah mereka bunuh diri di kabin ini...” Perintahnya.


“ Biak bos. Kami akan mencari bensin untuk membakar kabin tersebut.” 


“ Yang lain tetap telusuri hutan ini untuk mencari keberadaan mereka berdua...” Semua orang mengangguk.


Kini mereka berpencar untuk menjalankan tugas mereka masing masing. Satu orang tampak mengambil bensin di markas. Sedangkan dua orang serta bersama Erik kini juga jalan menelusuri hutan untuk mencari keberadaan lawan nya yang sudah hilang dari kabin tempat mereka bersembunyi.


“ Apa mereka masih mencari kita berdua?” 


“ Entahlah! Tapi sebaiknya kita segera masuk kedalam...” Sarah mengangguk karena mereka sedikit lega karena mereka sudah berdiri dekat di pintu kabin tersebut.


Bryan mengerutkan keningnya ketika melihat pintu kabin terbuka begitu saja. “ Berdiri di belakangku...” Katanya dengan menarik tangan wanitanya agar sang kekasih ada di belakangnya karena dia merasa curiga.


“ Ada apa?” Bisiknya.


Bryan menyuruh Sarah untuk diam, mereka berjalan dengan hati hati, jantung mereka sudah berdegup kencang saat ini ketika masuk kedalam kabin.


“ Tidak!” Bryan serta Sarah kini sama sama berteriak ketika melihat kedua orang yang sangat baik kepadanya kini sama sama tergeletak bersimbah darah di lantai.


“ Tuan...” Bryan menghampiri laki laki tau yang masih bisa bergerak.


“ Nyonya...” Sarah dengan cepat membalikkan tubuh wanita tersebut yang sudah kehilangan nyawa nya setelah dua tembakan bersarang tepat di punggung.


“ Kalian tak bertemu... mereka...?” Laki laki itu masih bisa bicara meskipun suaranya pelan serta menahan rasa sakit.


“ Tuan jangan bicara terlebih dahulu.. kita akan kerumah sakit... sebentar lagi orang orang ku datang.”


“ Aku sudah tak memiliki waktu lagi... pergilah sebelum mereka kembali.. selamatkan nyawa kalian sebelum kalian mati disini...” Katanya dengan terbata bata.


“ Mereka yang melakukan ini kepada kalian?”


“ Pergilah. Mereka akan datang lagi jika tidak menemukan kalian. Pakailah mobil ku untuk kalian keluar dari sini.”


“ Kita akan pergi bersama. Izinkan aku membawamu ke rumah sakit.”


“ Pergilah...” Laki laki tua itu kini dengan cepat menghembuskan nafas terakhirnya.


“ Bryan!”


“ Aku bersumpah akan membunuh kalian dengan tangan ku. Aku akan membunuh mereka lebih dari ini.”


Bersambung besok lagi ya,


Selamat malam minggu buat kalian yang sedang berada di mode kencan 😁, selamat berleyeh leyeh untuk para emak emak cantik 😍,


jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan,


Like 👍


komen ....


Beri ulasan 😍 yang banyak ya


Jadikan favorit juga boleh kok ya 😍


Share juga bisa kok 😌


Kasih hadiah kopi atau bunga juga boleh banget malahan,


Makasih banyak sayang dan Satnight untuk kalian semua 🥰😍