
Malam yang dingin menjadi saksi bahwa semuanya telah terbukti bahwa ada pihak polisi yang memang melindungi mereka semua, kejahatan kini mereka lindungi dengan menyakiti orang orang yang tak bersalah.
Malam ini juga menjadi saksi bahwa seorang kakak bisa berbuat apa saja asal sang adik bisa ia lindungi meskipun dia harus melindungi seorang penjahat sekalipun.
Malam ini juga menjadi saksi seorang kakak yang rela mempertaruhkan nyawanya hanya demi melindungi adiknya yang tetap bersalah. Pembunuhan yang dilakukan seorang kakak bisa menutupinya dengan berbagai cara hingga mengorbankan orang orang yang tak bersalah.
Keadaan seakan mati saat, orang yang harusnya mereka lindungi kini malah menjadi orang yang mereka incar untuk mereka bunuh agar tak ada satu orang pun yang membongkar kasus kasus yang mereka tutupi dengan susah payah. Satu korban telah jatuh karena racun yang sengaja mereka letakkan dan sekarang mereka mencari saksi lain yang harus mereka singkirkan.
Seorang mafia yang rela melindungi mereka kini harus bertarung dengan polisi mencari keadilan meskipun mereka harus melawan para polisi yang bersalah maupun yang tidak bersalah. Mafia kini terus mencari bukti agar semuanya segera terungkap dengan sendiri.
Dor!! Dor!!!
Dua tembakan yang terdengar begitu saja membuat semua orang yang ada di sana terkejut bukan main, bahkan dari kejauhan dapat terdengar jelas bahwa suara tembakan itu kini telah memakan korban. Semua para orang orang yang memakai topeng serta polisi juga sama sama terkejutnya karena mereka memang tak tahu siapa yang terkena luka tembak itu.
Bug!!
Satu orang itu kini langsung terjatuh dan darah langsung mengenai orang yang menangkapnya dengan rasa terkejutnya. Luka yang tepat pada sasaran kepalanya membuatnya langsung mati di tempat. Luka itu tembus dari dahi depan hingga kepala belakangnya membuat orang itu langsung mati tak berdaya seketika.
Bug!!
Satu polisi yang juga gugur kini langsung jatuh dengan luka yang sama hanya saja saat ini dia terluka di kepala bagian samping hingga lukanya sama sama menembus dari kepala samping. Semua seluruh polisi kini juga terkejut bukan main bagaimana bisa ini terjadi.
" Bos dia Baron…" Abhi yang ada di sana kini sedikit membuka topengnya dan melihat wajah kawanannya yang terkena tembak mati di tempat.
Zac yang tadi menangkapnya kini masih membeku dia tak menyangka mendapatkan orangnya malah mati di depannya dengan luka di kepalanya.
" Bagaimana bisa Baron…" Dia masih terkejut bukan main.
Zac yang kini langsung menatap ke arah polisi yang juga telah jatuh di sana kini segera berdiri dia yang ingin menghampirinya melihat kejauhan sosok wanita wanitanya yang juga menodongkan senjata itu ke arah polisi.
Sekarang dia tahu siapa yang menembak polisi itu dari kejauhan hingga dia juga mati. Dia yang ingin maju kini mengurungkan dirinya dia memilih untuk mundur agar istrinya yang ada di antara wanita wanita itu bisa ikut kembali ke markasnya.
" Ayo kita harus pergi…" Mereka semua mengangguk.
Dua orang berlari dengan cepat menyiapkan mobil nya dan beberapa orang juga telah membawa kawannya yang telah mati di sana. Mereka tak akan meninggalkan dia begitu saja meskipun mereka sudah tak ada nyawanya sekalipun. Sedangkan para wanita wanita itu juga melihat para laki laki pergi mereka juga segera meninggalkan tempat dengan cepat.
" Siapa yang tertembak tadi?"
" Saya tidak tahu bos!" Para wanita itu kini sekarang telah berada di dalam mobil mereka kini dengan cepat menuju ke markas dengan pemikiran mereka yang panik.
