Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Balas Dendam 14



" Paman kau baik-baik saja?" 


" Ah iya aku baik!" Albert sedikit terkejut mendapatkan sentuhan dari orang yang juga berada di sana.


" Paman aku mendengar dia menyebutkan sebuah anggota Geng, apa Paman tau?" Bryan yang tadi menyamar sebagai asisten mendengar lebih jelas apa yang dikatakan oleh semua orang yang berada di dalam sana.


" Nama itu pernah aku dengar tapi entahlah benar atau tidak…" Albert sendiri tak yakin dengan apa yang dia dengar tadi.


" Paman tak yakin dengan mereka atau Paman melupakan sesuatu?" 


Albert hanya menggeleng pelan. " Nama itu sudah lama tak terdengar bahkan sangat lama tapi sekarang mereka datang membawa nama itu lagi."


" Jadi Paman tahu nama itu?" 


" Hanya sekilas pernah mendengar nama itu dan sedikit tentang ceritanya. Tapi tunggu dulu kita tak boleh ambil keputusan aku harus bertanya dulu dengan seorang."


" Apa Paman akan bertanya dengan Daddy?" 


" Bryan saat ini bukan masalah pembunuhan biasa jika orang yang bersalah juga memiliki anggota yang sama seperti kita. Saat ini kita juga harus berunding dan mencari tahu siapa lawan kita. Aku sendiri tak yakin nama kelompok itu masih bisa aku dengar dan anggota nya masih ada sekarang."


" Apa Paman takut?" Tanyanya dengan penasaran. " Maksudku kita atau kita bukan tandingannya?"


Albert menghela nafasnya dengan berat menatap Bryan dengan bingung. " Bukan nya kita takut tapi kita juga harus tahu lawan kita. Kita juga perlu tahu kelemahannya apa dan mencari tahu benar atau tidak mereka dari kelompok tersebut atau tidak, atau mereka hanya datang kemari untuk mengancam saja kita juga tak tahu, jadi biarkan aku bertanya dulu kepada seorang yang mungkin tahu ini semua."


" Baiklah Paman!" Bryan akhirnya mengalah dia tak mungkin terus berdebat apa yang dikatakan oleh Albert memang ada benarnya mereka harus mengetahui semuanya dulu sebelum menentukan keputusan yang tepat saat ini.


Albert segera menekan ponselnya dia mencari nama yang ingin dihubungi olehnya. Tampak jelas laki laki itu sedang cemas dia juga khawatir jika mereka memang anggota tersebut adalah benar. Tak bisa di bohongi ini juga membuat pikirannya sedikit terguncang.


" Tuan bisakah kita bertemu? Ada hal yang perlu saya tanyakan kepada anda!" Albert yang tak suka basa basi langsung bertanya kepada seorang yang berada di ujung telpon.


"...."


" Tuan ini sangat penting! Aku ingin bertanya satu hal yang mungkin anda tahu tentang ini semua."


"...."


" Oh baiklah saya akan datang kesana sekarang!" Albert langsung memutuskan panggilan itu dengan cepat.


" Bry sebaiknya kamu pulang, Paman ingin bertemu dengan seseorang untuk menjawab ini semua."


" Apa sebaiknya aku ikut Paman?" 


" Tidak perlu kau pulang saja nanti aku akan kabari jika aku sudah menemukan jawaban nya."


" Baiklah hati hati jika begitu Paman."


" Kau juga hati hati…" Bryan mengangguk dan langsung pergi meninggalkan Albert yang juga sudah bersiap meninggalkan ruangan tersebut.


***


Bruak!!


" Saya hanya ingin bertemu dengan cucu saya kenapa kamu mempersulit kami bertemu dengannya?" Aaron berteriak keras ketika para polisi saat ini menghentikannya untuk bertemu dengan cucu nya.


" Tapi maaf Tuan peraturan disini memang tak mengizinkan siapapun untuk menjenguknya karena status nya masih titipan belum masuk sidang. Jika perkara ini sudah masuk sidang maka anda bisa menjenguknya."


" Tolong jangan buat keributan disini?" Suara bariton dari dalam membuat orang orang itu melihat ke arahnya.


