
" Jadi dia yang bernama Aaron? Hmm aku pikir dia masih mudah tapi ternyata sudah cukup tua…" Kini mereka memberi komentar ketika laki laki yang bernama Aaron itu telah pulang dari pertemuan rahasia tersebut.
" Aku rasa dia seumuran dengan Paman Johan…" Timpal Jonathan yang juga ada di sana.
" Sebaiknya kita mulai melakukan rencana selanjutnya!"
" Kau benar tapi mulai kapan kau akan datang ke kantor polisi?"
" Mungkin nanti siang! Aku akan datang menemui Alexander dulu untuk pertama kalinya untuk meminta tanda tangan nya…" Ujar Albert yang duduk dengan tenang di sana.
" Apa masih ada yang mengikutimu pagi tadi?" Tanya Zac dengan penasaran.
" Sepertinya sudah tidak! Mereka mengikuti ku hanya karena mereka penasaran kenapa aku menolak mereka pertama kali bertemu dan mungkin setelah sekarang aku menerima tawaran itu mereka yakin bahwa aku tak akan main-main."
" Apa yang kau katakan masuk akal tapi sebaiknya kau harus tetap hati hati."
" Bukan hanya Albert yang harus hati-hati Jo, tapi kita juga harus hati-hati sekarang. Kita tak tau rencana apa yang ada di pikiran laki laki tua itu. Jika dia mengaku sebagai pimpinan sebuah geng maka dia juga bisa melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia mau, dan dia juga bisa menunjukan kepada kita siapa dia…" Ucap Zac yang sedikit berpikir.
" Kita tak tahu bahwa nanti setelah pulang dari sini kita berdua yang gantian diikuti oleh orang-orang suruhan Aaron itu…" Sambungnya dengan berpikir apa saja bisa terjadi.
" Apa yang dikatakan Tuan Zac benar, maka kita juga harus bersiap dalam segala hal mulai sekarang…" Albert membenarkan apa yang dikatakan oleh bos nya bisa saja benar saat ini.
" Astaga kenapa aku tak memiliki pemikiran sampai sana…" Dia mengusap wajahnya dengan kasar apa yang dikatakan sepupunya benar. " Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?"
Zac tersenyum misterius ketika Albert dan Jonathan menunggu jawaban dari laki laki gondrong itu. Dia sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan detail bahkan yang dia pikirkan pun juga sudah masuk apa yang akan mereka lakukan saat ini.
" Zac kau sedang menyusun rencana apa?" Jonathan tahu arti dari senyuman misterius itu.
" Aku hanya menyusun rencana tak akan membahayakan misi kita!" Jawabnya dengan tenang.
" Ah Singa memang selalu mengerti apa yang kami butuhkan…" Timpal Albert yang yakin bosnya pasti sudah memikirkan semuanya dengan baik-baik.
Drt!! Drt!! Drt!!!
Getaran ponsel milik Zac membuatnya segera menggeser panggilan itu.
" Hmmm.. katakan?"
"....."
" Aku akan segera melihatnya…" Panggilan itu pun terputus begitu saja ketika Zac mengatakan akan melihatnya.
" Ada apa?" Jonathan penasaran karena dia juga tahu bahwa ponsel itu adalah ponsel khusus untuk kelompok mereka.
Zac tak menjawabnya tapi dia fokus dengan layar ponselnya, dia sama sekali tak terkejut tapi dia malah tersenyum sinis di sini.
" Zac apa yang kau lihat?" Lagi lagi Jonathan begitu penasaran hanya dia yang berani bertanya sedangkan Albert yang hanya diam bukan berarti dia tak memiliki rasa penasaran kepada bos nya.
Zac menatap kedua rekannya dengan arti senyuman yang tak biasa. " Kalian lihat Bryan mengirimkan sesuatu yang akan membuat kita nanti pasti lebih mudah mengalahkan mereka."
Zac melempar ponselnya pelan tepat di tangan Jonathan, dia yang sudah memiliki rasa penasaran kini akhirnya dengan cepat membuka ponsel itu. Matanya sedang meneliti gambar yang dikirim oleh Bryan keponakannya itu.