Sedangkan Sarah dan Bryan kini berjalan dengan luka di kakinya, mereka tak tahu harus kemana selain kembali ke apartemen miliknya yang memang dekat dari tempat mereka sekarang berada. Sarah membopong tubuh Bryan dia tahu bahwa laki laki itu juga sama sama berjuang tadi.
" Apa kita akan kembali ke apartemen? Jika orang orang itu masih ada di sana bagaimana?" Sarah panik ketika mereka berdua berada di depan apartemen tadi.
" Ikuti saja aku!" Katanya dengan meringis kesakitan saat ini.
Bryan dengan Sarah yang ingin masuk kini harus kembali bersembunyi ketika mendengar suara sirine polisi dari kejauhan dia yakin para polisi telah mengecek unitnya saat ini.
" Sial sepertinya kita tak akan bisa masuk karena polisi sudah datang…" Umpatnya dengan kesal.
" Apa kita ke rumahku saja?"
" Tidak! Jangan. Tunggu dulu…" Bryan berpikir tempat yang aman untuk mereka bersembunyi saat ini. " Kita harus segera mencari taksi untuk kita pergi…" Sambungnya dengan Sarah yang mengangguk.
Kini seorang polisi yang juga mati di tempat membuat luka yang mendalam bagi para polisi yang lain. Komandan yang juga berada di sana merasakan kesedihan ketika melihat siapa polisi yang telah gugur dengan luka tembak. Polisi yang tak tahu apapun kini malah gugur di depannya.
Dia yang ingin melindungi dirinya malah harus dibalas dengan kematian, semua para polisi merasakan kehilangan ketika melihat satu temannya telah gugur di depannya saat ini.
Maafkan aku, jika aku tak egois mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi, mungkin juga tak akan ada korban jiwa yang harus berkorban seperti ini. Batin komandan itu.
Andaikan aku tak melindungi orang yang bersalah mungkin dia tak akan mati, sekarang aku harus bagaimana? Tak mungkin aku membiarkan adik ku masuk ke penjara dan merasakan dingin penjara sana.
Hatinya bergejolak ketika dia melihat sendiri semua orang telah membantu para orang orang itu untuk di rawat medis, sedangkan komandan itu juga tengah di rawat medis karena dia juga babak belur di seluruh tubuhnya.
Dia yang melindungi adiknya kinu harus menyaksikan orang orang yang rela berdiri di sampingnya juga sama babak belurnya bahkan ada yang harus meninggal karena luka tembak. Hatinya hancur memikirkan ini semua, tetapi dia juga tak bisa untuk tidak tetap melindungi adik satu satu nya.
" Ayah.. kenapa harus kamu yang pergi…" Suara tangisan itu membuatnya sadar dari rasa bersalah. Dia yang belum selesai di rawat memintanya untuk menyelesaikannya karena dia penasaran.
Dia turun dari mobil ambulan mencari sumber suara tangisan itu. " Bangun ayah ku mohon.. jangan pergi.. hiks hiks…" Tangisannya kembali pecah ketika ayahnya tak bergerak sedikitpun.
Ayahnya telah gugur,wajahnya pucat tubuhnya dingin membuat seorang wanita itu harus merasakan kepergian ayahnya. Meskipun ada kebanggan tetapi seorang keluarga tak mungkin menginginkan seorang ayahnya gugur di medan perang.
" Ayah bangun.. ayah janji pada ku bahwa ayah akan selalu pulang dengan senyuman bukan dengan peti kematian, aku mohon bangun, jika ayah pergi aku dengan siapa?" Tangisnya kini membuat semua orang yang ada di sana juga merasakan kesedihan yang mendalam.
Kehilangan orang yang sangat dia sayangi adalah hal yang tak ingin mereka bayangkan, mereka yang ingin hidup tenang kini harus dihadapkan dengan tangisan dan luka. Orang orang yang tak bersalah kini harus menjadi korban dari keegoisan seseorang.