" Kebetulan saya bertemu dengan Jenderal di sini. Perkenalkan saya Aaron kakek dari Alexander, saya datang kemari untuk menemui cucu say-"


" Tapi maaf Tuan Aaron seperti nya orang saya sudah menjelaskan peraturan kami saat ini…" Tolaknya dengan tegas.


" Apa tak ada sedikit saja spesial untuk Alex yang selama ini berada di sebelah anda Jenderal."


Jenderal Axel malah tersenyum. " Maaf Tuan kami tak membeda-bedakan tahanan disini, semuanya sama jadi tolong jangan membuat keributan anda bisa kembali lagi jika perkara ini sudah masuk ke persidangan…" Tolaknya dengan tegas.


" Jadi kau tetap tak mengizinkan kami melihatnya meskipun hanya sebentar?"


" Tolong silahkan pergi sebelum pihak kami bisa berbuat lebih dari sekedar pengusiran…" Ucapnya tegas.


" Kau belum tahu siapa kami Jenderal aku harap kau tak menyesal telah memperlakukan kami seperti ini…" Ancamnya.


" Anda mengancam aparat negara?" 


" Saya tidak berani tentu saja! Saya hanya mengatakan saya harap anda tak menyesal telah memperlakukan kami seperti ini…" Katanya dengan tersenyum sinis.


" Silahkan pergi!" Tanpa berkata apa apa lagi Aaron serta asisten nya kini langsung pergi meninggalkan kantor polisi dengan segara.


Aaron kini pergi dengan perasaan yang benar benar kesal hari ini semuanya gagal dia pergi dengan perasaan kecewa karena dia tak bisa menemui cucu kesayangannya.


" Sial.. sial.. lihat saja aku akan membalas satu persatu orang yang sudah membuat aku susah bertemu dengan cucu ku!" Dia mengertakan giginya dia begitu kesal serta campur kecewa saat ini.


Sedangkan Albert yang mengendarai mobil sendiri ada yang aneh dari tadi, dia hanya menatap dari kaca di atasnya, mobil yang berada di belakangnya begitu mencurigakan.


" Laki laki tua itu ternyata menyuruh orang orang nya untuk mengikuti ku rupanya…" Gumamnya dengan sendiri.


Dia yakin mobil belakangnya saat ini tengah mengikuti mobil dirinya. Albert hanya tersenyum sinis untuk kesekian lamanya ada yang berani mengikuti Albert. 


" Kau juga belum tahu siapa aku Tuan Aaron!" Katanya dengan ingin bermain main dengan orang yang ada di belakangnya.


Albert mempercepat laju mobilnya bahkan sangat cepat dia tersenyum senang ada yang ingin menguji dirinya setelah bertahun tahun vakum dari dunia gelapnya saat ini. Mobil yang ada dibelakang kini juga melaju dengan cepat dengan jelas bahwa mobil itu juga mengikuti arah mobil Albert.


Albert kini melaju dengan cepat memotong jalan mobil yang berada di depannya, sedangkan mobil yang dipotong jalannya secara otomatis menghentikan mobil tersebut secara mendadak dan itu membuat mobil yang mengikutinya juga berhenti dengan mendadak.


Bruak!!


Terjadi kecelakan tabrakan beruntun membuat semua mobil yang berada di belakang mobil Albert menabrak secara spontan. Albert hanya tersenyum sinis melihat semua mobil berhenti karena mobil belakangnya telah ditabrak oleh mobil-mobil yang berada di belakang.


" Sial.. sial.. sial…" Umpat orang yang jelas jelas mengikuti Albert saat ini.


" Kita kehilangan jejak nya, kita bisa dimarahi Tuan Aaron…" Timpal yang satunya.


Kedua orang itu yang sudah keluar dari mobil melihat begitu banyak korban yang saling menabrak kendaran karena ulahnya yang tiba tiba berhenti secara mendadak.


" Aku beruntung karena aku tidak membawa mobil pribadi ku sendiri jika mereka tahu aku yang membawa mobil maka namamu akan masuk break news besok pagi…" Ujarnya dengan senang karena dia berhasil lolos dari orang orang yang ingin mengikutinya. 


Bersambung besok lagi ya 🥰