" Apa ini?" Dia masih meneliti dengan benar. " Al kau lihat ini?" Ponsel itu kini diberikan kepada Albert yang saat ini juga sedang penasaran.
Albert menerimanya dengan segera dia melihatnya dengan sedikit tak percaya dengan apa yang dilihat. " Tuan dapat dari mana Bryan barang ini?"
" Al kau bisa jelaskan itu barang apa?"
" Dapat dari mana anak itu? Apa dia membelinya atau ada yang menawarkannya?"
" Barang itu ada di mobil Aaron tadi!"
" Ha?" Semua orang terkejut bukan main dengan apa yang dikatakan oleh Zac.
" Bagaimana bisa Bryan mendapatkan foto dengan jelas seperti itu?"
Flashback
" Bryan apa kau sudah berangkat?"
" Aku berada di jalan Dad!"
" Baiklah dengarkan Daddy baik-baik. Di sini tak mungkin jika kita hanya diam saja, tak menutup kemungkinan bahwa Aaron menyuruh salah satu orangnya untuk mengikuti salah satu dari kita. Dan kita juga harus perlu tahu mereka kemana saja dan apa yang mereka bicarakan. Jadi Daddy meminta padamu untuk memasang GPS dan alat penyadap di mobil mereka agar kita tahu apa rencananya dan kemana saja mereka pergi…" Perintahnya.
" Baiklah Dad aku akan melakukannya bersama Antoni."
" Paman Andre dan Paman Abhi nanti juga akan di sana mereka akan membantumu dalam pekerjaan ini. Semuanya akan di bawah oleh mereka nanti."
" Aku paham Dad!"
" Lakukan dengan hati-hati jangan sampai ada yang mencurigai kalian, ingat kalian harus main cantik kali ini…" Zac memperingati putranya yang mungkin saja bisa memakai kekerasan dalam misi nya.
" Iya Daddy aku tahu apa yang harus aku lakukan, aku akan lebih hati-hati agar mereka tak mencurigai kita…" Bryan paham kenapa semua orang saat ini memberi peringatan keras kepada dirinya.
" Baiklah hati-hati dan segera hubungi kedua Paman mu itu."
Flashback Of
" Jadi kamu dan Bryan sudah merencanakan ini semua?"
" Dan lihatlah apa yang kita temui sekarang, kita bisa gunakan bukti ini nanti setelah semuanya sampai di ujung…" Zac tersenyum senang karena tikus akan masuk ke perangkap nya setelah ini.
" Apa mereka akan memakainya sendiri barang sebanyak ini?"
" Aku rasa tidak! Mereka pasti akan mengedarkan di negara kita. Dia pikir negara kita tak memiliki orang yang memegang masalah barang seperti ini…" Ujar Jonathan dengan kesal.
" Kita lihat saja mereka akan mengedarkan kemana…" Zac menarik bibirnya dengan tersenyum. " Hubungi Excel katakan kita memiliki pengedar baru di sini."
Albert segera menghubungi Excel jenderal yang juga berada di pihaknya dari dulu.
" Aku tak menyangka bahwa laki laki tua itu menyimpan barang sebanyak itu!" Bryan tak menyangka bahwa dia melihat langsung barang-barang di mobil Aaron begitu banyak.
" Sepertinya mereka akan mengedarkan di sini tapi kita tak tahu kemana dia akan mengedarkannya."
" Aku rasa mereka akan menawarkan ke diskotik dulu yang lebih mudah menerima nya…" Jawab Andre yang juga berada di sana.
" Tapi untuk sementara diskotik kita belum mendapatkan tawaran dari orang ini…" Timpal Antoni yang juga ada di sana. Dia juga belum mendapatkan kabar bahwa ada orang yang menawarkan barang-barang yang ia lihat tadi.
Bersambung besok ya mak 😁 hari ini mince cuma absen aja 🤭
Badan mince lagi gak kurang enak jadi sementara pendek dulu ya 🙏 jangan lupa vote dan like ramaikan kolom komentar dan mampir juga di Cinta Bernoda Darah ada 17 bab yang sudah meluncur 🙏🙏🙏